Larantuka-Mediadelegasi: Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di wilayah Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Kamis, 27 Agustus 2026, tepatnya pukul 08.30 WITA. Letusan kali ini tercatat jauh lebih besar dibandingkan erupsi harian yang biasa terjadi, dengan ketinggian kolom abu yang melonjak tajam hingga mencapai 2.500 meter di atas puncak gunung.
Jika dikalkulasi dari permukaan laut, maka puncak kolom abu letusan kali ini mencapai ketinggian sekitar 4.084 meter di atas permukaan laut. Angka ini jauh melampaui rata-rata ketinggian kolom abu pada erupsi harian yang biasanya hanya berada di kisaran 500 hingga 1.000 meter di atas puncak gunung.
Kolom abu hasil letusan teramati berwarna kelabu dengan ketebalan yang padat dan pekat. Arah pergerakan abu vulkanik terpantau bergerak condong ke arah barat daya dan barat. Warga dan pengunjung diimbau agar waspada terhadap kemungkinan turunnya hujan abu di sepanjang jalur arah angin tersebut.
Berdasarkan catatan seismograf yang dipasang di kawasan pemantauan gunung api, erupsi kali ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 47,3 milimeter. Peristiwa letusan berlangsung selama kurang lebih 125 detik atau sekitar dua menit lima detik sejak pertama kali terdeteksi.
Petugas Pos Pemantau Gunung Api Lewotobi Laki-laki melaporkan bahwa erupsi kali ini turut disertai suara dentuman yang terdengar cukup keras hingga ke wilayah-wilayah terdekat. Warga di sejumlah kecamatan yang berada dalam jangkauan suara dentuman sempat merasa panik dan mengira terjadi gempa bumi.
Suara dentuman tersebut bahkan terdengar hingga ke Kota Larantuka yang berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat letusan. Warga di Pulau Adonara dan Pulau Solor pun dilaporkan mendengar suara ledakan yang menggelegar, menandakan kekuatan erupsi kali ini memang berbeda dari biasanya.
Gunung Lewotobi Laki-laki memang diketahui sedang berada dalam fase aktivitas tinggi dan hampir setiap hari mengalami erupsi kecil hingga menengah. Namun peningkatan ketinggian kolom abu secara drastis pada Kamis pagi ini menjadi sinyal yang perlu diwaspadai oleh masyarakat dan pihak berwenang.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung api. Seluruh warga, pengunjung, maupun wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat kawah atau puncak gunung.
Imbauan tersebut disampaikan demi menjaga keselamatan warga dari bahaya lontaran batu pijar, aliran lava pijar, serta awan panas yang sewaktu-waktu dapat meluncur ke lereng gunung. Mengingat kolom abu yang sangat tinggi, potensi turunnya hujan abu lebat juga dapat mengganggu kesehatan dan membahayakan penerbangan di sekitar wilayah NTT.
Pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur pun telah bersiap mengaktifkan posko-posko pengungsian dan terus memantau perkembangan aktivitas gunung api secara berkala. Warga yang tinggal di lereng-lereng sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki juga diingatkan untuk waspada terhadap potensi lahar dingin terutama saat turun hujan.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas gunung api masih terus dipantau secara ketat oleh petugas pemantau yang bertugas di Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang. Setiap perubahan perkembangan akan terus disampaikan kepada masyarakat melalui saluran-saluran resmi.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada, serta senantiasa mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh PVMBG. Tidak disarankan untuk menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya guna mencegah kepanikan yang berlebihan di tengah masyarakat. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Miranda
Editor : Alan







