Kejagung Hati-hati Sita Aset Sritex yang Sudah Pailit

Selasa, 10 Juni 2025 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejagung Hati-hati Sita Aset Sritex yang Sudah Pailit

Kejagung Hati-hati Sita Aset Sritex yang Sudah Pailit

Jakarta-Mediadelegasi: Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah menangani kasus dugaan korupsi pencairan kredit kepada PT Sritex yang merugikan negara hingga Rp 692 miliar. Namun, proses penyitaan aset Sritex yang telah dinyatakan pailit pada 1 Maret 2025 dilakukan dengan sangat hati-hati.

Kehati-hatian ini terutama untuk melindungi hak-hak eks pekerja Sritex yang masih dalam proses pendataan. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, menegaskan penyidik akan bijak agar hak-hak pekerja tidak terganggu.

Meskipun demikian, Kejagung tetap akan menjalankan proses pidana. Harli menegaskan korupsi tidak bisa berlindung di balik sengketa perdata atau kepailitan. Penyidik kini tengah mempelajari aset-aset Sritex yang tidak terikat dalam proses perdata untuk pemulihan kerugian negara.

BACA JUGA:  Ahok Tegaskan Impor Minyak Pertamina Bukan Penyimpangan

Tiga tersangka telah ditetapkan dalam kasus ini: Iwan Setiawan Lukminto (Komisaris Utama Sritex), Zainuddin Mappa (mantan Direktur Utama Bank DKI), dan Dicky Syahbandinata (mantan Pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial Bank BJB). Mereka diduga melanggar prosedur dalam pemberian kredit kepada Sritex.

Iwan Setiawan Lukminto diduga menyalahgunakan dana kredit untuk membayar utang dan membeli aset non-produktif, sementara kedua tersangka dari perbankan diduga meloloskan kredit meskipun Sritex berisiko tinggi gagal bayar. Kasus ini juga berpotensi meluas ke bank lain yang terlibat dalam pemberian kredit sindikasi kepada Sritex.

Pemeriksaan telah melibatkan sekitar 50 saksi dan seorang ahli. Total kredit bermasalah Sritex yang belum dilunasi mencapai Rp 3,5 triliun, melibatkan Bank Jateng, Bank BJB, Bank DKI, serta kredit sindikasi dari BRI, BNI, dan LPEI.

BACA JUGA:  Ramalan Zodiak Besok Sabtu 10 Mei 2025: Aries, Taurus, Gemini, Cancer

Kejagung membuka peluang penyitaan aset, namun akan memastikan langkah tersebut tidak merugikan hak-hak pekerja. Mereka fokus mempelajari aset-aset yang tidak terkait dengan proses perdata untuk memaksimalkan pemulihan kerugian negara.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru