Medan-Mediadelegasi: Kabar penyerangan perayaan Natal muda-mudi di Sicanang, Belawan, Kota Medan sempat mengusik kedamaian. Pemuda setempat Herman, yang dihubungi Mediadelegasi, Jumat (30/12), membantah kabar itu.
“Bukan penyerangan perayaan Natal. Peristiwa itu merupakan ekses dari diskomunikasi kelompok pemuda antar lingkungan yang sebelumnya doyan tawuran,” ujar Herman, yang juga Ketua Ranting Nahdlatul Ulama (NU), Sicanang.
Menurutnya, aksi tawuran kerap terjadi di kawasan tinggalnya itu. “Sudah lama itu, tawuran antar pemuda kerap terjadi. Tadi malam itu, memang sedang ada Perayaan Natal, tawuran terjadi dan menyasar ke lokasi Perayaan Natal muda-mudi Kristiani di Lingkungan 10,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BACA JUGA: Kerukunan Antarumat Beragama Perlu Terus Dirajut
“Nanti siang, bagda salat Jumat, akan dilaksanakan pertemuan lintas warga, pemuda dan lintas agama di Kantor Lurah Sicanang membahas suasana tidak kondusif yang cukup lama terjadi, termasuk meluruskan pemahaman atas peristiwa tadi malam itu, sehingga warga tidak mudah terprovokasi,” papar Herman yang juga pengurus Karang Taruna itu.
Dikabarkan sebelumnya, sekelompok Pemuda dengan senjata tajam (sajam) menyerang perayaan Natal muda-mudi lingkungan 10, Kelurahan Belawan Sicanang, mengendarai mobil, Kamis (29/12), malam.
Pelaku lebih dari empat orang dengan sengaja menerobos kerumunan warga bersama mobil yang mereka pakai. Perlakuan itu sontak disambut serangan balik. Karena situasi dianggap sangat meresahkan, warga berencana membuat laporan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. D|Red












