Jakarta-Mediadelegasi: Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mulai berkumpul di depan Gedung DPR RI, kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis pagi, 27 Agustus 2026. Aksi unjuk rasa ini digelar untuk menyampaikan tuntutan mendesak agar Dewan Perwakilan Rakyat segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset sekaligus menerapkan hukuman mati bagi para pelaku tindak pidana korupsi.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 08.42 WIB, massa AMPB telah berkumpul di area depan gerbang DPR RI. Sejumlah spanduk dan beragam tuntutan tertulis pada banner telah dipasang di area tersebut. Secara tegas, mereka menuntut agar lembaga perwakilan rakyat tidak menunda lagi pembahasan dan pengesahan RUU Perampasan Aset yang dinilai sangat penting untuk menindak tegas para koruptor.
Selain tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset, peserta aksi juga menyuarakan agar hukuman mati diberlakukan bagi koruptor yang merugikan keuangan negara dalam jumlah besar. Mereka menilai kerugian akibat tindak pidana korupsi telah merampas hak-hak dasar rakyat secara luas, sehingga sanksi berat yang setimpal pun wajib diterapkan.
Tidak hanya beranggotakan elemen AMPB, sejumlah pengemudi ojek online juga terlihat bergabung dalam kerumunan massa. Mereka tampak mengenakan jaket seragam berwarna hijau dan ikut berdiri bersama peserta aksi lainnya di depan gerbang parlemen. Kehadiran mereka menambah jumlah peserta yang berdatangan menyampaikan aspirasi.
Di sisi lain, beberapa kelompok massa lainnya juga terlihat bersiap di kawasan sekitar Gelora Bung Karno (GBK). Mereka diprediksi akan segera bergabung dan bergerak menuju kompleks parlemen untuk ikut serta dalam aksi penyampaian aspirasi yang telah dicanangkan sebelumnya.
Suasana di depan Gedung DPR RI saat ini terpantau masih berlangsung kondusif. Sejumlah peserta secara bergantian menyampaikan orasi di depan gerbang parlemen dengan lantang menyuarakan tuntutan agar DPR segera bertindak sesuai keinginan rakyat. Suara tuntutan pun berkali-kali dikumandangkan secara bersama-sama.
Terlihat juga seorang peserta aksi yang memanjat pagar pembatas gedung DPR sambil meneriakkan tuntutan ke arah dalam gedung. Aksi tersebut menarik perhatian peserta lain maupun petugas kepolisian yang berjaga di lokasi, namun situasi tetap dapat dikendalikan dan berjalan aman.
Sejumlah personel aparat kepolisian telah disiagakan secara tertib di sepanjang area depan Gedung DPR RI. Mereka berdiri berjaga untuk mengamankan jalannya demonstrasi, memastikan keamanan peserta aksi maupun warga yang melintas, serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Gedung DPR RI ini pun turut berdampak pada kelancaran arus lalu lintas. Khususnya di Jalan Gatot Subroto, tepatnya jalur yang melintas di depan Gedung DPR RI dengan arah menuju Slipi, terpantau steril dari kendaraan bermotor.
Pihak kepolisian telah melakukan pengalihan arus lalu lintas dari arah tersebut ke jalur lain demi menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi aksi. Sementara itu, arus lalu lintas dari arah sebaliknya masih terpantau berjalan lancar dan belum terdampak penyekatan.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan menyebarkan petugas di sejumlah titik kawasan Senayan. Masyarakat yang hendak melintas di kawasan tersebut diimbau untuk menghindari Jalan Gatot Subroto, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, serta akses menuju Semanggi dan Slipi.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan Gedung DPR RI sambil menunggu perwakilan lembaga DPR untuk menerima aspirasi yang mereka sampaikan. Aparat kepolisian terus berjaga mengamankan situasi agar tetap kondusif dan damai sepanjang aksi berlangsung. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Tagor
Editor : Alan







