KTP Ada, Kenapa Bisa Dituduh WNA

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Punya KTP Tapi Ditahan 11 Bulan dan Dituding WN Pakistan. Foto: Is.

Punya KTP Tapi Ditahan 11 Bulan dan Dituding WN Pakistan. Foto: Is.

Medan-Mediadelegasi: Nasib malang menimpa Tariq Nabi Mangaratua Batubara (55), seorang warga Jalan Palem IV, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan. Pria ini harus mendekam selama 11 bulan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan karena dituding tidak punya KTP dan warga negara (WN) Pakistan, sebuah tuduhan yang sangat merugikan dan mencoreng nama baiknya.

 

Tariq secara sah memiliki Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Ironisnya, Tariq secara sah memiliki Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan. Dokumen-dokumen kependudukan tersebut seharusnya menjadi bukti kuat bahwa Tariq adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang sah.

Prahara hukum yang menimpa Tariq ini bermula pada tanggal 10 Maret 2023. Saat itu, Tariq dilaporkan oleh seseorang atas tuduhan tidak punya KTP, penggunaan nama dan dokumen palsu untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) tanpa melalui prosedur yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Awalnya, Tariq diperiksa di Kantor Imigrasi Medan. Hasil pemeriksaan saat itu menyatakan bahwa paspor yang dimilikinya tidak bermasalah dan ia diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Namun, beberapa hari kemudian, ia kembali dipanggil oleh petugas dan langsung dibawa ke Rudenim Belawan untuk ditahan.

BACA JUGA:  Sumatera Utara Jadi Tuan Rumah Piala Kemerdekaan 2025, Ajang Uji Coba Timnas U-17

Selama 11 bulan mendekam di Rudenim, Tariq mengaku disekap tanpa adanya proses peradilan yang jelas dan transparan. Ia baru dibebaskan setelah kondisi kesehatannya menurun drastis akibat menderita penyakit jantung yang semakin parah.

 

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/bantuan-biaya-kuliah-untuk-siswa-berprestasi/

 

Istri Tariq, Friska F Novita, dengan tegas menyatakan bahwa suaminya adalah korban salah sasaran atau bahkan kriminalisasi. Ia memastikan bahwa tidak ada satu pun dokumen kependudukan yang dipalsukan oleh suaminya.

“Semua dokumen suami saya asli. Saya memohon kepada Bapak Presiden agar suami saya dibebaskan dari segala tudingan dan diberikan kepastian hak sebagai warga negara,” ujar Friska dengan nada memohon pada Rabu (13/1/2026).

Hal senada juga disampaikan oleh kuasa hukum Tariq, Keprianto Tarigan, yang menyayangkan penahanan kliennya yang dilakukan secara subjektif tanpa adanya pembuktian pidana di pengadilan terlebih dahulu. Ia menilai bahwa penahanan tersebut merupakan tindakan yang sewenang-wenang dan melanggar hak asasi manusia.

BACA JUGA:  Ribuan KTP Warga Tanjung Morawa Disembunyikan Oknum Pegawai Kecamatan

Merasa tidak terima dengan perlakuan yang dialaminya, Tariq telah melaporkan kasus ini ke Polrestabes Medan dan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Ia berharap agar keadilan dapat ditegakkan dan nama baiknya dapat dipulihkan.

Kini, Tariq menaruh harapan besar kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perlindungan hukum dan keadilan bagi dirinya. Ia berharap agar Presiden dapat turun tangan langsung untuk menindak oknum aparat negara yang terlibat dalam penahanan dirinya.

“Saya meminta kepada Bapak Presiden Prabowo agar menindak oknum aparat negara yang terlibat dalam penahanan saya. Saya bukan WNA, saya punya identitas resmi, tapi diperlakukan seperti ini selama 11 bulan,” kata Tariq dengan nada pilu.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Kota Medan, terkait bagaimana koordinasi antarinstansi dalam memverifikasi status kewarganegaraan seseorang agar kejadian serupa tidak terulang kembali kepada warga negara lainnya. Masyarakat berharap agar pemerintah dapat lebih berhati-hati dan profesional dalam menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan status kewarganegaraan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Satu tanggapan untuk “KTP Ada, Kenapa Bisa Dituduh WNA”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Sekadar Rayakan HUT Golkar, Maruli Siahaan Hadirkan Kepedulian untuk 200 Pejuang Kehidupan di Medan
BPK Bongkar Masalah Beton Lapangan Merdeka Medan, Rp27,83 Miliar Jadi Sorotan
Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak
Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa
Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut
HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan
BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Tak Sekadar Rayakan HUT Golkar, Maruli Siahaan Hadirkan Kepedulian untuk 200 Pejuang Kehidupan di Medan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:40 WIB

BPK Bongkar Masalah Beton Lapangan Merdeka Medan, Rp27,83 Miliar Jadi Sorotan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa

Berita Terbaru