Pengamat: Sekber Gerindra-PKB Masih Sebatas “Cek Ombak”

- Penulis

Selasa, 24 Januari 2023 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Dr Faisal Riza, MA.  Foto: Amirsyam

Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Dr Faisal Riza, MA. Foto: Amirsyam

Medan-Mediadelegasi: Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara atau UIN SU Dr Faisal Riza, MA, menyebut pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) Gerindra-PKB oleh Prabowo dan Muhaimin di Jakarta, Senin (23/1) masih sebatas mengenalkan popularitas ke khalayak umum atau “cek ombak”.

“Ini sekadar cek ombak sambil mengukur kekuatan masing-masing partai politik dan ini penting untuk lebih mengintensifkan komunikasi antara Prabowo dengan Muhaimin,” katanya di Medan, Selasa (24/1).

Dia menilai, pembentukan Sekber Gerindra-PKB sebagai bentuk penjajakan komunikasi antara kedua partai politik (parpol) dan dalam konteks politik hal ini biasa dan normatif dilakukan.

Namun, kata dia, ketika kedua parpol sepakat menuju ke arah lebih serius tentu harus ada pola komunikasi yang lebih intensif dan efektif dilakukan oleh kedua belah pihak.

Dalam konteks pembentukan Sekber, menurutnya, kesepakatan baru sebatas untuk mengefektifkan konsolidasi internal dan puncaknya mengerucut pada deklarasi capres dan cawapres yang akan diusung pada Pilpres tahun 2024.

“Sekber ini kan sifatnya konsolidasi internal dan puncaknya deklarasi, inilah kejutan yang ditunggu publik,” ucap akademisi yang membidangi politik Islam itu.

BACA JUGA:  Bobby Nasution dan Aulia Rahman, Direstui DPP Gerindra

Sebab, lanjut Faisal, untuk mengusung capres, selain memiliki elektabilitas dan kinerja bagus, juga harus mempertimbangkan dukungan parpol atau koalisi parpol dengan total keterwakilan kursi di DPR RI minimal 20 persen atau sebanyak 115 kursi.

Lebih lanjut ia memperkirakan pascaperesmian Sekber Gerindra-PKB atmosfer politik akan mulai menggeliat kearah yang lebih intensif lagi.

Kongkretnya, menurut alumni UIN Yogyakarta ini, tidak tertutup kemungkinan di Sekber Gerindra-PKB akan ikut bergabung parpol-parpol lain untuk menentukan format koalisi yang selanjutnya mengerucut pada penetapan capres-cawapres.

Meskipun Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden baru dilaksanakan pada 14 Februari 2024, katanya, sejumlah nama telah dideklarasikan oleh beberapa relawan untuk maju ke pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Beberapa nama yang mencuat juga cukup beragam, mulai dari kalangan partai politik, ketua lembaga legislatif, kepala daerah hingga menteri Kabinet Indonesia Maju.

BACA JUGA:  Prof. Muryanto Amin: USU Bersiap Lompat Lebih Tinggi

Dari berbagai analisis survei yang dilakukan lembaga survei nasional, nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Prabowo Soebianto dan Anies Baswedan hingga saat ini masih menempati posisi teratas.

Dari hasil survei sementara tersebut, sebut dia, hal ini bisa menjadi pertimbangan objektif bagi parpol-parpol untuk mengusung Ganjar atau Anis Baswedan yang sudah mendapatkan rekomendasi melalui NasDem.

“Skema pasangan cawapres juga perlu dipertimbangkan dan nama capres itu dilihat siapa pasangannya, jangan sampai blunder,” tuturnya.

Hal lain yang lebih menarik dicermati, menurut peneliti sosiologi politik ini, yakni munculnya nama calon kuda hitam diluar nama-nama yang beredar saat ini, sehingga geliat politik bakal semakin menarik.

Pada Pilpres 2024, ia memprediksi paling tidak ada empat pasangan capres dan cawapres yang akan ikut dalam pesta demokrasi tersebut.

Prediksi tersebut, ujar Faisal, mengingat penyebaran kekuatan parpol dalam rangka menghadapi Pilpres 2024 sangat tinggi, termasuk PDI Perjuangan punya peluang besar untuk mencalonkan tanpa harus berkoalisi. D|Med-AS

Satu tanggapan untuk “Pengamat: Sekber Gerindra-PKB Masih Sebatas “Cek Ombak””

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut
Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak
Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia
Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD
Rico Waas Masih Bungkam Soal Kasus di Dishub Medan, Mahasiswa Gelar Unjukrasa
Rakha Firdaus Lubis dan Naufal Baginda, mendapatkan apresiasi resmi berupa Letter of Appreciation dari NASA
Pernah Praktik di Malahayati Medan, Prof Ridha yang Pernah Soroti Hilangnya Gelar Profesor di Pilkada
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut

Senin, 15 Juni 2026 - 14:48 WIB

Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:43 WIB

Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:53 WIB

Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:24 WIB

Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD

Berita Terbaru