Kebakaran Gunung Burangrang Purwakarta Hanguskan 3 Hektare Hutan, Akses Terjal Hambat Pemadaman

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepulan asap tebal membumbung tinggi dari kawasan hutan Gunung Burangrang, Kecamatan Bojong, Purwakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Ist.

Kepulan asap tebal membumbung tinggi dari kawasan hutan Gunung Burangrang, Kecamatan Bojong, Purwakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Ist.

Purwakarta-Mediadelegasi: Kebakaran hutan melanda kawasan Gunung Burangrang yang membentang di wilayah Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Api berkobar di wilayah Kecamatan Bojong, meliputi area Desa Cihanjawar dan Desa Pasanggrahan. Sejauh ini, kebakaran telah menghanguskan sekitar tiga hektare lahan hutan di kawasan pegunungan tersebut.

Kobaran api dan kepulan asap tebal terlihat jelas membumbung dari bagian atas kawasan Gunung Burangrang. Lokasi titik api berada di medan yang curam dan terjal, sehingga menyulitkan petugas pemadam kebakaran untuk menjangkau pusat kebakaran. Kendaraan pemadam kebakaran sama sekali tidak dapat melaju hingga ke lokasi kejadian karena akses jalan yang tidak memungkinkan.

Camat Bojong, Dede Iskandar, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut dan menyampaikan perkiraan luas lahan yang terdampak. “Diperkirakan sekitar tiga hektare karena mencakup dua desa,” ujar Dede dikutip dari iNews Purwakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026. Luas lahan yang terbakar itu mencakup wilayah administrasi Desa Cihanjawar dan Desa Pasanggrahan.

Dede menjelaskan bahwa kondisi geografis pegunungan menjadi tantangan terbesar dalam proses pemadaman. Api berada di bagian atas gunung dengan jalur yang sangat sulit dan terjal. “Akses menuju lokasi sangat sulit, kendaraan damkar tidak bisa masuk lokasi karena api berada di atas gunung,” tegasnya. Petugas pun terpaksa harus berjalan kaki menembus hutan untuk mendekati titik api.

BACA JUGA:  GSH Diamankan Polisi Purwakarta, Barang Bukti Narkoba dan Senpi

Untuk mencegah api meluas ke kawasan yang lebih luas, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa segera mengerahkan warga dari Desa Pasanggrahan dan Desa Cihanjawar. Bersama-sama, warga melakukan upaya pemadaman secara gotong royong di sejumlah titik yang masih dapat dijangkau dengan berjalan kaki, sambil terus memantau pergerakan api.

Sempat muncul kembali kobaran api pada Rabu (26/8/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Kebakaran yang sempat meredup itu kembali menyala, namun berkat kesiapsiagaan petugas, api berhasil ditangani beberapa jam kemudian. Anggota Unit SAR yang berjaga siaga di lokasi segera bergerak memadamkan hingga nyala api berhasil diredam sekitar pukul sebelas malam.

“Kondisi hari ini sudah tidak ada laporan lagi (api). Semalam sekitar jam delapan ada nyala lagi dan teratasi jam sebelas malam oleh anggota Unit SAR yang standby di lokasi,” jelas Dede Iskandar. Hingga Kamis pagi, tidak lagi ditemukan titik api yang membakar lahan hutan Gunung Burangrang.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lapangan, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pencari madu hutan. Api yang digunakan untuk membantu proses pengambilan madu dari pohon-pohon besar diduga jatuh ke tumpukan vegetasi kering yang mudah terbakar. Percikan api itulah yang kemudian membesar dan melalap kawasan hutan yang kering.

BACA JUGA:  Kemenangan Telak Roy Suryo: Tamparan Keras buat Polda Metro Jaya, Rezim Hukum Mulai Goyang?

Kondisi hutan yang sedang kering akibat musim kemarau panjang memperparah penyebaran api. Sekali tersulut percikan api, kobaran dengan cepat menjalar ke segala arah karena material tumbuhan di hutan dalam keadaan sangat kering dan mudah terbakar. Hal ini pula yang membuat api sempat sulit dikendalikan pada awal kejadian.

Meski nyala api telah berhasil dikendalikan dan dipadamkan, petugas gabungan bersama warga tetap melakukan pemantauan ketat di sekitar lokasi kebakaran. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api yang tersembunyi, mengingat kondisi kawasan hutan yang masih rawan terbakar selama musim kemarau berlangsung.

Pemerintah setempat pun mengimbau kepada seluruh masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan Gunung Burangrang agar tidak membuang puntung rokok atau menyalakan api sembarangan. Satu percikan api yang tidak disadari dapat melalap ratusan bahkan ribuan pohon dalam waktu singkat, apalagi saat hutan sedang dalam kondisi kering.

Upaya pemantauan dan penyisiran di lokasi kebakaran terus dilakukan secara berkala. Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui instansi terkait juga berjanji akan terus meningkatkan pengawasan dan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di kawasan Gunung Burangrang yang merupakan salah satu kawasan pegunungan penting di wilayah tersebut. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Kembali Melanda Gunung Bromo, Api Dekati Jembatan Kaca dan Kawasan Wisata
DPR Komitmen Sahkan RUU Perampasan Aset Paling Lambat 15 Desember 2026, Pimpinan Siap Mundur Jika Gagal
Menhut Raja Antoni Ingatkan Penerima Perhutanan Sosial Jaga Kawasan dari Karhutla
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Melonjak Hingga 2.500 Meter di Atas Puncak
DPR Tetapkan 15 Desember 2026 Batas Waktu Pengesahan RUU Perampasan Aset
Menko Polkam Djamari Konfirmasi Sejumlah Orang Ditangkap Jelang Demo di DPR
Demo AMPB di DPR: Desak Segera Sahkan RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati bagi Koruptor
Budi Arie Lontar Wacana Percepatan Politik Sebelum 2029, Relawan Prabowo Murka dan Kecam
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Karhutla Kembali Melanda Gunung Bromo, Api Dekati Jembatan Kaca dan Kawasan Wisata

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:10 WIB

DPR Komitmen Sahkan RUU Perampasan Aset Paling Lambat 15 Desember 2026, Pimpinan Siap Mundur Jika Gagal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Menhut Raja Antoni Ingatkan Penerima Perhutanan Sosial Jaga Kawasan dari Karhutla

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Kebakaran Gunung Burangrang Purwakarta Hanguskan 3 Hektare Hutan, Akses Terjal Hambat Pemadaman

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Melonjak Hingga 2.500 Meter di Atas Puncak

Berita Terbaru