Helikopter PK CFX Jatuh di Sekadau, Delapan Jiwa Melayang di Hutan Rimba

- Penulis

Jumat, 17 April 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR menemukan ekor helikopter jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat. Foto: Ist.

Tim SAR menemukan ekor helikopter jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Misteri jatuhnya helikopter PK CFX di belantara Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, menyisakan duka mendalam. Peristiwa tragis ini merenggut nyawa seluruh delapan orang yang berada di dalamnya, meninggalkan pertanyaan besar tentang penyebab pasti kecelakaan yang terjadi pada Kamis, 16 April 2026. Kabag Ops Polres Sekadau, AKP Sugianto, mengonfirmasi penemuan titik koordinat jatuhnya helikopter dan status seluruh penumpang yang dinyatakan meninggal dunia.

Upaya evakuasi korban segera dilancarkan, namun medan yang sulit dan cuaca buruk menjadi kendala utama bagi tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Basarnas, BPBD, pemadam kebakaran, serta bantuan dari warga setempat. Lokasi jatuhnya helikopter berada di kawasan hutan rimbun dengan topografi perbukitan yang terjal, menyulitkan akses tim penyelamat untuk mencapai titik tersebut.

Daftar Kru dan Penumpang Helikopter PK CFX

Helikopter nahas ini diketahui mengangkut total delapan orang, terdiri dari enam penumpang dan dua kru. Identitas kru yang bertugas adalah pilot Captain Marindra W dan EOB Harun Arasyid. Sementara itu, keenam penumpang yang turut menjadi korban adalah Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Kepala Basarnas, Marsdya Mohammad Syafii, merinci data koordinat hilangnya kontak helikopter, yaitu di 0’10″51.91 s-110’47″25.49 e. Koordinat pancaran sinyal distress dari ELT tercatat di 0°12’0.00″s-110°44’0.00″e, dengan datum di 0°11’30.39″s-110°45’43.72″e. Area administratif kejadian ini masuk di sekitar Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman.

BACA JUGA:  Jokowi Lantik Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri

Pencarian intensif dilakukan oleh tim SAR gabungan. Salah satu upaya penting adalah pengerahan Heli Super Puma TNI AU pada pukul 13.10 WIB yang menuju lokasi hilangnya kontak. Dari udara, tim berhasil menemukan serpihan yang diduga kuat sebagai ekor helikopter Airbus H130 PK CFX.

Penemuan serpihan ekor helikopter ini berjarak kurang lebih 3 kilometer ke arah Barat dari titik awal hilangnya kontak. Informasi ini segera diteruskan kepada tim darat yang masih berjuang menembus medan yang sulit dan tertutup oleh topografi perbukitan yang tebal.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/trump-umumkan-gencatan-senjata-israel-lebanon-10-hari

Kondisi helikopter yang ditemukan hancur lebur di hutan lebat Sekadau mengindikasikan benturan keras saat jatuh. Detail mengenai penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Faktor-faktor seperti kondisi teknis helikopter, cuaca ekstrem, atau kemungkinan human error akan menjadi fokus utama investigasi.

Tragedi ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan penerbangan, terutama di wilayah dengan medan yang menantang seperti Kalimantan Barat. Prosedur standar operasional dan pemeliharaan helikopter harus selalu menjadi prioritas utama untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

BACA JUGA:  Polres Samosir Selidiki Jatuhnya Avanza ke Danau Toba

Proses evakuasi seluruh korban menjadi prioritas utama tim SAR, meskipun medan yang berat dan kondisi cuaca yang tidak menentu terus menghambat upaya mereka. Pengorbanan dan dedikasi tim SAR patut diapresiasi dalam menghadapi situasi yang penuh tantangan ini.

Keluarga para korban yang menunggu kabar di rumah tentu diliputi kecemasan dan kesedihan yang mendalam. Berita duka ini diharapkan dapat tersampaikan dengan baik dan empati kepada mereka, sembari menunggu hasil investigasi lebih lanjut mengenai penyebab jatuhnya helikopter.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerapuhan hidup dan pentingnya selalu waspada terhadap potensi bahaya, baik di udara maupun di darat. Doa terbaik menyertai arwah para korban agar mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya.

Pihak berwenang terus berupaya keras untuk menyelesaikan proses evakuasi dan investigasi. Perkembangan lebih lanjut mengenai penyebab jatuhnya helikopter PK CFX akan terus diinformasikan kepada publik seiring dengan ditemukannya bukti-bukti baru. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Dairi Wahyu Daniel Sagala Paparkan Progres Nyata Pembangunan Infrastruktur
Divonis 4 Bulan Penjara, Wakil Gubernur Hellyana Ajukan Banding
Memimpin, Bukan Memanejeri Belajar dari Alex Ferguson dan Michael Moritz untuk Menguatkan Organisasi Kemasyarakatan Berbasis Genealogis di Indonesia
Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’
Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
PSSI Sumut Gandeng AAFI, 26 Peserta Lulus Kursus Pelatih Futsal Nasional di Medan
Spektrum Letusan Semeru, Sembilan Erupsi Beruntun Sabtu Pagi
Bantuan Bencana Muzani Disalurkan untuk Warga Sumatera Utara

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:28 WIB

Wabup Dairi Wahyu Daniel Sagala Paparkan Progres Nyata Pembangunan Infrastruktur

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:22 WIB

Memimpin, Bukan Memanejeri Belajar dari Alex Ferguson dan Michael Moritz untuk Menguatkan Organisasi Kemasyarakatan Berbasis Genealogis di Indonesia

Kamis, 30 April 2026 - 14:12 WIB

Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’

Jumat, 17 April 2026 - 14:17 WIB

Helikopter PK CFX Jatuh di Sekadau, Delapan Jiwa Melayang di Hutan Rimba

Jumat, 17 April 2026 - 10:20 WIB

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja

Berita Terbaru