Medan-Mediadelegasi: Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara atau UIN SU Dr Faisal Riza, MA, menyebut pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) Gerindra-PKB oleh Prabowo dan Muhaimin di Jakarta, Senin (23/1) masih sebatas mengenalkan popularitas ke khalayak umum atau “cek ombak”.
“Ini sekadar cek ombak sambil mengukur kekuatan masing-masing partai politik dan ini penting untuk lebih mengintensifkan komunikasi antara Prabowo dengan Muhaimin,” katanya di Medan, Selasa (24/1).
Dia menilai, pembentukan Sekber Gerindra-PKB sebagai bentuk penjajakan komunikasi antara kedua partai politik (parpol) dan dalam konteks politik hal ini biasa dan normatif dilakukan.
Namun, kata dia, ketika kedua parpol sepakat menuju ke arah lebih serius tentu harus ada pola komunikasi yang lebih intensif dan efektif dilakukan oleh kedua belah pihak.
Dalam konteks pembentukan Sekber, menurutnya, kesepakatan baru sebatas untuk mengefektifkan konsolidasi internal dan puncaknya mengerucut pada deklarasi capres dan cawapres yang akan diusung pada Pilpres tahun 2024.
“Sekber ini kan sifatnya konsolidasi internal dan puncaknya deklarasi, inilah kejutan yang ditunggu publik,” ucap akademisi yang membidangi politik Islam itu.
Sebab, lanjut Faisal, untuk mengusung capres, selain memiliki elektabilitas dan kinerja bagus, juga harus mempertimbangkan dukungan parpol atau koalisi parpol dengan total keterwakilan kursi di DPR RI minimal 20 persen atau sebanyak 115 kursi.
Lebih lanjut ia memperkirakan pascaperesmian Sekber Gerindra-PKB atmosfer politik akan mulai menggeliat kearah yang lebih intensif lagi.
Kongkretnya, menurut alumni UIN Yogyakarta ini, tidak tertutup kemungkinan di Sekber Gerindra-PKB akan ikut bergabung parpol-parpol lain untuk menentukan format koalisi yang selanjutnya mengerucut pada penetapan capres-cawapres.