Hendra Dewanto Jambin Kejaksaan Agung Orangnya Sederhana Dan Dekat Dengan Media

Jaksa Agung Lantik Hendra Dewanto Sebagai Agung Muda Bidang Pembinaan . (Foto:Ist)

 

Bagi sebagian orang, jabatan tinggi identik dengan gemerlap dan kemewahan. Namun, Hendro Dewanto justru dikenal sebaliknya. Ia tetap sederhana, bersahaja, dan jauh dari sikap suka menonjolkan diri, bahkan dengan teman-teman media.
“Beliau itu orangnya tidak neko-neko. Lebih senang bekerja dalam senyap ketimbang banyak bicara,” ujar seorang rekannya di Kejaksaan Tinggi Jateng. Kesederhanaan ini menjadi ciri khas yang melekat pada dirinya sepanjang kariernya.
Dalam pelantikan tersebut, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengingatkan para pejabat baru untuk menghayati sumpah jabatan. “Pelantikan adalah awal pengabdian yang lebih besar. Jabatan harus dimaknai sebagai amanah yang dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab,” tegasnya.
Pesan itu menjadi pengingat penting, sebab Jambin memegang peranan krusial dalam mengelola sumber daya manusia (SDM) dan organisasi Kejaksaan. Hendro Dewanto diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam bidang ini.
Dalam amanatnya, Jaksa Agung menyiapkan tiga prioritas utama. Pertama, mengoptimalkan kolaborasi antarbidang agar kebijakan pimpinan bisa berjalan cepat dan efektif. Kedua, memperbaiki fasilitas kantor kejaksaan di daerah agar layak menjadi wajah institusi.
Ketiga, memperkuat Biro Kepegawaian dengan sistem mutasi dan promosi yang lebih adil dan profesional. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas aparatur kejaksaan di seluruh Indonesia.
Hendro Dewanto bukanlah sosok yang muncul secara instan. Ia memulai perjalanan kariernya di Korps Adhyaksa pada 14 Mei 1996 sebagai staf Tata Usaha Pendidikan dan Pelatihan di Kejaksaan Agung.
Dari titik awal itu, ia meniti jalan panjang, mulai dari Jaksa Fungsional di Yogyakarta, Kasi Pidum Kejari Belu, Kajari Lebak, hingga Asisten Pengawasan Kejati DKI Jakarta. Setiap jabatan diembannya dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.
Kariernya terus menanjak seiring waktu. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Penuntutan Jampidsus, Kajati Sulawesi Tenggara, hingga Kajati Jawa Tengah. Kini, hampir tiga dekade kemudian, ia mencapai salah satu puncak kariernya sebagai Jambin.
Sebagai putra daerah Jawa Tengah, Hendro Dewanto dikenal memiliki karakter disiplin, sederhana, dan dekat dengan media. Gaya kepemimpinannya yang membumi membuat ia mudah diterima di manapun ia ditempatkan.
Di tengah tantangan besar yang menanti, banyak pihak percaya bahwa Hendro Dewanto akan membawa semangat baru di Jambin. Penunjukannya sekaligus mengingatkan bahwa Kejaksaan masih menaruh kepercayaan kepada figur dengan karier panjang dari bawah, yang menjunjung tinggi integritas dan kesederhanaan.
Selain Hendro Dewanto, Jaksa Agung juga melantik beberapa pejabat lainnya, termasuk Ponco Hartanto sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya, Katarinda Endang Sarwestri sebagai Staf Ahli Bidang Pertimbangan dan Pengembangan Hukum, Iman Wijaya sebagai Staf Ahli Bidang Akuntabilitas dan Informasi Publik, serta Sarjono sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama Internasional. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Pos terkait