Hidup Sehat dan Dibesarkan dengan Aneka Menu ‘Zero Migor’

Hidup Sehat dan Dibesarkan dengan Aneka Menu ‘Zero Migor’
Memasak dengan cara merebus, tanpa migor. Foto: Ist

Sitanggang menyebutkan sejumlah menu kuliner Batak yang selama ini dikonsumsi rutin tanpa menggunakan minyak goreng (‘zero migor’), baik berupa jenis makanan untuk pesta-pesta maupun menu makanan keluarga, antara lain: Arsik ikan mas (rebusan dengan bumbu tertentu plus sayur daun ubi dan bawang Batak), Arsik ikan teri (cara masaknya mirip arsik ikan mas atau ikan mujahir dan ikan lele—Sibahut-Haruting Arsik), ‘Be-dua’ panggang. Dali Nihorbo (susu asli kerbau yang diolah hingga beku mirip tahu), dan menu lainnya.

Ada juga untuk menu makanan Gantalan, Gulamo Natinutung (ikan asin bakar), Manuk Napinadar (daging ayam yang mirip semur), Mout, Naniura (ikan mas atau ikan mujahir yang diracik bumbu khusus mirip sushi-mi Jepang), Saksang ‘Be-dua’ atau ‘Be-satu’, Sira pege, Tanggo-tanggo (daging cincang), Ura-Ura dan lain-lain.

Namun, ketika ditanyakan apa arti atau bentuk dan jenis apa yang disebut Gantalan, Mout, Sira pege dan Ura-ura, Sitanggang tak bisa menjawabnya. Admin (kordinator) FGD Batakologi DR Ir Sahala Benny Pasaribu juga mengaku ‘mirdong’ (bingung) ketika ditanyakan apa artinya. Alhasil, Jupiter Tamba selaku pemerhati spiritual kearifan lokal (local wisdom) Batak Toba (di Medan), mengau prihatin karena banyaknya pakar sastra dan budaya Batak ternyata belum terkolaborasi menciptakan kamus Batak Toba secara lengkap dan tunggal.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, pada dua kamus Batak-Toba (masing-masing karya Lambers Marbun dan Kerabat Dian Utama) yang ditunjukkan pada Jupiter Tamba yang dijuluki ‘Ompung Nurani’, pun juga tak terdapat ke-empat kata sebagai nama atau jenis menu  (makanan–minuman atau sayuran?) konsumsi Batak tersebut.

Pos terkait