MEGAWATI Soekarnoputri dengan Presiden Jokowi bertemu dalam tradisi menyepi selama dua jam di Batu Tulis, Bogor, Sabtu kemarin.
Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDI Perjuangan dalam siaran pers tertulis diterima redaksi Mediadelegasi, Minggu (9/10), di Medan menjelaskan, tradisi menyepi dan berkomtemplasi perlu dilakukan dalam tradisi pemimpin yang benar-benar berjuang demi masa depan rakyat, bangsa dan negara Indonesia.
“Kedua tokoh ini membahas secara jernih terhadap arah masa depan bangsa dan negara,” tulis Hasto Kristiyanto.
BACA JUGA: Megawati Ambil Sikap Tegas ke Jokowi Jika Luhut Tak Mengklarifikasi
Menurutnya, tradisi menyepi itulah yang secara periodik dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Jokowi. “Dialog dilakukan selama dua jam. Makanan secara khusus dipersiapkan oleh Ibu Megawati berupa jagung, kacang bogor, pisang rebus, talas, dan juga nasi uduk. Dari makanan untuk menjamu Presiden Jokowi sendiri penuh dengan semangat kerakyatan,” katanya.
Hasto menjelaskan, Megawati sendiri sejak bulan Maret 2020 telah menginstruksikan untuk menanam 10 tanaman pendamping beras seperti pisang, jagung, talas, kacang-kacangan, ketela, sukun, sorgum, porang dan lain-lain.
“Apa yang dicanangkan Bu Mega sejak 2,5 tahun lalu kini terbukti, dunia menghadapi krisis pangan. Karena itulah Bu Mega menghidangkan makanan pendamping beras secara khusus ke Pak Jokowi, agar Indonesia benar-benar berdaulat di bidang pangan,” ujarnya.
Dalam diskusi mendalam tersebut, Kata Hasto, juga dibahas langkah-langkah penting di dalam menghadapi krisis ekonomi dunia dan pangan.
“Ibu Mega memang sangat menaruh perhatian terhadap krisis ekonomi dan pangan dan beliau membagi pengalaman lengkap menuntaskan krisis multidimensional. Saat itu seluruh jajaran Kabinet Gotong Royong benar-benar fokus dan terpimpin sehingga pada tahun 2004 Indonesia bisa keluar dari krisis,” paparnya.
Presiden Jokowi pun, ungkapnya, menegaskan keseriusan pemerintah, termasuk bagaimana para menteri harus fokus menangani berbagai tantangan perekonomian, krisis pangan-energi, dan tekanan internasional akibat pertarungan geopolitik.
Berikutnya, terkait agenda Pemilu 2024 juga tidak luput dari pembahasan agar Pemilu 2024 benar-benar menjadi momentum kebangkitan Indonesia Raya. “Ini sekaligus agar ada kesinambungan kepemimpinan sejak Bung Karno, Bu Mega, Pak Jokowi hingga kepemimpinan nasional ke depan,” kata Hasto. D|Red







Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me. https://accounts.binance.com/ur/register-person?ref=WTOZ531Y