Lulusan Vokasi Diminta Kuasai Human Skills, Bukan Cuma Coding

Kamis, 17 September 2026 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Foto: Ist.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Lulusan vokasi tidak cukup hanya mengandalkan keahlian teknis ketika memasuki dunia kerja. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengingatkan mahasiswa agar turut mengembangkan human skills, termasuk komunikasi, kerja sama tim, negosiasi, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan profesional.

Menurut Yassierli, dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang mampu menggabungkan penguasaan teknologi dengan keterampilan berinteraksi. Keahlian teknis seperti coding tetap penting, tetapi kemampuan bekerja bersama orang lain juga menjadi bagian dari kesiapan menghadapi tuntutan pekerjaan.

“Yang kita inginkan bukan orang yang misalnya hanya menguasai coding saja. Pagi, siang, sore, malam, coding. Tetapi dia tidak bisa bergaul dalam tim kerjanya, tidak berinteraksi dengan lainnya. Oleh karenanya, human skills ini penting,” ujar Yassierli, dikutip dari Antara, Kamis (17/9/2026).

Human Skills Perlu Diasah Sejak Kuliah

Menaker menjelaskan bahwa keterampilan interpersonal tidak terbentuk secara instan. Mahasiswa perlu melatihnya sejak berada di perguruan tinggi melalui kegiatan yang melibatkan interaksi langsung, kerja sama, serta pengalaman menghadapi berbagai situasi.

BACA JUGA:  Menteri Ketenagakerjaan Hapus Syarat Usia Kerja untuk Permudah Masyarakat Mendapat Pekerjaan

Kemampuan presentasi, bernegosiasi, dan berkolaborasi, kata Yassierli, sebaiknya menjadi bagian dari proses pembelajaran. Pembiasaan tersebut dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri sebelum terjun ke lingkungan industri yang menuntut komunikasi dan koordinasi.

Selain kesiapan memasuki dunia kerja, Yassierli mendorong mahasiswa untuk memiliki kepedulian terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran dalam membentuk generasi yang mampu menyampaikan gagasan serta aspirasi secara bertanggung jawab.

“Mahasiswa harus menjadi garda moral bangsa. Silakan speak up. Indonesia membutuhkan mahasiswa yang peduli,” tegasnya.

Mahasiswa Didorong Berani Sampaikan Aspirasi

Yassierli menyebut keberanian mahasiswa dalam mengemukakan pandangan merupakan bagian dari dinamika kehidupan bermasyarakat. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian kritik dan aspirasi tetap dilakukan dengan cara yang santun, sopan, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Masa perkuliahan, lanjutnya, perlu dimanfaatkan mahasiswa untuk membangun fondasi kemampuan yang menyeluruh. Fondasi tersebut mencakup keahlian teknis, human skills, pengalaman industri, kegiatan organisasi, dan kepekaan terhadap lingkungan sosial.

BACA JUGA:  Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara untuk Korban Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Target Rampung Awal 2026

Kampus Berperan Siapkan Generasi Masa Depan

Menaker berharap mahasiswa yang menyelesaikan pendidikan dalam tiga atau empat tahun mendatang tidak hanya memiliki kesiapan untuk mendapatkan pekerjaan. Ia juga ingin lulusan vokasi mampu berkontribusi terhadap pengembangan industri melalui pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.

“Semoga tiga atau empat tahun lagi, saat mahasiswa hadir ke industri, lulusan bukan hanya siap bekerja, tetapi juga mampu mengembangkan industri. Dan semoga dari sini juga lahir pemimpin-pemimpin masa depan,” kata Yassierli.

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli turut memberikan apresiasi terhadap model pembelajaran yang diterapkan Politeknik Mitra Industri di Bekasi. Kampus tersebut dinilai memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman melalui proyek langsung dan jejaring industri, sehingga keterampilan teknis serta human skills dapat dikembangkan secara bersamaan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nusron Wahid Diyakini Kooperatif jika Dipanggil KPK
Dokter Tifa Optimistis Eksepsi Kedua Kasus Ijazah Jokowi Dikabulkan
Sidang Eksepsi Dokter Tifa Digelar, Kasus Ijazah Jokowi Berlanjut
Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi
OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan
Bos Summarecon Tersangka KPK, Manajemen Buka Suara Soal Suap HGB Bogor
Pemerintah Siaga Satu Karhutla IKN, Zona Inti Istana Presiden Dijaga Ketat
KPK Dalami Aliran Dana Suap Rp1,5 Miliar Summarecon, Bisa Jerat Korporasi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:05 WIB

Lulusan Vokasi Diminta Kuasai Human Skills, Bukan Cuma Coding

Kamis, 17 September 2026 - 11:36 WIB

Nusron Wahid Diyakini Kooperatif jika Dipanggil KPK

Kamis, 17 September 2026 - 11:19 WIB

Dokter Tifa Optimistis Eksepsi Kedua Kasus Ijazah Jokowi Dikabulkan

Kamis, 17 September 2026 - 11:06 WIB

Sidang Eksepsi Dokter Tifa Digelar, Kasus Ijazah Jokowi Berlanjut

Rabu, 16 September 2026 - 15:26 WIB

OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan

Berita Terbaru

Empat pria yang mengaku wartawan dan LSM, yakni AP, AA, PMS, dan ZK. Foto: mistar.id.

Kabupaten Samosir

Polres Samosir Periksa 4 Pria Diduga Peras Kades

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:14 WIB

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Foto: Ist.

Nasional

Lulusan Vokasi Diminta Kuasai Human Skills, Bukan Cuma Coding

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:05 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Foto: Ist.

Nasional

Nusron Wahid Diyakini Kooperatif jika Dipanggil KPK

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:36 WIB