Mengurus yang sakit, Menguatkan yang Lemah : Perjuangan Bobby berbuah UHC Award

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ist.

Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award kategori Pratama dari BPJS Kesehatan yang diterima Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bukan sekadar capaian administratif belaka. Lebih dari itu, penghargaan ini adalah buah dari perjuangan panjang dalam mengurus dan menghadirkan negara di tengah kecemasan paling manusiawi, yaitu rasa takut jatuh sakit tanpa biaya yang memadai.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution, kebijakan kesehatan di Sumatera Utara diarahkan keluar dari ruang rapat yang nyaman dan masuk ke dalam realitas kehidupan warga yang sebenarnya. Mengurus kesehatan masyarakat bukan lagi sekadar angka-angka statistik, melainkan sebuah komitmen nyata untuk hadir di tengah-tengah mereka yang membutuhkan. Ke ruang tunggu puskesmas yang seringkali penuh sesak, ke lorong rumah sakit yang selama bertahun-tahun menjadi batas antara harapan sembuh dan keputusasaan, di sanalah kebijakan diuji—apakah negara benar-benar hadir, atau hanya tercatat di atas kertas sebagai janji-janji manis yang tak pernah terwujud.

Bobby Nasution memilih jalan yang tidak mudah, namun penuh dengan keberpihakan. Mendorong perluasan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional melalui skema UHC berarti mengurus dan menata ulang anggaran yang ada, menekan birokrasi yang seringkali berbelit-belit, dan memastikan bahwa pemerintah daerah tidak lagi membiarkan warganya berhadapan sendiri dengan mahalnya biaya pengobatan yang semakin tak terjangkau. Prinsipnya sederhana namun tegas: tak boleh ada satu pun warga Sumatera Utara yang menunda berobat hanya karena tak punya uang.

BACA JUGA:  Kementan Rehabilitasi Lahan Pertanian Hortikultura di Sumut Pasca-Banjir dan Longsor, Fokus pada Kebun Cabai

Program UHC dijalankan bukan sebagai target angka yang harus dicapai, melainkan sebagai upaya untuk mengurus dan memulihkan kepercayaan rakyat bahwa negara masih berpihak kepada mereka yang membutuhkan. Setiap kartu kepesertaan adalah harapan baru. Setiap akses layanan kesehatan adalah bentuk kehadiran pemerintah yang nyata, bukan sekadar slogan kosong yang hanya diucapkan saat kampanye.

Pengakuan nasional dari BPJS Kesehatan menjadi penanda bahwa upaya tersebut terlihat dan diakui oleh pihak lain. Namun bagi Bobby Nasution, penghargaan ini bukanlah garis akhir dari sebuah perjuangan. Ia adalah pengingat bahwa kerja di sektor kesehatan tidak berhenti pada seremoni dan pidato-pidato indah, melainkan harus terus dijaga dan ditingkatkan di lapangan—agar tidak ada lagi cerita warga yang pulang dari rumah sakit dengan duka yang mendalam karena persoalan biaya yang tak mampu mereka tanggung.

Di Sumatera Utara, perjuangan itu masih terus berlangsung dengan semangat yang tak pernah padam. Namun satu hal kini jelas: arahnya telah ditetapkan dengan pasti—kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara, dan negara wajib memperjuangkannya sampai tuntas, tanpa terkecuali.

BACA JUGA:  UHC Award untuk Sumut, Bukti PROBIS Berhasil

Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, memperluas jangkauan program UHC, dan memastikan bahwa seluruh masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terbebani oleh masalah biaya.

Selain itu, pemerintah juga terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti rumah sakit, puskesmas, dan organisasi masyarakat sipil, untuk meningkatkan efektivitas program UHC dan memastikan bahwa program ini benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Dengan semangat gotong royong dan kerja keras, Sumatera Utara terus berupaya mewujudkan visi pembangunan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan, di mana setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas.

Penghargaan UHC Award ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Sumatera Utara untuk terus bekerja keras dan berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

2 tanggapan untuk “Mengurus yang sakit, Menguatkan yang Lemah : Perjuangan Bobby berbuah UHC Award”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekdaprov Sumut Ingatkan ASN Gunakan AI Sesuai Nilai BerAKHLAK
Bobby Nasution Dorong TVRI Sumut Hidupkan Budaya Daerah Lewat Program Kreatif
Bobby Nasution Salat Iduladha di Binjai, Pemprov Sumut Salurkan 167 Hewan Kurban
Pemprov Sumut Gelontorkan Rp1,3 Triliun Bangun Infrastruktur, Fokus Jalan dan Jembatan Tahun 2026
Anggaran Rp484 Miliar Tower B RS Haji Medan Dipertanyakan, Pemprov: Angka Belum Mutlak dan Bisa Lebih Murah
Pemprov Sumut Siap Gelar INACRAF di Medan, Usulkan Gabungkan dengan PRSU 2027
Bobby Nasution Minta Persiapan MTQ ke-40 Sumut Dipersiapkan Matang, Targetkan Kesan Mendalam
Ketika “Engkau” Membentuk “Kita”: Au Do Ho, Ho Do Au: Etika Kita

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:00 WIB

Sekdaprov Sumut Ingatkan ASN Gunakan AI Sesuai Nilai BerAKHLAK

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:38 WIB

Bobby Nasution Dorong TVRI Sumut Hidupkan Budaya Daerah Lewat Program Kreatif

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:30 WIB

Bobby Nasution Salat Iduladha di Binjai, Pemprov Sumut Salurkan 167 Hewan Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:08 WIB

Pemprov Sumut Gelontorkan Rp1,3 Triliun Bangun Infrastruktur, Fokus Jalan dan Jembatan Tahun 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 15:03 WIB

Anggaran Rp484 Miliar Tower B RS Haji Medan Dipertanyakan, Pemprov: Angka Belum Mutlak dan Bisa Lebih Murah

Berita Terbaru

22-24 Juni 2026, Dekranasda Gelar UMKM Siantar Expo . (Foto:Ist)

Kota Pematangsiantar

22-24 Juni 2026, Dekranasda Gelar UMKM Siantar Expo

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:33 WIB