“Untuk proses persiapan, memang Indonesia sudah melakukan persiapan. Tetapi mengenai timeline maupun jumlah delegasi, itu belum definitif,” jelasnya.
Nabyl menambahkan bahwa proses persiapan ini memerlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta komunikasi intensif dengan pihak-pihak di luar negeri. Kementerian Luar Negeri bersama kementerian dan lembaga terkait terus melakukan koordinasi guna menindaklanjuti instruksi Presiden.
“Ini bukan hanya koordinasi internal, tetapi juga dengan mitra di luar negeri. Kemlu dan seluruh kementerian serta lembaga terkait mengawal proses ini secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah berjanji akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik setelah ada keputusan resmi terkait kehadiran Presiden dalam agenda KTT Dewan Perdamaian Gaza. Masyarakat menantikan keputusan ini dengan harapan Indonesia dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya menciptakan perdamaian di Gaza. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






