Ombudsman Kepri Dorong Evaluasi Boarding School untuk Siswa SD Kelas 1-3 di Sekolah Rakyat

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri Lagat Siadari (Foto:Ist)

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri Lagat Siadari (Foto:Ist)

Batam-Mediadelegasi : Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (RI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyoroti perlunya evaluasi terhadap konsep *boarding school* atau sekolah berasrama yang diterapkan pada Sekolah Rakyat, khususnya bagi siswa usia Sekolah Dasar (SD) kelas 1 hingga 3. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian sistem pendidikan dengan tingkat kesiapan usia anak.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Siadari, mengungkapkan bahwa temuan di lapangan menunjukkan siswa usia dini, terutama yang berada di kelas 1 sampai 3 SD, relatif kesulitan beradaptasi dengan sistem *boarding school*. Banyak dari mereka yang merasa tidak betah tinggal di asrama.

“Ke depan perlu ditinjau ulang, terutama untuk anak kelas 1 sampai 3 SD yang mengikuti sistem *boarding school*. Dari temuan kami, usia tersebut relatif sulit beradaptasi dan tak betah,” ujar Lagat Siadari saat dikonfirmasi di Batam, Rabu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa dalam praktiknya, banyak siswa usia dini yang tidak betah tinggal di asrama. Di Tanjungpinang dan Natuna, sebagian anak memilih untuk pulang, bahkan dijemput oleh orang tua mereka karena belum siap untuk berpisah dari keluarga.

BACA JUGA:  Ramalan Zodiak Besok Kamis 4 September 2025: Aries, Taurus, Gemini, dan Cancer

“Anak umur 6-7 tahun itu rata-rata belum siap *boarding*. Ada yang baru beberapa waktu sudah minta pulang,” katanya.

Saat ini, program Sekolah Rakyat belum ada di Batam dan tidak direncanakan untuk didirikan di kota tersebut. Program ini baru berjalan di tiga wilayah, yaitu Tanjungpinang, Natuna, dan Anambas.

Di Sekolah Rakyat Tanjungpinang, dari kuota 100 siswa, tercatat sekitar 25 anak mengundurkan diri dan meminta untuk pulang. Pihak sekolah saat ini masih berupaya mencari pengganti untuk mengisi kekosongan tersebut.

Kondisi serupa juga sempat terjadi di Natuna. Meskipun demikian, jumlah siswa di Natuna kini kembali hampir penuh, dengan sekitar 95 anak setelah dilakukan penggantian siswa yang mengundurkan diri.

Berdasarkan kondisi tersebut, Ombudsman Kepri mendorong agar ke depan sistem sekolah berasrama lebih difokuskan pada siswa kelas 4 hingga 6 SD. Sementara itu, untuk siswa kelas 1 hingga 3 SD, pola pendidikan non-*boarding* dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan mereka.

BACA JUGA:  TNI Bangun Satu Kapal BCM di Galangan PT Batammec Batam

“Sarana dan prasarana relatif baik, anak-anak mendapat fasilitas lengkap seperti laptop dan seragam. Namun persoalan utama tetap pada kesiapan usia anak untuk sistem *boarding*,” katanya.

Ombudsman Kepri berharap evaluasi ini dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan pihak terkait dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Tujuannya adalah untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan psikologis anak-anak usia SD.

Dengan adanya evaluasi yang komprehensif, diharapkan program Sekolah Rakyat dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh siswa, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau.D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

300 WNI Pekerja Migran Dipulangkan dari Malaysia
Wapres Gibran Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMKN 1 Batam
Ramalan Zodiak Besok Kamis 4 September 2025: Aries, Taurus, Gemini, dan Cancer
Bendera Bajak Laut One Piece Dikibarkan di Batam, Polisi Lakukan Penindakan
BP Batam Lantik 400 Pegawai Eselon III dan IV, Ini Tujuannya
Ayah di Batam Diciduk Polisi karena Cabuli Anak Kandung yang Baru Usia 3 Tahun
Batas Usia dalam Lowongan Kerja Mau Dihapus, Disnaker Batam: Kami Siap Mendukung
Ramalan Zodiak Besok 9 April 2025, Capricorn, Leo, sagitarius

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 12:08 WIB

Ombudsman Kepri Dorong Evaluasi Boarding School untuk Siswa SD Kelas 1-3 di Sekolah Rakyat

Kamis, 13 November 2025 - 18:47 WIB

300 WNI Pekerja Migran Dipulangkan dari Malaysia

Rabu, 10 September 2025 - 11:42 WIB

Wapres Gibran Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMKN 1 Batam

Rabu, 3 September 2025 - 14:08 WIB

Ramalan Zodiak Besok Kamis 4 September 2025: Aries, Taurus, Gemini, dan Cancer

Selasa, 5 Agustus 2025 - 13:15 WIB

Bendera Bajak Laut One Piece Dikibarkan di Batam, Polisi Lakukan Penindakan

Berita Terbaru