Kontribusi UMKM Dalam Struktur Ekonomi Sumatera Utara
Langkah strategis ini didorong oleh kinerja positif sektor koperasi dan UMKM sepanjang tahun 2025. Data menunjukkan bahwa kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Utara mencapai angka signifikan sebesar 46,51 persen. Hal ini menegaskan bahwa hampir separuh ekonomi daerah ditopang oleh aktivitas pelaku usaha kecil.
Selain UMKM, sektor koperasi juga menunjukkan taringnya dengan rasio volume usaha terhadap PDRB yang menyentuh 1,84 persen. Angka ini melampaui target awal yang hanya dipatok sebesar 0,79 persen. Peningkatan ini menjadi sinyal kuat bahwa produktivitas koperasi di Sumut mengalami eskalasi yang sangat masif selama setahun terakhir.
Baca juga : https://mediadelegasi.id/investasi-sumatera-utara-melonjak-tajam/
Keberhasilan ini juga terlihat dari rasio kewirausahaan daerah yang melonjak ke angka 4,10 persen dari target 3 persen. Naslindo mencatat bahwa fenomena ini mencerminkan lahirnya kelas wirausaha baru yang didominasi oleh generasi muda, yang membawa inovasi dan semangat segar ke dalam dunia usaha di Sumatera Utara.
Pada tahun 2025, pertumbuhan volume usaha koperasi tumbuh sebesar 5,44 persen, melebihi ekspektasi pemerintah. Sebanyak 53,78 persen koperasi tercatat aktif, dengan hampir separuhnya telah mendapatkan fasilitasi pelatihan. Mayoritas penerima manfaat pelatihan ini adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di pelosok wilayah.
Sektor ekspor pun mulai menunjukkan geliatnya, di mana proporsi UKM yang melakukan kemitraan dan ekspor mencapai 1,75 persen. Meskipun angka tersebut terlihat kecil, capaian ini telah melampaui target 1,66 persen dan menjadi indikasi awal bahwa produk lokal Sumut mulai memiliki orientasi pasar mancanegara yang lebih luas.
Menghadapi tahun 2026, Dinas Koperasi dan UKM Sumut memproyeksikan persaingan usaha akan semakin ketat. Oleh karena itu, fokus kebijakan akan bergeser. Jika sebelumnya fokus pada penciptaan usaha baru, kini pemerintah akan lebih menitikberatkan pada penguatan kualitas, skala usaha, branding, dan keberlanjutan operasional UMKM.
Guna mendukung percepatan target tersebut, sejumlah program strategis telah disiapkan. Salah satu fokus utama adalah pengembangan Sumut Digital Market dan Galeri Virtual UMKM. Inisiatif ini dirancang untuk memastikan produk unggulan daerah memiliki etalase di ruang digital sehingga dapat diakses oleh konsumen dari mana saja.
Selain pasar digital, penguatan ekosistem halal juga menjadi prioritas melalui penyelenggaraan Sumut Halal Fest. Pemerintah menyadari bahwa industri halal merupakan peluang pasar yang sangat besar, sehingga pendampingan sertifikasi dan promosi produk halal akan terus ditingkatkan bagi para pelaku usaha.
Program bagi generasi muda tetap dilanjutkan melalui Fast Track Youngpreneur #LevelUp. Program ini menyasar 1.700 wirausaha muda untuk diberikan pelatihan berjenjang. Selain itu, optimalisasi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) akan ditransformasi menjadi “Mall UMKM” sebagai pusat konsultasi dan pameran produk.
Pemerintah juga tetap berkomitmen mengawal kesehatan koperasi melalui pengawasan dan pemeriksaan rutin. Kegiatan pendukung lainnya seperti Urban Market UKM Kolaborasi Sumut Berkah dan berbagai pameran expo akan rutin digelar untuk memastikan adanya ruang interaksi langsung antara produsen dan konsumen secara berkelanjutan.
Naslindo optimistis bahwa integrasi seluruh program ini akan menjadikan 2026 sebagai tahun konsolidasi daya saing Sumut. Targetnya, UMKM dan koperasi tidak lagi hanya menjadi penyangga atau jaring pengaman ekonomi saat krisis, tetapi berevolusi menjadi penggerak utama kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara yang inklusif.D|Red-Hendra
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.






