Jusuf Kalla Datangi Bareskrim Terkait Tudingan Dana Ijazah

Rabu, 8 April 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wapres ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) menyambangi Gedung Bareskrim Polri, Rabu (8/4/2026) siang, yang disinyalir untuk melaporkan Rismon Sianipar. Foto: Ist.

Wapres ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) menyambangi Gedung Bareskrim Polri, Rabu (8/4/2026) siang, yang disinyalir untuk melaporkan Rismon Sianipar. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, mendatangi Gedung Bareskrim Polri di Jakarta Selatan pada Rabu (8/4/2026) siang. Kedatangannya diduga berkaitan dengan polemik tudingan pendanaan dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI.

Kedatangan Jusuf Kalla di Bareskrim

Pantauan di lokasi menunjukkan JK tiba sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan mobil berwarna hitam. Mantan wakil presiden tersebut tampak mengenakan kemeja panjang bermotif bunga dengan dominasi warna biru saat turun dari kendaraan.

Begitu tiba di halaman gedung, JK langsung disambut oleh kuasa hukumnya, Abdul Haji Talaohu. Tanpa memberikan banyak keterangan kepada awak media yang menunggu, ia kemudian berjalan masuk menuju gedung pemeriksaan Bareskrim.

Saat ditanya wartawan mengenai tujuan kedatangannya, JK hanya memberikan jawaban singkat. Ia menegaskan bahwa dirinya datang untuk membuat laporan terkait persoalan yang sedang ramai diperbincangkan.

BACA JUGA:  Gunung Semeru Kembali Erupsi, Muntahkan Kolom Abu 800 Meter

“Melapor, melapor,” ujar JK singkat kepada wartawan sebelum memasuki gedung Bareskrim. Ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai detail laporan tersebut.

Kedatangan JK ke Bareskrim disebut-sebut berkaitan dengan tuduhan yang menyeret namanya dalam polemik dugaan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Tuduhan tersebut beredar di ruang publik dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/simpul-fitnah-artifisial-jk-resmi-polisikan-rismon-sianipar/

Nama JK dikaitkan dengan dugaan pendanaan kepada sejumlah pihak yang mempermasalahkan keaslian ijazah Presiden Jokowi. Dalam tudingan tersebut disebutkan adanya aliran dana hingga miliaran rupiah untuk mendukung isu tersebut.

Salah satu pihak yang dikaitkan dengan tudingan tersebut adalah Roy Suryo bersama sejumlah tokoh lain. Mereka disebut menerima dana sekitar Rp5 miliar untuk mengangkat polemik mengenai ijazah Presiden Jokowi.

BACA JUGA:  Menaker Yassierli: Serikat Pekerja Tak Hanya Advokasi, tapi Harus Dorong Peningkatan Kompetensi

Namun demikian, tuduhan itu langsung dibantah oleh pihak lain yang juga terseret dalam isu tersebut. Rismon Sianipar disebut sebagai pihak yang namanya dikaitkan dengan penyebaran informasi tersebut.

Kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, menegaskan kliennya tidak pernah menyebut nama Jusuf Kalla sebagai pihak yang berada di balik pendanaan polemik tersebut.

Menurut Jahmada, informasi yang beredar di publik mengenai pernyataan kliennya telah mengalami distorsi. Ia menilai sejumlah konten yang viral merupakan hasil manipulasi teknologi digital.

Ia bahkan menyebut sebagian materi yang beredar diduga merupakan rekayasa berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Oleh karena itu, pihaknya menegaskan bahwa tuduhan yang menyeret nama JK tidak memiliki dasar yang jelas. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:34 WIB

PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli

Berita Terbaru

Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Agung Ardiyanto,SH.,MH. Foto: Ist.

Sumatera Utara

Aswas Kejati Sumut Tegaskan Kedisiplinan Pegawai Saat Apel Pagi

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:08 WIB