Harga Tiket Pesawat Mahal, Bos Garuda Mengungkap Kenaikan Biaya hingga 35%

- Penulis

Senin, 11 November 2024 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Media Delegasi Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Irfan Setiaputra, mengungkapkan bahwa biaya tiket pesawat di maskapainya telah mengalami kenaikan sebesar 35% secara tidak langsung. Menurutnya, ada sejumlah komponen biaya yang mengalami peningkatan signifikan.

Irfan menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi harga tiket, seperti biaya avtur, pajak bandara, dan berbagai biaya tambahan lain yang tercakup dalam aturan tarif maksimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. Namun, Irfan menyatakan bahwa aturan tarif maksimum ini tidak mengalami perubahan selama lima tahun terakhir, meskipun beberapa komponen biaya tersebut telah meningkat secara substansial.

“Perhitungannya masih sama sejak 2019 hingga 2024. Kami masih menggunakan formula lama yang mencakup harga avtur dan jumlah tonase yang digunakan. Jika biaya komponen ini meningkat, harga tiket kepada konsumen pun ikut naik. Tetapi, karena tidak ada perubahan aturan, kami masih harus mematuhi tarif tertinggi yang ditetapkan pemerintah,” jelas Irfan. Dia menambahkan bahwa perubahan kondisi pasar, seperti harga avtur dan nilai tukar yang menggunakan basis dolar AS, juga mempengaruhi kenaikan biaya. “Kami telah meminta kenaikan tarif, namun justru banyak pihak yang meminta harga tiket turun. Baik, tidak masalah,” tambahnya.

BACA JUGA:  Garuda Fans, Siapkan Diri! Tiket Pertandingan Timnas Indonesia vs China Sudah Bisa Dibeli

Irfan juga menyoroti adanya pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 11% dan biaya Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), yang turut membuat harga tiket domestik semakin tinggi.

“Setelah TBA, ada pajak dan PJP2U yang naik sebesar 35% pada tahun 2023, tanpa banyak diketahui. Tiba-tiba saja harga tiket kami naik. Jika kami menaikkan harga, tentu akan muncul protes,” ungkapnya.

Irfan menyebut biaya tambahan ini mencakup Rp 168.000 untuk penerbangan domestik, serta biaya untuk bandara seperti Terminal 2 Soekarno-Hatta sebesar Rp 120.000, dan di Halim Perdanakusuma sebesar Rp 70.000. Menurutnya, Garuda Indonesia perlu mempertahankan harga tiket pada batas atas (TBA) guna menjaga keberlanjutan perusahaan. Margin keuntungan tiket Garuda yang berada di angka satu digit (di bawah 10%) memaksa perusahaan untuk memaksimalkan tarif tertinggi demi memastikan profitabilitas, menjaga kepercayaan investor, dan memenuhi ekspektasi masyarakat.

BACA JUGA:  Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

0 tanggapan untuk “Harga Tiket Pesawat Mahal, Bos Garuda Mengungkap Kenaikan Biaya hingga 35%”

  1. Hey! I just read your post and found it to be really informative! You did a great job covering aspects that aren’t always highlighted. I especially liked how you explained the more nuanced parts—it was very relatable. I think this will benefit a lot of readers. I’ve also been exploring a similar topic on my website, where I cover [mention related subject]. I’d love to get your perspective on it! Thanks for sharing such valuable insights. Keep up the excellent work!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
​Veda Pratama Terus Mengancam! Ini Update Klasemen Moto3 Usai GP Italia 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Senin, 8 Juni 2026 - 11:11 WIB

Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:43 WIB

Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama

Berita Terbaru