Waspada Hantavirus, Pemerintah Perkuat Screening dan Surveillance

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers kepada awak media. Ia menjelaskan langkah-langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi potensi penyebaran Hantavirus, termasuk penguatan sistem deteksi dini dan pengawasan kesehatan. Foto: Ist.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers kepada awak media. Ia menjelaskan langkah-langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi potensi penyebaran Hantavirus, termasuk penguatan sistem deteksi dini dan pengawasan kesehatan. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Pemerintah Indonesia mulai waspada tingkat tinggi terhadap penyebaran Hantavirus yang kini menjadi perhatian dunia internasional. Langkah ini diambil menyusul terdeteksinya kasus infeksi virus tersebut di atas kapal pesiar MV Hondius yang melibatkan penumpang dari berbagai negara.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Hantavirus termasuk dalam kategori virus yang berbahaya. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan tidak menunggu lama dan langsung melakukan koordinasi intensif dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Ini virus yang lumayan berbahaya. Jadi kami sudah koordinasi dengan WHO. Kami minta ke WHO untuk bisa lakukan screening-nya,” ujar Budi Gunadi Sadikin kepada wartawan di kantornya, Kamis (7/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Menkes Budi, berdasarkan laporan sementara yang diterima pemerintah, penyebaran virus saat ini masih terkonsentrasi di lingkungan kapal pesiar tersebut dan belum meluas secara signifikan ke berbagai negara. Namun, hal itu tidak membuat pihaknya menjadi lengah.

BACA JUGA:  BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Akibat Siklon Tropis Grant, Waspada!

Pemerintah justru mengambil sikap proaktif dengan mulai mempersiapkan berbagai langkah antisipasi. Tujuannya agar negara siap menghadapi skenario terburuk jika sewaktu-waktu virus tersebut menyebar lebih luas hingga masuk ke wilayah Indonesia.

Salah satu fokus utama yang sedang dipersiapkan adalah penguatan sistem deteksi dini. Pemerintah memastikan ketersediaan alat-alat pemeriksaan atau screening, baik dalam bentuk rapid test maupun reagen yang digunakan pada mesin PCR, mirip seperti yang pernah dilakukan saat pandemi COVID-19.

“Yang kami lakukan, kami mempersiapkan agar screening-nya kami punya, apakah itu dalam bentuk rapid test kayak Covid-19 dulu maupun reagen-reagen yang digunakan di mesin PCR,” jelasnya lebih lanjut.

Selain kesiapan alat tes, Kementerian Kesehatan juga kini memperketat sistem surveillance atau pengawasan kesehatan secara menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap potensi penyebaran virus dapat terdeteksi secepat mungkin sejak dini.

Menkes Budi menekankan bahwa pengawasan yang ketat menjadi kunci utama agar pemerintah bisa bergerak cepat mengambil tindakan apabila ditemukan kasus yang mencurigakan di tanah air.

BACA JUGA:  Shell Lepas Bisnis SPBU di Indonesia, Tetap Fokus pada Energi Bersih

“Jadi sekarang kami masih fokus ke surveillance supaya kalau ada apa-apa bisa cepat tahu,” tambahnya.

Sebagai informasi, Hantavirus adalah virus yang umumnya dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Virus ini dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru dan ginjal dengan tingkat fatalitas atau kematian yang cukup tinggi.

Kasus di kapal pesiar MV Hondius menjadi perhatian khusus karena diduga melibatkan jenis Andes virus, salah satu strain langka yang diketahui memiliki kemampuan menular antarmanusia melalui kontak dekat. Hingga saat ini, WHO pun masih terus melakukan pelacakan kontak internasional terhadap seluruh penumpang yang pernah berada di kapal tersebut demi mencegah penyebaran lebih lanjut. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kompol Dedi Kurniawan Divonis PTDH Terkait Kasus Narkoba, Dalih Penyelidikan Ditolak
Siaga Hantavirus: Kemenkes Siapkan Rapid Test dan PCR, Belum Ada Rencana Lockdown
KSPI Minta Pemerintah Cabut atau Revisi Permenaker 7/2026, Dinilai Melegalkan Outsourcing
Letjen TNI Robi Herbawan Resmi Ditunjuk Jadi Kabais TNI
Buruh Gelar Aksi di Depan Kemnaker, Lalu Lintas Gatot Subroto Padat tapi Lancar
Siapkan Tenaga Kerja untuk Industri EV, Kemnaker Gandeng Dunia Usaha
Rupiah Tertekan, BI Terapkan 7 Langkah Strategis, Batas Beli Dolar Turun Jadi 50 Ribu
Sakit Parah dan Harus Operasi, Nadiem Makarim Minta Pindah Penahanan

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:11 WIB

Kompol Dedi Kurniawan Divonis PTDH Terkait Kasus Narkoba, Dalih Penyelidikan Ditolak

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:58 WIB

Siaga Hantavirus: Kemenkes Siapkan Rapid Test dan PCR, Belum Ada Rencana Lockdown

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:44 WIB

Waspada Hantavirus, Pemerintah Perkuat Screening dan Surveillance

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:36 WIB

KSPI Minta Pemerintah Cabut atau Revisi Permenaker 7/2026, Dinilai Melegalkan Outsourcing

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:22 WIB

Letjen TNI Robi Herbawan Resmi Ditunjuk Jadi Kabais TNI

Berita Terbaru

Letnan Jenderal TNI Robi Herbawan resmi ditunjuk menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI. Penunjukan ini merupakan bagian dari upaya regenerasi dan penguatan organisasi di lingkungan TNI. Foto: Ist.

Nasional

Letjen TNI Robi Herbawan Resmi Ditunjuk Jadi Kabais TNI

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:22 WIB