Pengamat Ingatkan Wali Kota Medan Pentingnya Transparansi Anggaran

- Penulis

Selasa, 28 Maret 2023 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



Elfenda Ananda.  Foto: Amirsyam

Elfenda Ananda. Foto: Amirsyam

Medan-Mediadelegasi: Pengamat anggaran dari Sumatera Utara (Sumut) Elfenda Ananda mengingatkan Wali Kota Medan Bobby Nasution mengenai pentingnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran penataan trotoar beserta lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang disebut-sebut mirip ‘pocong’.

“Ada persoalan komunikasi yang tidak tersampaikan kepada publik, sehingga menimbulkan beragam tafsir perihal lambatnya penyelesaian pengerjaan lampu hias di Medan saat ini,” katanya kepada mediadelegasi.id, di Medan, Selasa (28/3).

Berkaitan dengan aspek transparansi ini, menurut dia, Wali Kota Medan seyogyanya membangun dialog dengan cara membuka akses bagi masyarakat dalam hal mendapatkan informasi tentang apa saja yang dilakukan Pemko setempat terkait dana proyek lanskap senilai Rp25,7 miliar yang bersumber dari APBD 2022 itu.

Melalui forum dialog, kata Elfenda, masyarakat bisa mengetahui berbagai hal termasuk berkaitan dengan jumlah dana yang dianggarkan, untuk apa saja pemakaiannya, bagaimana pelaksanaannya, bagaimana sistem kontrolnya, dan siapa yang mendapat benefit secara langsung dari program penataan kota tersebut.

BACA JUGA:  Tujuh Personel Polrestabes Medan Jalani Patsus Imbas Tewasnya Budianto Sitepu

Namun, lanjut dia, Wali Kota maupun Pemko Medan hingga saat ini terkesan kurang transparan soal pengelolaan masing-masing paket proyek yang hingga memasuki triwulan III tahun 2023 belum juga menunjukkan tanda-tanda bakal rampung.

Elfenda menilai pernyataan Wali Kota Medan yang menyebutkan pengerjaan proyek terlambat karena adanya penyatuan atau merger beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), adalah sebuah jawaban yang kurang realistis.

“(soal merger OPD) Inikan soal teknis saja, namun progres pengerjaannya menjadi tanggung jawab kontraktor yang menangani proyek. Jadi, tidak ada alasan yang bersifat urgent sehingga proyek tersebut hingga saat ini belum selesai,” ucap mantan Sekretaris Eksekutif Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Sumut itu.

Di sisi lain, Elfenda meragukan proyek lanskap trotoar beserta pembangunan lampu hias tersebut telah melalui hasil kajian yang mendalam, termasuk ditinjau aspek ekonomi dan dampak sosialnya.

BACA JUGA:  Berikut Makna Pancasila Menurut Baskami Ginting

“Jika alasan pengerjaan proyek lampu hias ini untuk memodernisasi tata ruang kota dan estetika, tentu asumsi itu masih perlu dipertanyakan. Sebab, berdasarkan fakta di lapangan ada konstruksi tiang lampu yang sudah patah dan besi penyangga lampu yang berkarat, serta ada lampu yang cahayanya mengarah ke sekitar drainase,” ujar dia.

Meski demikian, Elfenda mencatat ada berbagai program percepatan pembangunan yang dilakukan Pemko Medan di bawah kepemimpinan Bobby Nasution patut diapresiasi, seperti upaya meyakinkan pemerintah pusat agar mengalokasikan dana APBN untuk membangun infrastruktur.

“Langkah cepat yang dilakukan Wali Kota Medan dengan menjemput anggaran dari beberapa kementerian patut di apresiasi. Meski demikian, Bobby Nasution perlu
lebih banyak lagi meluangkan waktunya untuk mendengar dan melihat langsung keluhan masyarakat, sehingga dapat dilakukan solusi secara cepat dan tepat,” tuturnya. D|Med-AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut
​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan
Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah
Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan
Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum
DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi
Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut
LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:31 WIB

​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:34 WIB

Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WIB

Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:10 WIB

DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi

Berita Terbaru