Hidup Sehat dan Dibesarkan dengan Aneka Menu ‘Zero Migor’

Hidup Sehat dan Dibesarkan dengan Aneka Menu ‘Zero Migor’
Memasak dengan cara merebus, tanpa migor. Foto: Ist

Bahkan, Tamba dan Raja Harahap mendorong warga Batak atau warga Sumut perlu gelar kampanye makan tanpa minyak goreng pada momen tertentu, apakah sekali sebulan atau setiap hari tertentu sebagai hari ‘zero migor’ dalam kampanye hidup hemat yang sehat, atau hidup sehat yang hemat. Tujuannya agar warga daerah ini kembali mengkondsumsi makanan sehat seperti yang dicontohkan Sitanggang tersebut.

Sitanggang juga sebutkan aneka jenis kuliner lain berupa penganan (kue-kue) khas Batak yang tanpa menggunakan minyak goreng, yaitu: Bubur Boras (bubur nasi), Gadong (ubi rebus atau ubi bakar), Dolung-dolung (lepat pulut mirip kue bugis), Itak Gurgur (terbuat dari tepung beras yang dikukus), Lapet (kue tepung beras atau pulut, rasanya mirip Cimpa Karo), Lomang (lemang), Mi Gomak (mi kuah kemiri atau santan), Ombus-Ombus (mirip Dolung-dolung tapi bahannya tepung beras), Pohul-pohul (kue tepung genggaman tangan), Sasagun (mirip tepung roti kering, dimakan bisa nyembur orang). Tipa-tipa (cemilan mirip kuaci).

Hanya saja, sejumlah nama menu yang disebutkan Sitanggang tidak ditemukan artinya dalam kamus Batak-Toba (Tapanuli), misalnya menu Hare Soto (Harsot), Hasang, Hinopingan, Hihindat NiAndalu, Labar.

Bacaan Lainnya

 “Tapi yang jelas, tak ada alasan Polisi Toba untuk minta tambah uang belanja. Ini kuliner khas Batak ‘zero migor’,” ujar Sitanggang tanpa sebutkan maksud dari ‘Polisi Toba’ itu. D|afs

Pos terkait