Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara untuk Korban Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Target Rampung Awal 2026

Kementerian PU memulai pembangunan hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang yang berlokasi di atas lahan Kompleks DPRK–Kantor Bupati Aceh Tamiang. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis terus berupaya mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini merupakan bagian penting dalam fase tanggap darurat menuju pemulihan pasca-bencana.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan huntara merupakan prioritas utama dalam upaya membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mempercepat proses pembangunan huntara.

“Prioritas saat ini berada di Aceh Tamiang karena kesiapan lahan sudah terpenuhi. Dalam dua hari terakhir telah kami kerjakan pematangan lahan, dan hari ini mungkin satu blok contoh huntara sudah dapat berdiri,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/12/2025).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data penanganan huntara Kementerian PU per 28 Desember 2025 pukul 08.00, tercatat jumlah rumah rusak berat di tiga provinsi terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor mencapai 47.149 unit.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 29.542 unit atau sekitar 62,7 persen ditangani melalui pembangunan huntara, sementara 17.057 unit sisanya dibantu melalui skema Dana Tunggu Hunian (DTH). Skema DTH diberikan kepada masyarakat yang rumahnya rusak berat namun belum dapat dibangunkan huntara karena berbagai kendala.

Di Provinsi Aceh, tercatat 38.169 unit rumah rusak berat. Saat ini pemerintah tengah membangun sebanyak 28.236 unit huntara, atau sekitar 74 persen dari total rumah rusak berat, sedangkan 9.996 unit lainnya mendapatkan bantuan Dana Tunggu Hunian. Pembangunan huntara di Aceh terus dikebut agar masyarakat dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak.

Hingga 30 Desember 2025, pembangunan huntara yang berlokasi di Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di atas lahan Kompleks DPRK–Kantor Bupati Aceh Tamiang, telah memasuki tahap konstruksi utama. Pembangunan satu blok huntara yang terdiri dari 12 unit modular telah selesai pekerjaan frame, dan tengah dilakukan proses erection atap serta pemasangan panel dinding.

Pekerjaan dilanjutkan dengan pondasi umpak untuk blok kedua yang juga telah rampung, dan pelaksanaan konstruksi mulai berlanjut ke blok ketiga. Diharapkan 7 blok yang menampung 336 orang dapat berdiri seluruhnya pada Januari 2026. Target ini diharapkan dapat tercapai dengan dukungan dari berbagai pihak.

Pos terkait