“Saya juga berharap masyarakat proaktif dalam pencegahan virus Covid-19 dengan membiasakan pola hidup sehat, cuci tangan pakai sabun sesudah dan sebelum melakukan aktivitas serta melaporkan jika ada masyarakat yang baru kembali dari daerah yang dianggap pandemi Covid-19 kepada Gugus Tugas di Kecamatannya masing-masing”, ungkapnya.
Ketua IDI Asahan dr H Indra Noor mengharapkan seluruh Rumah Sakit yang ada di Asahan agar dapat menangani masyarakat dengan status ODP ringan.
Dirinya juga berharap instansi terkait proaktif mengawasi masyarakat yang ODP dan memberikan pemahaman kepada mereka untuk tidak beraktivitas di luar rumah selama masa pemeriksaan 14 hari.
Di tempat yang sama dr Nini Deritana Sp Paru menyampaikan saat ini RSUD HAMS Kisaran hanya memiliki ruang isolasi yang berfungsi untuk mengisolasi Pasien Dalam Pemantauan (PDP) ringan, namun jika lebih dari kategori PDP ringan, RSUD HAMS akan merujuknya ke Medan.
Dia juga sampaikan perlunya membuat tempat karantina khusus bagi masyarakat dengan status ODP. “Karantina khusus tersebut nantinya akan didukung dengan peralatan radiologi, Rapid Test dan berbagai peralatan kesehatan lainnya yang saat ini belum kita miliki”, ujar dr Nini.
Selanjutnya dia sampaikan bahwa lonjakan virus Covid-19 diprediksikan terjadi awal April atau pertengahan Mei 2020, untuk itu dirinya berharap Pemkab Asahan dapat mengupayakan alat-alat kesehatan dan perlengkapan medis yang saat ini sangat dibutuhkan oleh tim medis. D|Kis-19