Kemenperin mengungkap penyebab keuangan Sritex berdarah

Selasa, 29 Oktober 2024 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Media Delegasi Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Reni Yanita memberikan pernyataan mengenai situasi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional yang saat ini berada dalam tekanan. Baru-baru ini, raksasa tekstil PT Sri Rejeki Isman atau Sritex dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Negeri Semarang.

Menurut Reni, terpuruknya industri TPT disebabkan oleh tiga faktor utama: membanjirnya produk impor pascapandemi Covid-19, dampak perang global, dan diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang kebijakan dan aturan impor.

“Kita harus memiliki kebijakan yang tepat untuk industri tekstil kita. Jangan sampai ada lagi kasus seperti Sritex, yang terkena dampak besar dari impor yang meningkat pasca-Covid, perang global, dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 8,” ujarnya di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (29/10/2024).

BACA JUGA:  Ini Daftar Formasi CPNS Kejagung Agung 2024 Mulai Jenjang SMA, D-III, hingga Sarjana

“Kita perlu menemukan formula yang tepat. Selama ini kita bangga akan produk buatan Indonesia, sekarang saatnya lebih mendukung produk dalam negeri,” tambahnya.

Reni menjelaskan bahwa Sritex memiliki pangsa pasar ekspor sebesar 60%. Namun, akibat kondisi pasar global yang melemah, perusahaan berupaya mengalihkan pasarnya ke dalam negeri.

Sayangnya, pasar domestik sudah dibanjiri produk impor. Reni menyebutkan bahwa kondisi ini tidak hanya dialami oleh Sritex, tetapi juga oleh perusahaan tekstil dan industri sandang lainnya.

“Ekspor Sritex mencapai 60%. Jadi, ketika kondisi global kurang mendukung, mereka mencoba mengisi pasar dalam negeri. Namun, permintaan dalam negeri tidak mencukupi karena dipenuhi produk impor. Bukan hanya Sritex yang mengalami ini, tetapi industri pakaian pada umumnya juga menghadapi tantangan serupa,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB