Hujan Deras Picu Longsor di Agam, 1 Tewas dan 6 Luka-luka Tertimbun Material

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen evakuasi korban tertimbun longsor di Nagari Sungai Landia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tim gabungan bekerja keras di tengah kondisi gelap dan medan yang sulit untuk mengeluarkan korban dari tumpukan material tanah dan bebatuan. Foto: Ist.

Momen evakuasi korban tertimbun longsor di Nagari Sungai Landia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tim gabungan bekerja keras di tengah kondisi gelap dan medan yang sulit untuk mengeluarkan korban dari tumpukan material tanah dan bebatuan. Foto: Ist.

Agam-Mediadelegasi: Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memicu terjadinya bencana tanah longsor yang menerjang permukiman warga. Peristiwa naas ini terjadi pada Selasa malam, 5 Mei 2026, tepatnya pukul 22.30 WIB di Nagari Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto.

Lokasi kejadian berada di Dusun Simanciah, Jorong Kampuang Baruah. Akibat pergerakan tanah yang besar, sedikitnya ada tiga rumah warga yang tertimpa material longsor dan rusak berat.

Dalam insiden tersebut, tercatat sebanyak tujuh orang warga yang berada di dalam rumah tertimbun oleh tanah dan bebatuan. Dari jumlah tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara enam orang lainnya berhasil dievakuasi namun dalam kondisi terluka.

Wali Jorong Kampuang Baruah, Yogi Kurnia, menjelaskan bahwa bencana ini diduga terjadi akibat curah hujan yang sangat deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari hingga malam, sehingga membuat kondisi tanah menjadi jenuh dan tidak stabil.

“Korban sebanyak tujuh orang, ada laki-laki dan perempuan. Yang enam orang dalam keadaan ada yang patah-patah, luka ringan dan ada juga balita berumur 1,5 tahun dan satu orang umur 50 tahun dalam keadaan meninggal dunia. Yang terakhir kami temukan dalam keadaan meninggal dunia jam 4 pagi tadi,” ujar Yogi saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).

BACA JUGA:  Kajari Bangka Tengah Jadi Tersangka Korupsi, Diduga Terima Suap Rp840 Juta Saat Jabat di Enrekang

Proses evakuasi korban dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat yang dibantu oleh tim gabungan penanggulangan bencana. Pencarian dilakukan dalam kondisi gelap gulita dan medan yang sulit karena masih diselimuti malam.

Enam korban berhasil dievakuasi lebih awal dan segera mendapatkan pertolongan. Namun, satu korban lainnya sempat tertimbun cukup dalam dan baru berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada pukul 04.00 WIB dini hari.

Seluruh korban, baik yang selamat maupun yang meninggal, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Hingga Rabu pagi, kondisi terbaru menyebutkan bahwa lima korban masih menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD), satu korban dirawat di ruang perawatan biasa, sementara jenazah korban meninggal dunia sudah ditangani dan disemayamkan di kamar jenazah rumah sakit.

BACA JUGA:  Tiga Tewas dan Dua Hilang Longsor di Karo

Selain merusak hunian warga, bencana longsor ini juga berdampak pada kelancaran transportasi. Akses jalan utama yang menghubungkan Bukittinggi menuju Lubuk Basung melalui jalur Padang Luar–Maninjau dilaporkan masih terputus total karena tertutup material longsor yang menutupi seluruh badan jalan.

Sampai saat ini, proses evakuasi dan pencarian korban dinyatakan telah dihentikan karena seluruh orang yang tertimbun sudah berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Agam dan sekitarnya untuk tetap waspada dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya longsor susulan. Mengingat kondisi tanah yang masih labil dan curah hujan yang diprediksi masih tinggi, warga dihimbau untuk menjauhi area lereng rawan bencana. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemnaker: Semangat HUT ke-81 RI Dorong Penguatan SDM dan Perluasan Kesempatan Kerja
BNPB: 38 Orang Tewas Akibat Gempa M 7,7 NTT, 2.000 Warga Mengungsi Mandiri
Wapres Gibran Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka Tingkat Pusat 2026, Siap Tugas di HUT ke-81 RI
Istana Pastikan Kesiagaan Penuh Penanganan Pascagempa M 7,7 Nagekeo NTT: Pemerintah Diterjunkan ke Lokasi Terdampak
Detik-Detik Mengerikan Gempa M 7,7 Guncang Pelabuhan Maumere: Jembatan Dermaga Roboh, Penumpang Berjatuhan ke Laut
Gubernur NTT Melki Laka Lena Terjun Langsung ke Flores, Data Sementara 5 Tewas Usai Gempa M 7,7
Kasus TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Enam Saksi, Telusuri Aset Dugaan Hasil Kejahatan
Presiden Prabowo Usulkan Amnesti Khusus & Pengadilan Ad Hoc untuk Usut Pelanggaran BUMN 30 Tahun Terakhir
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Kemnaker: Semangat HUT ke-81 RI Dorong Penguatan SDM dan Perluasan Kesempatan Kerja

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:39 WIB

BNPB: 38 Orang Tewas Akibat Gempa M 7,7 NTT, 2.000 Warga Mengungsi Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Istana Pastikan Kesiagaan Penuh Penanganan Pascagempa M 7,7 Nagekeo NTT: Pemerintah Diterjunkan ke Lokasi Terdampak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Detik-Detik Mengerikan Gempa M 7,7 Guncang Pelabuhan Maumere: Jembatan Dermaga Roboh, Penumpang Berjatuhan ke Laut

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Gubernur NTT Melki Laka Lena Terjun Langsung ke Flores, Data Sementara 5 Tewas Usai Gempa M 7,7

Berita Terbaru