Paman Tikam Keponakan Karena Emosi Disepelekan

Paman Tikam Keponakan Karena Emosi Disepelekan
Palu godam hakim sebuah ilustrasi. Foto:D|Ist

Medan-Mediadelegasi: Sidang pembunuhan keponakan yang sempat viral dengan terdakwa Syaiful alias Iful, kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan, Senin (9/8). Dalam sidang agenda pemeriksaan terdakwa itu, Syaiful paman korban mengaku khilaf tikam keponakan, Muhammad Syidik karena emosi merasa disepelekan.

“Dia maki-maki saya, masak saya dimaki-maki keponakan. Sepele kali dia sama saya pak hakim,” katanya usai dicecar Majelis Hakim yang diketuai Hendra Sutardodo.

Menurut Syaiful  keponakannya yang saat itu masih dalam keadaan mabuk, memukul kepalanya di depan umum  sehingga terjadi perkelahian paman versus ponakan dan dipisahkan oleh warga. “Dia mabuk juga, terus dia memukul saya, dia pun sempat menantang buka baju,” ucap Syaiful.

Bacaan Lainnya

Namun karena dipicu emosi, sang paman, Syaiful  pulang ke rumah mengambil sebilah pisau dengan maksud mengancam korban. Bukannya takut, korban malah  menantang balik terdakwa.

“Saya tusuk pakai pisau, silap saya pak, saya mau kasi pelajaran aja sama dia sebenarnya, saya bukan niat mematikan,” ucap Syaiful.

Usai tikam perut keponakannya, terdakwa sang paman pun sempat melarikan diri. Ia mengaku sudah mendengar kabar kalau keponakannya meninggal dunia, namun tidak sempat meminta maaf.

“Saya dengar kabar dia dibawa ke rumah sakit dan meninggal. Saya di daerah kira-kira lima hari. Saya keluar kota, mengelak lah sementara pak, menyesal kali saya pak Hakim,” pungkasnya.

Usai memeriksa terdakwa, majelis hakim menunda sidang pekan depan dengan agenda tuntutan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum Christian Sinulingga,i perkelahian antara korban dengan terdakwa, dikarenakan terdakwa merasa disepelekan oleh keponakannya.

Pos terkait