Parkir Semrawut Medan: Jukir Liar Merajalela, Tarif Parkir Tinggi, Kadishub Bungkam

Kamis, 2 Oktober 2025 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Parkir dan Juru Parkir Meresahkan. Parkir Ilegal tak sesuai tarif meresahkan masyarakat . (Foto:Ist)

Parkir dan Juru Parkir Meresahkan. Parkir Ilegal tak sesuai tarif meresahkan masyarakat . (Foto:Ist)

Medan-Mediadelegasi : Masalah perparkiran di Kota Medan tak kunjung usai. Tarif parkir yang mencekik, keberadaan juru parkir (jukir) liar yang meresahkan, dan rendahnya penyerapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir terus menjadi keluhan utama masyarakat.

Kasus-kasus jukir liar yang kerap bertindak dengan gaya premanisme semakin mencoreng citra Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, yang kini dipimpin oleh Kepala Dinas (Kadis) baru, Erwin Saleh. Alih-alih membawa perubahan, masyarakat menilai kinerja Dishub justru semakin memburuk.

Keluhan demi keluhan dari masyarakat terkait masalah parkir ini bahkan telah sampai ke telinga Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Saat diwawancarai wartawan usai melantik tiga pejabat Eselon II pada Kamis (2/10/2025), Rico Waas tak menampik bahwa belum ada perubahan signifikan ke arah yang lebih baik dalam hal tarif parkir maupun pelayanan parkir di Kota Medan.

“Dari BKPSDM terus menilai, sampai ke saya mana yang tidak baik dan baik. Kita tunggu ya, karena kebijakan baru butuh kajian komprehensif, jangan buat kebijakan baru malah tidak efektif. Perwal parkir sedang proses,” ujar Rico Waas.

Namun, harapan masyarakat akan perubahan tampaknya masih jauh dari kenyataan. Sejak Erwin Saleh dilantik sebagai Kadishub Medan, belum ada perbaikan kinerja yang berarti. Masyarakat masih sering menjadi korban pungutan liar (pungli) oleh jukir, karcis parkir ilegal masih beredar luas dengan tarif yang tidak sesuai dengan peraturan wali kota (Perwal) resmi.

BACA JUGA:  Zani Afoh: Profesional dan Bangun Eksistensi di Sumatera Utara

Sebagai contoh, di kawasan Lapangan Merdeka hingga Kesawan Square, tepatnya di depan Pos Blok, pengendara sepeda motor seringkali diminta membayar tarif parkir sebesar Rp 5.000, padahal tarif resmi seharusnya hanya Rp 3.000. Bahkan, tak jarang jukir meminta bayaran sebelum pengendara turun dari sepeda motor.

Selain itu, masalah perparkiran juga dialami oleh para pedagang di Pajak Perguruan. Mereka mengeluhkan kesemrawutan sistem perparkiran yang merugikan baik pembeli maupun pedagang. Persoalan ini sudah berlangsung lama, namun hingga kini belum ada solusi konkret dari Dishub Kota Medan.

Sejumlah pedagang menuturkan bahwa pembeli enggan datang berbelanja karena harus membayar parkir meski hanya singgah sebentar tanpa turun dari sepeda motor. Kondisi ini membuat masyarakat berpikir dua kali sebelum berbelanja ke Pajak Perguruan.

“Beli kue basah, pangsit sebentar saja, tidak turun dari motor, tetap ditagih parkir. Lama-lama orang malas belanja ke sini,” keluh seorang pedagang dengan nada kesal

BACA JUGA:  Jelang Lebaran, Wali Kota Medan dan Ketua TP PKK Tinjau Pusat Perbelanjaan Ramayana

Ironisnya, menurut para pedagang, jumlah jukir liar justru mendominasi di kawasan tersebut. “Jukir resmi yang pakai bet, rompi, dan karcis hanya satu orang. Sisanya liar, dan mereka malah nawarin sistem bulanan. Kalau tidak mau bulanan, dagangan kami diletakkan juru parkir di depannya,” ujar pedagang lain.

Para pedagang pun menuntut agar Kadishub Kota Medan, Erwin Saleh, turun langsung ke lapangan melihat kondisi semrawut ini. Mereka berharap ada penertiban tegas agar iklim perdagangan di Pajak Perguruan kembali normal. “Bapak Kadishub tolong turun langsung. Kami pedagang sudah sangat resah. Kalau dibiarkan, pembeli semakin lari, kami bisa mati pelan-pelan,” pungkas seorang pedagang dengan nada putus asa.

Sementara itu, Kadishub Kota Medan, Erwin Saleh, berulang kali diminta bertemu dalam upaya konfirmasi terkait masalah ini.

Namun, yang bersangkutan seolah terus menghindar. Konfirmasi via seluler dan pesan WhatsApp yang dilayangkan secara berulang juga belum mendapatkan respons, padahal yang bersangkutan sering terlihat online.

Sikap bungkam Kadishub ini tentu menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan pedagang. D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek LPJU Kota Medan Rp100 Miliar Lebih Disorot, Empat Kelompok Berebut Jadi Pemenang
LHKPN Jadi Tanda Tanya, Ini Rekam Jejak Kontroversi Kapolrestabes Medan
DPP Garda Kamtibmas Minta Dian Cina Dipindahkan ke Nusakambangan
Penunjukan Kadisdik Medan Disorot, Kasus BLUD Pirngadi Kembali Jadi Sorotan
Air Mata Ibu Pecah, Pelajar SMA Tewas Ditembak di Tengah Bentrokan Medan Labuhan
Mantan Kadis LH Tebing Tinggi Didakwa Korupsi BBM Bersubsidi Rp863 Juta
Kapolres Pelabuhan Belawan Terima Kunjungan PT Pelindo di Polres Pelabuhan Belawan
Dugaan Korupsi Medan Fashion Festival 2024: Eks Kadis Mengaku Ditekan Pimpinan hingga Rugikan Negara Rp1 Miliar
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:12 WIB

Proyek LPJU Kota Medan Rp100 Miliar Lebih Disorot, Empat Kelompok Berebut Jadi Pemenang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:28 WIB

LHKPN Jadi Tanda Tanya, Ini Rekam Jejak Kontroversi Kapolrestabes Medan

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:04 WIB

Penunjukan Kadisdik Medan Disorot, Kasus BLUD Pirngadi Kembali Jadi Sorotan

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:24 WIB

Air Mata Ibu Pecah, Pelajar SMA Tewas Ditembak di Tengah Bentrokan Medan Labuhan

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:41 WIB

Mantan Kadis LH Tebing Tinggi Didakwa Korupsi BBM Bersubsidi Rp863 Juta

Berita Terbaru