Luhut Panjaitan Ingin Kembangkan Hilirisasi Kemenyan di Sumut

- Penulis

Selasa, 27 Mei 2025 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan  (kiri) didampingi Wakil Gubernur Sumut, Surya (kanan),  saat mengunjungi Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) dan Food Estate di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), belum lama ini.  Foto: Diskominfo Sumut.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) didampingi Wakil Gubernur Sumut, Surya (kanan), saat mengunjungi Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) dan Food Estate di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), belum lama ini. Foto: Diskominfo Sumut.

Medan-Mediadelegasi: Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan ingin mengembangkan hilirisasi kemenyan berbasis komunitas, antara lain di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut).

 

Hilirisasi dilakukan setelah ia mendapat data dari ekspor kemenyan alami dari Sumatera Utara ke Asia dan Eripa.

 

Berdasarkan data yang ia terima, kemenyan alami dari Sumatera Utara bernama resin yang dihasilkan dari pohon Styrax Benzoin ternyata sangat dibutuhkan industri parfum, aromaterapi, makanan, hingga farmasi.

“Namun ironisnya, harga di tingkat petani masih terlalu rendah. Padahal, ekspor kemenyan kita pada 2024 mencapai 43 ribu ton dengan nilai lebih dari 52 juta dolar AS. Sekitar 30 persen masyarakat di Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan bergantung hidup dari komoditas ini,” katanya, seperti dikutip Mediadelegasi Medan dari akun Instagramnya.

BACA JUGA:  Pemerintah Siapkan 1.000 Rumah Subsidi bagi Wartawan

 

“Inilah sebabnya mengapa kami berencana mulai mengembangkan hilirisasi kemenyan berbasis komunitas,” tambahnya.

Luhut mengatakan tidak butuh pabrik besar untuk melakukan hilirisasi kemenyan. Menurutnya, hilirisasi bisa dilakukan dengan teknologi sederhana seperti distilasi uap.

 

Dengan distiliasi ini, petani bisa menghasilkan minyak kemenyan, resin terstandar, hingga bioaktif siap ekspor.

“Kita tidak butuh pabrik besar, yang kita butuhkan adalah kemauan memberi nilai tambah di tempat kemenyan itu tumbuh,” tuturnya.

 

Luhut mengklaim saat ini minat pebisnis untuk melakukan hilirisasi kemenyan sudah mulai terbentuk.

Hanya saja, lanjutnya, masih ada kebutuhan yang harus dipenuhi agar semuanya bisa berjalan lancar; kerja sama yang terintegrasi dari lintas kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

BACA JUGA:  Jabar Miliki Pusat Distribusi Pangan

Selain itu, data sebaran lahan dan pohon kemenyan juga diperlukan untuk pemetaan soal potensi produksi dan kebutuhan.

“Saat ini, kami tengah menyiapkan peta digital sebaran lahan dan pohon kemenyan untuk memastikan setiap langkah pembangunan dilakukan berbasis data dan kebutuhan di lapangan,” katanya.

“Hilirisasi kemenyan adalah upaya konkret untuk memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjaga biodiversitas hutan,” tambahnya. D|Red

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Utang Pemerintah RI Mendekati 10 Ribu Triliun, Malah Tarik Utang Baru
KemenEkraf Umumkan Kinerja 2025: Investasi dan Ekspor Produk Kreatif Melesat Tinggi
MNC Insurance Dorong UMKM Go Global dengan Proteksi Asuransi
Menkeu Bongkar 4 Modus Licik Eksportir Nakal, Negara Rugi Ratusan Miliar
Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2025 Defisit, Namun Ketahanan Eksternal Tetap Solid
Kemendagri Apresiasi Sumut Berhasil Tekan Inflasi, Bukti Keseriusan Kendalikan Harga
Sejumlah Kementerian Kembalikan Dana APBN Rp3,5 Triliun, Menkeu: ‘Mereka Nyerah Belanja’
Indonesia Genjot Industri Petrokimia Nasional: Kurangi Impor, Tingkatkan Kemandirian
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:35 WIB

Utang Pemerintah RI Mendekati 10 Ribu Triliun, Malah Tarik Utang Baru

Senin, 22 Desember 2025 - 15:11 WIB

KemenEkraf Umumkan Kinerja 2025: Investasi dan Ekspor Produk Kreatif Melesat Tinggi

Senin, 22 Desember 2025 - 12:20 WIB

MNC Insurance Dorong UMKM Go Global dengan Proteksi Asuransi

Selasa, 9 Desember 2025 - 11:06 WIB

Menkeu Bongkar 4 Modus Licik Eksportir Nakal, Negara Rugi Ratusan Miliar

Jumat, 21 November 2025 - 13:42 WIB

Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2025 Defisit, Namun Ketahanan Eksternal Tetap Solid

Berita Terbaru

Pertamina Resmi Naikkan  Harga Pertamax. (Foto:Ist)

Jakarta

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Rabu, 10 Jun 2026 - 07:47 WIB