Penyebab Kematian Wartawan di Hotel D’Paragaon Jakarta Belum Diketahui

Sabtu, 5 April 2025 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

Jakarta-Mediadelegasi: Situr Wijaya, 33 tahun yang berprofesi sebagai wartawan media online ditemukan tewas di sebuah kamar hotel D’Paragaon Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat malam, 4 April 2025.

Unit identifikasi dari Polres Jakarta Barat dan Polsek Kebon Jeruk yang berada di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Kemarin kita ke TKP jam 21.00 WIB, setelah dapat laporan. Jenazah ditemukan di kamarnya sendiri (di Hotel D’Paragaon Kebon Jeruk). Ini jenazah orang (asal) Palu,” kata Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung, Sabtu (5/4), seperti dilansir Mediadelegasi dari berbagai sumber.

Lebih lanjut, Arfan mengatakan bahwa untuk sementara belum ada bukti kekerasan benda tumpul pada tubuh korban, kendati ada tanda lebam pada sebagian tubuhnya.

“Lebam di bagian badan. Di badan, tidak ada di muka. Maksudnya (belum) ada bukti penganiayaan, sementara ya. Untuk hasil autopsi kan kita tunggu hasil visum luarnya. Untuk bekas penganiayaan, bekas benda tumpul, belum ada,” katanya.

BACA JUGA:  Rupiah Tertekan Dolar AS, BI Siapkan Strategi Penjagaan Stabilitas Nilai Tukar

 

Keluarga yang curiga dengan kematian korban yang tidak wajar memutuskan untuk melaporkan kematian wartawan itu ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (5/4) siang.

“Ada dugaan korban dihilangkan nyawanya dengan pelaku yang kini sedang didalami,” ujar kuasa hukum keluarga korban, Rogate Oktoberius Halawa.

Oktoberius menyayangkan, pihak hotel tidak menginformasikan kematian korban kepada keluarga.

Informasi kematian korban, justru didapat keluarga dari Rumah Sakit Duta Indah Jakarta Utara, tempat jenazah dibawa.

“Rumah sakit, tahunya dari sopir ambulans yang mengantar jenazah, yang kami sayangkan pihak hotel tidak memberitahukan hal ini ke keluarga korban,” kata Oktoberius.

 

Sopir ambulans yang mengantar jenazah korban ke rumah sakit sempat memberi tahu keluarga Situr tentang kematian korban dengan mengirimkan foto-foto korban.

 

“Setelah melihat foto-foto korban, keluarga curiga bahwa korban telah dihilangkan nyawanya, karena dilihat dari foto kondisi korban mengeluarkan darah di hidung dan mulut, luka memar di wajah dan seluruh badan, serta ada sayatan di leher bagian belakang,” kata Oktoberius.

BACA JUGA:  Pemerintah Siapkan 1.000 Rumah Subsidi bagi Wartawan

 

Selanjutnya, kuasa hukum dan keluarga korban melaporkan dugaan pembunuhan wartawan Situr Wijaya ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/2261/IV/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 5 April pukul 14.23 WIB.

Keluarga melaporkan dugaan tindak pidana pembunuhan UU nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP sebagaimana dimaksud pasal 338.

“Kecurigaan dihilangkan nyawa, bisa diracun, bisa juga dianiaya. Kami berharap agar polisi segera menuntaskan kasus ini dan tidak berlarut-larut,” kata Oktoberius.

Situr Wijaya diduga meninggal pada Jumat malam sekitar pukul 22.25 WIB.

Namun, pihak hotel baru memanggil ambulans untuk mengangkut jenazah keesokan harinya.

“Informasi dari pihak hotel kami terima pukul 12.57, mereka pesan ambulans, bilang atas nama pasien Situr Wijaya mau dibawa ke RS Ukrida yang terdekat dari lokasi,” ujar sopir ambulans yang tidak mau disebutkan namanya. D|Red

 

Baca artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional
MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas Usai Dinilai Takut Jemput Paksa Nusron Wahid
Eksepsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditunda, Sidang Dugaan Pemerasan Lanjut ke Pembuktian
Habiburokhman Ditunjuk Jadi Ketua Panja RUU Perampasan Aset, DPR Targetkan Sah Desember
Gunung Semeru Erupsi 5 Kali Sejak Dini Hari, Status Siaga Level III
KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas Usai Dinilai Takut Jemput Paksa Nusron Wahid

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Eksepsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditunda, Sidang Dugaan Pemerasan Lanjut ke Pembuktian

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Gunung Semeru Erupsi 5 Kali Sejak Dini Hari, Status Siaga Level III

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Berita Terbaru