Menurut dia, sudah banyak contoh mereka yang terpilih pada pemilu dengan praktik politik uang akan melakukan tindak pidana korupsi.
Karena itu, Maruli mengajak semua pihak dapat berperan serta meminimalisasi, bahkan meniadakan transaksi politik uang dalam penyelenggaraan pemilu.
“Pemilu tidak bakal menghasilkan wakil rakyat dan pemimpin yang berintegritas bila dalam prosesnya diwarnai praktik suap,” ujar Bacaleg DPR RI dari daerah pemilih Sumut I yang meliputi Kota Medan, Tebing Tinggi, Kabupaten Deli Serdan dan Serdang Bedagai itu.
Melalui edukasi ini, ia berharap sedikit banyak akan ada perubahan cara pandang dalam menyikapi budaya politik uang, sehingga dapat terbangun kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam proses pemilu yang jujur, adil dan transparan.
Dengan demikian, kata dia, pemimpin maupun wakil rakyat yang terpilih nantinya adalah sosok berkualitas, berintegritas sehingga dapat membawa daerah yang dipimpin atau yang diwakilinya bisa lebih maju tanpa politik uang. D|Red-04