Musa Rajekshah Ajak Wisatawan Jajal Trekking di Wisata Aek Nauli

Senin, 24 Agustus 2020 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub Sumut Musa Rajekshah bersama istri Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah menjajal jungle trekking Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli, Simalungun. Foto:D|Ist

Wagub Sumut Musa Rajekshah bersama istri Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah menjajal jungle trekking Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli, Simalungun. Foto:D|Ist

Simalungun-Mediadelegasi: Kawasan Danau Toba memiliki banyak potensi wisata yang bisa menjadi destinasi bagi wisatawan. Selain danau supervolcano, juga ada wisata air, budaya, panorama hingga jungle trekking.

Salah satunya jungle trekking Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli, Simalungun. Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah yang mengunjungi wisata alam ini,Minggu (23/8), menilai tempat wisata jungle trekking KHDTK Aek Nauli memiliki potensi kunjungan wisatawan yang sangat besar.

Wagub pun menjajal jalur trekking alam sepanjang kurang lebih 3 km hingga ke puncak panorama Aek Nauli. Jalur alami yang terdiri dari berbagai kontur itu melewati pemandangan yang memanjakan mata. Mulai dari sungai, air terjun kecil, pepohonan hutan yang lebat hingga puncak panorama.

Puncak panorama berada di ketinggian kurang lebih 1.310 meter di atas permukaan laut (mdpl). Danau Toba sendiri berada di ketinggian kurang lebih 900 mdpl. “Pemandangannya seperti lukisan dari atas sini. Ayo datang kemari ke Aek Nauli, jadi Danau Toba tidak hanya wisata danau saja,” kata Musa Rajekshah yang datang bersama istri Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah.

Kawasan Hutan Aek Nauli adalah salah satu ragam destinasi wisata yang bisa dikunjungi wisatawan. Dengan berbagai ragam tujuan wisata, diharapkan kunjungan wisatawan semakin banyak ke Danau Toba. Apalagi saat ini Danau Toba sudah ditetapkan menjadi kawasan UNESCO Geopark Caldera.

BACA JUGA:  Tijau Lokasi Rencana Pembangunan Monumen Bung Karno

“Kaldera Toba sudah didengungkan menjadi salah satu geopark dunia oleh UNESCO. Ini patut kita syukuri karena tidak mudah menjadi anggota Unesco Geopark,” kata Musa Rajekshah.

KHDTK sendiri diperuntukkan sebagai tempat riset, pengembangan dan wisata. Sejak tahun 2017, Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli telah menggagas wisata ilmiah. Wisata tersebut menyajikan atraksi wisata berupa edukasi. Misalnya tentang hasil hutan kayu, konservasi gajah, serta primata dan fauna yang ada di KHDTK Aek Nauli.

Di kawasan ini bahkan memiliki pinus (tusam) terbesar di dunia (pinus merkusii) dengan diameter 1,5m dan diperkirakan berusia 200 tahun. Menurut Kepala Balai Litbang LHK Aek Nauli Pratiara Lamin, tingkat polusi di kawasan Aek Nauli sangat rendah sekali. Ia menjelaskan indikatornya antara lain vegetasi di kawasan itu banyak ditemui pacat hingga lumut.

Pratiara mengatakan pengunjung bisa datang dengan perseorangan maupun secara kelompok. Jumlah kunjungan pada tahun 2019 mencapai lebih dari 60 ribu. Balai Litbang LHK Aek Nauli pun menangkap ada segmen wisata minat khusus, yakni perkemahan, trekking, konservasi gajah, edukasi flora fauna dan lainnya.

BACA JUGA:  Gubsu dan Wagubsu Hadiri Pelantikan MW KAHMI dan Forhati Sumut 2021-2026

“Artinya salah satu tujuan wisata ke depannya di Danau Toba tidak hanya wisata air atau budaya, tapi ada wisatawan yang tertarik untuk wisata minat khusus. Segmen itu yang kita tangkap. Jumlah pengunjung 60 ribu per tahun, itu berarti minat khusus itu cukup baik,” ungkap Pratiara.

Namun pada masa pandemi, pengunjung berkurang. KHDTK pun sempat ditutup beberapa saat. Namun pada awal Juni, KHDTK Aek Nauli dibuka kembali dengan tetap mengedepanan protokol kesehatan. “Kita mulai menerapkan, tidak bisa lagi mengumpulkan kerumunan,” kata Pratiara.

Salah seorang pengunjung yang juga aktor kenamaan nasional Sultan Djorghi juga mengagumi keindahan Danau Toba. Ia mengangumi kawasan Aek Nauli yang memiliki taman wisata kera dan jungle trekking. Oleh sebab itu, Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Sumut agar datang ke Danau Toba.

“Di puncak panorama itu kita bisa melihat keindahan Danau Toba yang luar biasa. Saya berharap seluruh masyarakat Indonesia, yuk kita bangkitkan lagi pariwisata Sumatera Utara karena luar biasa,” kata Sultan Djorghi. D|Med-54

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Luapan Sungai Sikkam Rendam 150 Rumah di Simalungun, Lebih Parah dari Tahun 2017
Komitmen Brantas Narkoba, Polres Simalungun Berhasil Amankan Pria Asal Serdang Bedagai, Bawa 11 Paket Sabu dari Luar Daerah
Gerebek Rumah Diduga Tempat Transaksi Sabu, Polres Simalungun Amankan Pria Bertato Beserta Barang Bukti
Dramatis! Pengejaran Wanita Gembong Sabu di Sei Torop, Anggota Polsek Bosar Maligas Terluka Tertusuk Duri Sawit demi Berantas Narkoba
Pelaksanaan Ibadah ASN Pemkab Simalungun: Perbedaan Keyakinan Tidak Menjadi Pemisah
Kecelakaan Tragis Parapat Renggut Tiga Nyawa Seketika
Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih: Pemkab Simalungun Adakan Rakor Khusus
Bupati Simalungun Resmikan SPPG Makan Bergizi Gratis ala Delphi: Standar Tinggi Dijamin
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:52 WIB

Banjir Luapan Sungai Sikkam Rendam 150 Rumah di Simalungun, Lebih Parah dari Tahun 2017

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:01 WIB

Komitmen Brantas Narkoba, Polres Simalungun Berhasil Amankan Pria Asal Serdang Bedagai, Bawa 11 Paket Sabu dari Luar Daerah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:55 WIB

Gerebek Rumah Diduga Tempat Transaksi Sabu, Polres Simalungun Amankan Pria Bertato Beserta Barang Bukti

Senin, 13 Juli 2026 - 10:40 WIB

Dramatis! Pengejaran Wanita Gembong Sabu di Sei Torop, Anggota Polsek Bosar Maligas Terluka Tertusuk Duri Sawit demi Berantas Narkoba

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:21 WIB

Pelaksanaan Ibadah ASN Pemkab Simalungun: Perbedaan Keyakinan Tidak Menjadi Pemisah

Berita Terbaru