Diplomasi Terbuka, Prabowo Tampung Aspirasi Mantan Menlu

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah mantan menteri luar negeri (Menlu), mantan wakil menteri luar negeri (Wamenlu), tokoh senior diplomasi, serta akademisi  untuk menjelaskan dan mendiskusikan arah politik luar negeri Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (04/02/2026). Foto: Ist.

Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah mantan menteri luar negeri (Menlu), mantan wakil menteri luar negeri (Wamenlu), tokoh senior diplomasi, serta akademisi untuk menjelaskan dan mendiskusikan arah politik luar negeri Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (04/02/2026). Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah mantan menteri luar negeri (Menlu), mantan wakil menteri luar negeri (Wamenlu), tokoh senior diplomasi, serta akademisi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (04/02/2026) untuk membahas arah politik luar negeri Indonesia. Pertemuan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan pandangan dari para tokoh yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidang diplomasi.

Seusai pertemuan, mantan Wamenlu Dino Patti Djalal menyampaikan apresiasinya atas suasana pertemuan yang sangat terbuka dan dialogis. Berbagai risiko, opsi kebijakan, hingga skenario tantangan global dibahas secara komprehensif tanpa adanya pembatasan topik.

Mantan Menlu Hassan Wirajuda dan tokoh senior diplomasi Jusuf Wanandi menambahkan bahwa pertemuan ini memberikan pencerahan terkait isu diplomasi sensitif dan memperjelas kompleksitas kebijakan luar negeri yang diambil pemerintah.

Mantan Menlu Alwi Shihab menegaskan kembali konsistensi sikap Indonesia terhadap perjuangan Palestina, dengan menekankan bahwa komitmen terhadap solusi dua negara (two-state solution) adalah harga mati.

BACA JUGA:  Apakah Tetap Sistem Pemilu Proporsional Terbuka ?

Menlu Sugiono, yang turut mendampingi Presiden, menyampaikan bahwa pertemuan ini akan dikembangkan menjadi agenda rutin untuk menyamakan frekuensi mengenai kebijakan pemerintah. Menlu mengapresiasi masukan dari para tokoh dan praktisi yang hadir, serta menilai diskusi tersebut sebagai hal yang saling memperkuat arah kebijakan politik luar negeri Indonesia ke depan.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/under-invoicing-cpo-negara-berpotensi-kehilangan-pajak-besar/

Pertemuan ini menunjukkan komitmen Presiden Prabowo untuk melibatkan berbagai pihak dalam merumuskan kebijakan luar negeri yang efektif dan responsif terhadap dinamika global. Dengan mendengarkan masukan dari para tokoh yang berpengalaman, diharapkan Indonesia dapat memainkan peran yang lebih konstruktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

Selain isu-isu global, pertemuan ini juga membahas tantangan-tantangan regional yang dihadapi Indonesia, seperti sengketa Laut China Selatan, isu Rohingya, dan kerjasama ASEAN. Para peserta sepakat bahwa Indonesia perlu terus memperkuat diplomasi multilateral dan regional untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut.

BACA JUGA:  KTT Dewan Perdamaian Gaza: Prabowo Masih Pertimbangkan

Diplomasi Ekonomi Jadi Fokus Pertemuan Prabowo dan Mantan Menlu

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya diplomasi ekonomi untuk meningkatkan investasi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara lain. Ia berharap para mantan Menlu dan Wamenlu dapat memberikan kontribusi dalam mempromosikan potensi ekonomi Indonesia di forum-forum internasional.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi dan kerjasama dalam rangka memperkuat politik luar negeri Indonesia. Presiden Prabowo berharap para tokoh diplomasi dapat terus memberikan masukan dan saran kepada pemerintah demi kepentingan bangsa dan negara.

Dengan adanya dialog yang konstruktif antara pemerintah dan para tokoh diplomasi, diharapkan Indonesia dapat semakin berperan aktif dalam mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil, damai, dan sejahtera. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bakom Sebut Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs Ancam Keamanan dan Makar
Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Presiden Prabowo Minta Polri Usut Pembuat Hoaks
Mendagri Tito Minta Aceh, Sumut, dan Sumbar Kembali Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
Kepala BIN Sebut Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo Mengarah Pada Tindakan Makar
DPR Belum Sikapi Usulan Pemakzulan Gibran, Dasco: Tunggu Putusan Lengkap MA
Mabes Polri Banjir Karangan Bunga Dukungan Usut Penyadapan Presiden Prabowo
Pemerintah Perluas Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu Mulai 2027
KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut PT KAI Terkait Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 13:47 WIB

Bakom Sebut Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs Ancam Keamanan dan Makar

Sabtu, 7 November 2026 - 11:44 WIB

Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Presiden Prabowo Minta Polri Usut Pembuat Hoaks

Sabtu, 7 November 2026 - 10:45 WIB

Mendagri Tito Minta Aceh, Sumut, dan Sumbar Kembali Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Jumat, 6 November 2026 - 16:23 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo Mengarah Pada Tindakan Makar

Jumat, 6 November 2026 - 16:11 WIB

DPR Belum Sikapi Usulan Pemakzulan Gibran, Dasco: Tunggu Putusan Lengkap MA

Berita Terbaru