Pemprov Sumut Siapkan Aplikasi Marketplace UMKM

Senin, 27 Juli 2020 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menyampaikan pertumbuhan ekonomi Sumut pada  Government Roundtable Series Covid-19 yang digelar oleh MarkPlus.Inc secara virtual di Rumah Dinas Wagub, Jalan Teuku Daud, Medan, Senin (27/7). Foto: D|Ist

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menyampaikan pertumbuhan ekonomi Sumut pada Government Roundtable Series Covid-19 yang digelar oleh MarkPlus.Inc secara virtual di Rumah Dinas Wagub, Jalan Teuku Daud, Medan, Senin (27/7). Foto: D|Ist

Medan-Mediadelegasi: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus melakukan berbagai upaya pemulihan perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Pemprov akan menyiapkan Aplikasi Marketplace yang memudahkan para pelaku UMKM untuk melakukan aktivitas jual beli.

Hal tersebut dipaparkan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah saat menjadi keynote speaker ‘Government Roundtable Series Covid-19: New, Next, Post’ yang diadakan oleh MarkPlus.inc secara virtual dari Rumah Dinas Wagub di Jalan Teuku Daud Medan, Senin (27/7).

“Dengan begitu, pelaku UMKM bisa bertransaksi ataupun mencari pasar yang lebih luas,” kata Wagub Musa Rajekshah yang didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan SDA Agus Tripriyono.

Tidak hanya Aplikasi Marketplace, jika memungkinkan, Pemprov Sumut juga akan memasilitasi ongkos kirim barang yang terjual, serta memberikan pelatihan alih usaha kepada para pelaku UMKM agar tetap kreatif dan produktif di masa pandemi Covid-19.

Menurut Wagub, saat ini di Sumut ada 48.891 UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 yang perlu terus didorong untuk berbisnis secara online atau daring (dalam jaringan). Meski begitu, jaringan internet di pelosok daerah juga perlu menjadi perhatian.

“Ini kita harapkan bisa mendorong ekonomi kita, ini PR (pekerjaan rumah) kita ke depan agar UMKM bisa berbisnis secara online, begitu juga dengan jaringan (internet) di pelosok desa kita,” ujar Wagub.

BACA JUGA:  Geger! Davina Karamoy Dituding Jadi Simpanan Menteri, Netizen Ramai Berkomentar

Wagub juga menyampaikan, untuk pulihkan perekonomian, Pemprov Sumut akan fokus pada bidang ketahanan pangan. Untuk itu, Pemprov mengajak kabupaten/kota di Sumut agar bersama-sama membangkitkan potensi daerahnya masing-masing.

“Kita akan fokus di bidang pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan. Karena kita harus siap ketahanan pangan di wilayah kita sendiri, mungkin juga kita bisa kirim ke provinsi lain,” ujar Wagub.

Selain itu, pariwisata juga menjadi sektor yang harus diperhatikan. Pada masa pandemi, sektor ini berdampak sangat besar. Sumut memiliki banyak tempat wisata yang berpotensi besar menggerakkan perekonomian, terutama Danau Toba yang menjadi proyek strategis nasional.

Wagub juga memaparkan ada kurang lebih 56.327 tenaga kerja yang terdampak pandemi. Karena itu, Pemprov Sumut telah mengalokasikan anggaran dari refocusing APBD untuk sitmulus ekonomi, jaring pengaman sosial dan bidang kesehatan.

Pada masa awal pandemi atau refocusing tahap pertama, bidang kesehatan mendapat alokasi anggaran lebih besar ketimbang bidang lain. Pada tahap II, alokasi anggaran pada bidang stimulus ekonomi dan Jaring Pengaman Sosial (JPS) akan lebih besar.

“Dan ada masukan dari para bupati dan walikota, kalau bisa agar Pemprov tidak hanya memberi bantuan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau sembako lagi, namun membantu sektor-sektor atau potensi daerah seperti pertanian, perikanan, peternakan, maupun perkebunan. Hal itu memang sejalan dengan program Pemprov Sumut,” kata Wagub.

BACA JUGA:  Pelantikan Pengambilan Sumpah Jabatan di Kejari Medan Sesuai Prokes

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Wiwiek Sisto Widayat mengatakan sektor UMKM berkontribusi sebesar 67% pada perekonomian Sumut. Bank Indonesia juga melakukan survei kepada pelaku UMKM yang terdampak pandemi.

Hasilnya, UMKM mengalami penurunan penjualan, akses pembiayaan sulit, lambatnya distribusi, kesulitan bahan baku serta produksi yang sedikit terhambat. “Oleh karena itu, kami usulkan untuk bagaimana kita bisa melakukan penguatan UMKM,” ujar Wiwiek.

Dikatakannya, ada beberapa strategi penguatan UMKM yang bisa dilakukan. Antara lain, digitalisasi penjualan atau pemasaran, digitalisasi pembayaran, serta alih usaha UMKM. Selain itu, kata Wiwiek, prioritas pengembangan UMKM dapat dilihat dari sisi potensi masing-masing kabupaten dan kota.

“Pengembangan ekosistem bagi UMKM tujuannya untuk memperluas akses pasar, untuk itu, kita mencoba mendorong pasar melakukan penjualan secara online,” ujar Wiwiek.

Sementara itu, Bupati Simalungun JR Saragih mengharapkan agar pemerintah mulai tingkat atas hingga paling bawah bisa menjamin penjualan hasil panen masyarakat. Karena selain pariwisata, Simalungun juga memiliki potensi pertanian dan yang besar.

“Masyarakat membutuhkan jaminan, ketika panen siapa yang beli? Kita harap pemerintah yang membeli, kalau tidak masyarakat ditekan tengkulak,” kata JR Saragih. D|Med-54

Satu tanggapan untuk “Pemprov Sumut Siapkan Aplikasi Marketplace UMKM”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maruli Siahaan Ajak Warga Medan Jadikan Nilai HAM sebagai Budaya Sehari-hari
Target Besar, Pengadaan Miliaran: Tata Kelola Parkir Medan Diuji Transparansi
Sekretaris Dinas Peternakan Labuhanbatu Ditangkap, Tipu Pengusaha Lewat Proyek Laptop Fiktif Rp183 Juta
Ketua MMTK Sumatera Utara Siap Jalan Kaki ke Jakarta, Bawa Isu Dugaan KKN di RSUD dr. Pirngadi Medan
Muhammad Syam Ahza Tarigan Ingin Raih Prestasi Pilih Olahraga Petanque Demi Banggakan Orang Tua
Wartawan & Aktivis Kamisan Aksi Damai: Minta Prabowo Tarik Kata “Londo Ireng” dan Minta Maaf
Yayasan Oysani Generasi Peduli Audiensi ke Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, Paparkan Kinerja & Rencana Kolaborasi
Isu Rebutan Proyek LPJU Ratusan Miliar Bergulir, Kadishub Medan Bungkam Saat Dikonfirmasi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:15 WIB

Maruli Siahaan Ajak Warga Medan Jadikan Nilai HAM sebagai Budaya Sehari-hari

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Target Besar, Pengadaan Miliaran: Tata Kelola Parkir Medan Diuji Transparansi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Sekretaris Dinas Peternakan Labuhanbatu Ditangkap, Tipu Pengusaha Lewat Proyek Laptop Fiktif Rp183 Juta

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Ketua MMTK Sumatera Utara Siap Jalan Kaki ke Jakarta, Bawa Isu Dugaan KKN di RSUD dr. Pirngadi Medan

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:34 WIB

Muhammad Syam Ahza Tarigan Ingin Raih Prestasi Pilih Olahraga Petanque Demi Banggakan Orang Tua

Berita Terbaru