Medan-Mediadelegasi: Banjir bandang susulan kembali melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merespons cepat dengan menambah alat berat untuk penanganan bencana.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Naryo Widodo, menyatakan bahwa dukungan alat berat yang dikerahkan di lokasi meliputi 2 unit alat dari Polri, 1 unit dari BWS, serta 1 unit wheel loader dari PU Kabupaten, dan rencana BWS akan menambah 2 alat berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak Kamis (1/1/2026), alat berat dan personel tanggap darurat Kementerian PU didukung dengan Pemerintah Kabupaten Agam serta TNI-Polri telah bekerja di lokasi terdampak untuk membuka jalur yang tertutup material longsoran agar dapat segera dilalui kembali oleh masyarakat.
Banjir bandang susulan ini terjadi di Jorong Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, dan menerjang jalur penghubung Pasar Maninjau–Lubuk Alung, akibat longsor susulan di kawasan Kelok 28.
Kementerian PU juga telah memobilisasi 1 unit Mobile Treatment Unit (MTA) dan 5 unit hidran umum untuk mendukung kebutuhan air bersih di lokasi pengungsian.
Dukungan bahan kebencanaan juga terus diperkuat dengan penyediaan 2.050 unit material yang terdiri dari 1.240 unit geobag dan 810 unit bronjong kawat.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa Kementerian PU terus bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mendukung penanganan bencana di Kabupaten Agam, khususnya pada sektor jalan dan jembatan, sumber daya air, serta penyediaan air bersih dan sanitasi.
Banjir bandang ini merupakan bencana kedua yang menerjang wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir, setelah sebelumnya terjadi banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sejak akhir November 2025.
Hingga 25 Desember 2025, tercatat 1.135 orang meninggal dunia dan 173 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir besar tersebut. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












