Mobil Kapolres Belawan Diserang, 1 Orang Remaja Tewas Tertembak

- Penulis

Selasa, 6 Mei 2025 - 01:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda  Sumut  Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto  (kanan)   melayat ke rumah duka almarhum Muhammad Syuhada (15) di Jalan Kl Yos Sudarso, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, pada Senin (5/5).  Foto: ist

Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto (kanan) melayat ke rumah duka almarhum Muhammad Syuhada (15) di Jalan Kl Yos Sudarso, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, pada Senin (5/5). Foto: ist

Medan-Mediadelegasi:  Seorang remaja berusia 15 tahun, Muhammad Syuhada, dinyatakan meninggal dunia setelah sehari  sebelumnya terkena tembakan saat insiden penyerangan terhadap mobil Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan yang sedang berupaya membubarkan tawuran di sekitar ruas  Tol Belmera pada Minggu (4/5) dinihari.

Keterangan dihimpun Mediadelegasi Medan,  Syuhada menghembuskan napas terakhir pada Senin pagi (5/5) setelah sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, membenarkan kabar duka tersebut dan menyampaikan belasungkawa secara resmi.

“Memang ada korban, kini sedang dibawa ke rumah sakit. Satu di antaranya meninggal dunia tadi pagi di rumah sakit,” ujar Irjen Whisnu dalam keterangannya kepada pers.

Selain Syuhada, satu remaja lainnya berinisial B (17) juga diduga tertembak dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif.

Menanggapi peristiwa ini, Kapolda Sumut menegaskan pihaknya tela membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut tuntas kejadian yang melibatkan pucuk pimpinan Polres Pelabuhan Belawan tersebut.

“Saya atas nama Kapolda Sumut dan jajaran mengucapkan turut berdukacita. Kami sudah membentuk tim khusus dari Polda Sumut yang diketuai Irwasda bersama Propam, Krimum, dan Labfor untuk memastikan kejadian tersebut secara objektif,” tegasnya.

Whisnu  mengatakan akan menonaktifkan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan pasca insiden tewasnya Muhammad Syuhada.

Ia menyebut, penonaktifan AKBP Oloan masih diajukan ke Mabes Polri. Jika disetujui, maka penonaktifan akan segera dilakukan.

Hal ini, kata Kapolda,  untuk mempermudah pemeriksaan terhadap Kapolres Belawan tersebut.

BACA JUGA:  Tragedi Biru Unifil: Laporan PBB Ungkap Tabir Kematian

“Kami telah memohon  kepada Mabes Polri untuk bisa memeriksa Kapolres (Belawan) secara transparan dan meminta meminta persetujuan dari Mabes Polri untuk menonaktifkan Kapolres sementara waktu,”  Kata Whisnu.

Penyelidikan
Kapolda menerangkan Bid Propam, Inspektur Pengawas Daerah, Ditreskrimum Polda Sumut sedang melakukan penyelidikan penembakan ini.

 “Kami gak main-main. Apalagi terkait meninggal dunia, tranparansi harus ditegakkan. Ini adalah langkah tegas dari pimpinan Polri, melibatkan tim pidana umum, laboratorium forensik. Untuk memastikan apa yang terjadi kita mengundang Kompolnas, ” ujar Whisnu.

Sebagai informasi,  Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan, menjadi korban penghadangan saat melintas di Tol Belmera, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Minggu  (4/5)  dini hari.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan kejadian bermula saat Polres Pelabuhan Belawan mendapatkan informasi terkait terjadi tawuran antar pemuda di simpang Kantor Camat Belawan pada Sabtu (3/5) sekitar pukul 19.30 WIB.

“Setelah mendapatkan laporan itu, Kapolres segera memimpin apel untuk mengantisipasi tawuran susulan. Kapolres juga melaksanakan siaga di Posko Berkawan hingga pukul 02.00 WIB,” ujarnya, Minggu (4/5).

Merespons hal itu, lanjut dia, Oloan segera menggelar apel untuk mengantisipasi tawuran susulan dan melaksanakan siaga di posko Berkawan sampai pukul 02.00 WIB.

Lalu, Oloan meninggalkan posko untuk memantau situasi keamanan wilayah lain.

“Saat memasuki Tol Balmera, dia (Oloan) mendapati adanya tawuran. Para pelaku tawuran ini melakukan penghadangan mobil dinas Kapolres Pelabuhan Belawan,” kata Ferry.

BACA JUGA:  Seorang Calhaj Kloter 12 Meninggal Dunia di Asrama Haji Medan

Selanjutnya, sopir mobil dinas Oloan berhenti. Oloan pun turun dari mobil dan melepaskan tiga kali tembakan peringatan.

Sayangnya, para pelaku tawuran tetap menyerang dengan menembakkan mercon dan pelemparan batu.

Beberapa saat kemudian,  Oloan mengambil keputusan diskresi dan menembak ke arah para pelaku tawuran sebanyak tiga kali

“Dia  (Oloan)  mengarahkan tembakan ke bagian kaki para pelaku. Namun, kondisi di lokasi ketika itu kurang terang,” sebut Ferry.

Alhasil, ada dua remaja yang  tertembak, yakni raja berinisial  MS mengalami luka di bagian perut dan B (17) terluka di bagian tangan.

Setelah itu, Oloan meninggalkan lokasi sambil menelepon Waka Polres Pelabuhan Belawan untuk meminta perkuatan dan bantuan personel. Tak lama, puluhan personel kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan penyisiran.

Hasilnya, kata dia, ada 20 orang yang ditangkap diduga melakukan penghadangan dan tawuran. Dari 20 orang, ada 14 orang positif narkoba jenis ganja.

Kondisi Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan, baik-baik saja setelah diserang para pelaku tawuran di Tol Belmera, Kecamatan Medan Belawan.

“Kondisinya aman,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, Kompol Siti Rohani Tampubolon.

Siti pun menyebutkan, sopir Oloan sewaktu insiden penyerangan itu terjadi juga baik-baik saja. Akan tetapi, mobil dinas yang dipakai Oloan lecet akibat dipukul pakai kelewang dan dilempari batu. D|Red

Baca  artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

3 tanggapan untuk “Mobil Kapolres Belawan Diserang, 1 Orang Remaja Tewas Tertembak”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Program Revitalisasi Sekolah di Medan Disorot, LP3 Siap Laporkan ke Kejati Sumut
Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar
Srikandi FAST UNPRI Tembus Jurnal Scopus Q2: Bukti Nyata Kebijakan Kelulusan Berbasis Publikasi Ilmiah
Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”
Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur
Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:08 WIB

Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:43 WIB

Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:02 WIB

Program Revitalisasi Sekolah di Medan Disorot, LP3 Siap Laporkan ke Kejati Sumut

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:32 WIB

Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:49 WIB

Srikandi FAST UNPRI Tembus Jurnal Scopus Q2: Bukti Nyata Kebijakan Kelulusan Berbasis Publikasi Ilmiah

Berita Terbaru