Jepang Siaga Tinggi: Gempa M 7,4 Guncang Sanriku, Peringatan Tsunami 3 Meter Diterbitkan

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa bumi di Jepang berpotensi tsunami. Foto: Ist.

Gempa bumi di Jepang berpotensi tsunami. Foto: Ist.

Tokyo-Mediadelegasi: Bumi kembali bergejolak di wilayah timur laut Jepang. Pada Senin sore, 20 April 2026, sebuah gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,4 mengguncang wilayah lepas pantai Sanriku, Prefektur Aomori. Guncangan yang terjadi di kedalaman dangkal ini seketika memicu alarm peringatan dini di seluruh penjuru negeri Matahari Terbit tersebut.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan bahwa peristiwa alam ini terjadi tepat pada pukul 16:53 waktu setempat. Kedalaman episentrum yang tergolong dangkal menjadi faktor utama mengapa guncangan terasa begitu hebat hingga ke daratan. Otoritas terkait langsung menaikkan status kewaspadaan ke tingkat tertinggi bagi warga di sepanjang pesisir utara.

Sesaat setelah getaran hebat mereda, JMA secara resmi mengeluarkan Peringatan Tsunami (Tsunami Advisory). Gelombang laut yang dipicu oleh aktivitas seismik ini diprediksi dapat mencapai ketinggian hingga 3 meter. Wilayah yang masuk dalam zona bahaya utama meliputi Prefektur Aomori, Prefektur Iwate, serta pesisir Pasifik di wilayah Hokkaido.

Pengeras suara darurat di kota-kota pesisir langsung bergaung, menginstruksikan penduduk untuk segera meninggalkan rumah mereka. Warga diminta untuk tidak membuang waktu dan segera mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi, seperti perbukitan atau lantai atas gedung-gedung beton yang kokoh. Evakuasi mandiri menjadi kunci utama keselamatan dalam situasi ini.

BACA JUGA:  Gempa M 7,5 Guncang Jepang, BMKG Pastikan Tak Ada Potensi Tsunami di Indonesia

Intensitas seismik di wilayah Aomori dan Iwate tercatat mencapai skala 5-Atas dalam skala Shindo Jepang. Pada level ini, guncangan dirasakan sangat kuat hingga membuat orang sulit untuk berdiri tegak. Benda-benda berat di dalam ruangan dilaporkan bergeser dari posisi semula, dan kaca-kaca jendela di beberapa bangunan mengalami keretakan.

Dampak guncangan tidak hanya terbatas di wilayah timur laut. Penduduk di ibu kota Tokyo yang berjarak ratusan kilometer dari pusat gempa juga melaporkan adanya getaran yang cukup lama. Di Prefektur Hokkaido, getaran seismik membuat sistem transportasi kereta cepat Shinkansen sempat terhenti secara otomatis demi alasan keamanan penumpang.

Pemerintah Jepang melalui kantor Perdana Menteri segera mengaktifkan pusat manajemen krisis. Tim darurat dikerahkan untuk memantau situasi di lapangan, terutama pada infrastruktur vital dan fasilitas nuklir yang berada di wilayah terdampak. Hingga saat ini, protokol keamanan ketat sedang dijalankan guna mencegah terjadinya insiden sekunder.

Di sepanjang garis pantai, visual dari kamera pemantau menunjukkan air laut yang mulai surut, sebuah pertanda klasik sebelum datangnya gelombang tsunami. Petugas kepolisian dan pemadam kebakaran berpatroli di pelabuhan untuk memastikan tidak ada nelayan atau warga yang masih bertahan di dekat dermaga atau area bibir pantai.

Dunia internasional turut memantau perkembangan situasi ini dengan cemas. Mengingat sejarah kelam tsunami di wilayah Sanriku pada masa lalu, sistem peringatan dini Jepang kali ini bekerja jauh lebih responsif. Integrasi teknologi sensor bawah laut memungkinkan penyebaran informasi evakuasi sampai ke ponsel pintar warga dalam hitungan detik.

BACA JUGA:  Kalamitas Bahari: Tsunami Bitung Ancam Sembilan Wilayah

Hingga berita ini diturunkan, laporan mengenai kerusakan infrastruktur skala besar maupun korban jiwa masih dalam proses verifikasi. Otoritas setempat masih fokus pada upaya penyelamatan dan memastikan seluruh warga di zona merah telah mencapai titik aman sebelum gelombang pertama diperkirakan menghantam daratan.

Pihak JMA memperingatkan bahwa gempa susulan dengan kekuatan yang signifikan masih mungkin terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari ke depan. Warga diminta untuk tetap tenang namun waspada, serta terus memantau siaran berita dari saluran resmi pemerintah guna mendapatkan instruksi keselamatan lebih lanjut.

Jepang, yang berada di jalur Cincin Api Pasifik, memang telah memiliki standar mitigasi bencana yang sangat maju. Namun, kekuatan alam sebesar Magnitudo 7,4 tetap menjadi ujian serius bagi kesiapsiagaan nasional. Doa dan harapan mengalir agar gelombang tsunami yang diprediksi tidak membawa dampak destruktif bagi masyarakat di pesisir Pasifik. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden China Xi Jinping Tiba di Korut, Siap Bertemu Pemimpin Negara Asia Timur Kim Jong Un
Gempa M 7.0 Guncang Mindanao Filipina di Hari Pertama Sekolah, Gedung Kampus Runtuh & Peringatan Tsunami Dikeluarkan
Indonesia dan 7 Negara Lain Kecam Keras Serangan Pemukim Israel ke Masjid Al-Aqsa
Badai Tropis Jangmi Terjang Jepang, Puluhan Ribu Rumah Mati Lampu dan Aktivitas Lumpuh
Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air Usai Kunjungan Kenegaraan ke Prancis, Disambut Wapres Gibran
Prabowo dan Macron Hadiri Peluncuran Forum Bisnis RI-Prancis, Bahas Energi hingga Pertahanan
Hamas Kutuk Serangan Israel di Gaza saat Idul Adha, Puluhan Warga Sipil Tewas
IRGC Serang Pangkalan Militer AS Usai Gempuran Udara di Bandar Abbas
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:28 WIB

Presiden China Xi Jinping Tiba di Korut, Siap Bertemu Pemimpin Negara Asia Timur Kim Jong Un

Senin, 8 Juni 2026 - 11:15 WIB

Gempa M 7.0 Guncang Mindanao Filipina di Hari Pertama Sekolah, Gedung Kampus Runtuh & Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:08 WIB

Indonesia dan 7 Negara Lain Kecam Keras Serangan Pemukim Israel ke Masjid Al-Aqsa

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:20 WIB

Badai Tropis Jangmi Terjang Jepang, Puluhan Ribu Rumah Mati Lampu dan Aktivitas Lumpuh

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:24 WIB

Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air Usai Kunjungan Kenegaraan ke Prancis, Disambut Wapres Gibran

Berita Terbaru

KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (8/6/2026), dan menangkap Bupati Muara Enim, Edison. Foto: Ist.

Nasional

KPK Gelar OTT di Sumsel, Bupati Muara Enim Edison Ditangkap

Senin, 8 Jun 2026 - 17:35 WIB