“Jangan salah gunakan jabatan dan kewenangan saudara-saudara. Pastikan setiap keputusan yang saudara buat adalah untuk masyarakat Kota Medan,” imbuhnya, mengingatkan pentingnya akuntabilitas dalam setiap tindakan.
Motivasi juga diberikan kepada pejabat di level menengah. Rico Waas mendorong mereka untuk terus menunjukkan kelayakan agar dapat naik ke jenjang karier yang lebih tinggi di masa depan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa evaluasi akan tetap dilakukan jika kinerja tidak memuaskan, dengan BKPSDM yang akan terus memantau kedisiplinan dan capaian kinerja seluruh ASN.
Tiga poin krusial menjadi fokus utama bagi pejabat Eselon II yang baru dilantik tahun ini: pembenahan sistem parkir, percepatan infrastruktur, dan transformasi dunia literasi. Ketiga area ini dianggap sebagai prioritas untuk segera dituntaskan demi kemajuan Kota Medan.
Dinas Perhubungan ditugaskan untuk melakukan transformasi total pada sistem perparkiran, memberantas juru parkir liar, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Sementara itu, Dinas SDABMBK diharapkan bergerak cepat menangani perbaikan jalan, pembangunan trotoar, dan penanganan banjir yang masih menjadi masalah bagi warga Medan.
Terakhir, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan didorong untuk keluar dari zona nyaman dan menjadi motor penggerak literasi bagi generasi muda. Transformasi menuju ekosistem belajar yang lebih menarik diharapkan dapat menciptakan generasi yang lebih berpengetahuan dan inovatif. Pelantikan ini dihadiri oleh Sekda Wiriya Alrahman, Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas, dan jajaran pimpinan perangkat daerah lainnya. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







