Rekayasa Surat Ombudsman Jerat Hery Susanto Tersangka

Kamis, 16 April 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Ombudsman Hery Susanto. Foto: Ist.

Ketua Ombudsman Hery Susanto. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Kejaksaan Agung Republik Indonesia menetapkan Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola tambang nikel yang berkaitan dengan rekayasa surat Ombudsman. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam penerbitan surat rekomendasi yang mengoreksi kebijakan pemerintah.

Rekayasa Surat Ombudsman Terungkap dalam Penyidikan Kejagung

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa perkara tersebut bermula dari persoalan yang dialami sebuah perusahaan tambang terkait kewajiban pembayaran penerimaan negara.

“Jadi pada awalnya ada salah satu perusahaan bernama PT TSHI itu memiliki permasalahan perhitungan PNBP oleh Kemenhut,” kata Syarief dalam konferensi pers, Kamis (16/4/2026).

Perusahaan yang dimaksud adalah PT TSHI yang diketahui memiliki sengketa dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia mengenai perhitungan kewajiban Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Menurut penyidik, perusahaan tersebut merasa keberatan atas nilai kewajiban PNBP yang ditetapkan oleh kementerian terkait. Persoalan tersebut kemudian mendorong pihak perusahaan mencari jalan untuk melakukan koreksi terhadap kebijakan yang telah diterbitkan pemerintah.

BACA JUGA:  Status Tersangka Pendorong Lurah Hingga Masuk Parit di Medan Dicabut

Dalam prosesnya, pihak perusahaan diketahui menghubungi Hery Susanto yang saat itu masih menjabat sebagai Komisioner Ombudsman RI. Komunikasi tersebut diduga berujung pada kesepakatan tertentu yang kemudian mempengaruhi kebijakan lembaga pengawas pelayanan publik tersebut.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/operasi-senyap-kejagung-tangkap-ketua-ombudsman-ri/

Hery kemudian disebut menerbitkan surat rekomendasi yang berisi koreksi terhadap kebijakan Kementerian Kehutanan. Surat tersebut memerintahkan agar perusahaan melakukan penghitungan sendiri terkait kewajiban pembayaran yang harus dipenuhi.

Melalui surat tersebut, kebijakan sebelumnya yang ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan dinilai menjadi tidak berlaku. Kondisi ini diduga memberikan keuntungan bagi perusahaan tambang yang tengah menghadapi sengketa terkait kewajiban PNBP.

Penyidik menduga keputusan tersebut tidak dilakukan secara independen sebagaimana tugas Ombudsman. Sebaliknya, tindakan tersebut diduga dipengaruhi oleh adanya imbalan yang diterima oleh tersangka.

BACA JUGA:  Abraham Samad Diperiksa Polisi Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Siap Melawan Jika Jadi Tersangka

Berdasarkan hasil penyelidikan, Hery diduga menerima uang sebesar Rp1,5 miliar dari direktur perusahaan tambang tersebut. Uang tersebut disebut sebagai imbalan atas penerbitan surat rekomendasi yang mengoreksi kebijakan kementerian.

Dana tersebut diduga diserahkan secara bertahap oleh pihak perusahaan kepada tersangka. Penyerahan uang tersebut kini menjadi bagian dari barang bukti yang didalami oleh penyidik.

Atas dugaan perbuatannya, Hery Susanto dijerat dengan sejumlah pasal terkait tindak pidana korupsi, termasuk Pasal 12 huruf a dan b serta Pasal 5 dalam ketentuan hukum yang mengatur tentang gratifikasi dan penyalahgunaan kewenangan.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Hery Susanto langsung ditahan oleh penyidik Kejaksaan Agung. Ia kini menjalani masa penahanan selama 20 hari di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan sambil menunggu proses penyidikan lebih lanjut. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemnaker dan Polri Sukses Mediasi PHK PT Amos Indah Indonesia Pesangon Rp12,7 Miliar Cair
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Roy Suryo Sebut Jadi Angin Segar Perkara Ijazah Jokowi
Presiden Prabowo Panggil Para Menteri Rapat Terbatas di Istana Bahas Agenda Strategis
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan PN Jaktim Komitmen Usut Ijazah Jokowi Tak Surut
Bareskrim Polri Tangkap Bandar Besar Narkoba Rokan Hilir Haradongan Simanjuntak
Menaker Yassierli Tegaskan SDM Unggul dan Inovatif Kunci Utama Mewujudkan Indonesia Emas 2045
Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah karena Alasan Kesehatan
Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan Terima Silaturahmi Generasi Muda Pomparan Somba Debata Siahaan, Beri Motivasi untuk Raih Prestasi dan Mengabdi bagi Bangsa.
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:29 WIB

Kemnaker dan Polri Sukses Mediasi PHK PT Amos Indah Indonesia Pesangon Rp12,7 Miliar Cair

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:41 WIB

Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Roy Suryo Sebut Jadi Angin Segar Perkara Ijazah Jokowi

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:11 WIB

Presiden Prabowo Panggil Para Menteri Rapat Terbatas di Istana Bahas Agenda Strategis

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:49 WIB

Bareskrim Polri Tangkap Bandar Besar Narkoba Rokan Hilir Haradongan Simanjuntak

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:09 WIB

Menaker Yassierli Tegaskan SDM Unggul dan Inovatif Kunci Utama Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru