Petir Sambar Sawah, Lansia di Grobogan Tewas Tragis

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi olah TKP lansia tewas tersambar petir di persawahan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Foto: Ist.

Polisi olah TKP lansia tewas tersambar petir di persawahan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Foto: Ist.

Grobogan-Mediadelegasi: Sebuah peristiwa tragis merenggut nyawa seorang lansia perempuan bernama Siti Amanah (67), warga Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Korban meninggal dunia setelah tersambar petir saat berada di area persawahan pada Kamis (9/4/2026) sore. Kejadian nahas ini terjadi di tengah kondisi cuaca yang sedang gerimis, menambah suasana suram pada sore itu.

Penemuan Korban Sambaran Petir dan Laporan ke Polsek Penawangan

Berdasarkan keterangan saksi mata, Soelastri (47), korban awalnya terlihat sedang berjalan di area persawahan miliknya. Tiba-tiba, tanpa peringatan, sambaran petir menyambar korban. Melihat kejadian yang mengerikan tersebut, saksi Soelastri segera memberi tahu Supriyanto (43), yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Keduanya segera mendatangi korban untuk memastikan kondisinya. Betapa terkejutnya mereka saat memeriksa, korban Siti Amanah diketahui telah meninggal dunia di tempat kejadian. Peristiwa mengerikan ini kemudian segera dilaporkan kepada Roisu Shaba (36), yang selanjutnya meneruskan laporan resmi ke Polsek Penawangan untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Penawangan, AKP Sutarjo, segera bertindak cepat setelah menerima laporan. Ia mengatakan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Tim Identifikasi dan Forensik (Inafis) Polres Grobogan serta tim medis dari Puskesmas Penawangan 2 untuk melakukan penanganan di lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati bahwa korban telah dibawa ke rumah duka oleh warga dan keluarga.

BACA JUGA:  Arist Merdeka: Tangkap Penganiaya Wanita Lansia di Porsea

Petugas kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area persawahan tempat peristiwa tragis itu terjadi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti-bukti awal dan memastikan penyebab kematian korban.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan adanya pohon pisang di sekitar area kejadian yang juga tersambar petir. Hal ini memperkuat dugaan bahwa sambaran petir memang terjadi di area tersebut. Sementara itu, pada tubuh korban ditemukan luka bakar yang cukup serius di bagian pelipis sebelah kiri. Selain itu, dua gigi korban dilaporkan patah, yang diduga akibat benturan keras saat korban terjatuh setelah tersambar petir.

“Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, korban meninggal diduga akibat tersambar petir saat di persawahan,” ujar AKP Sutarjo. Pernyataan ini menegaskan bahwa penyebab kematian korban adalah murni karena sambaran petir.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/sinergi-demokrat-kejati-harmoni-penegakan-hukum-sumut/

Meskipun penyebab kematian sudah diduga kuat, pihak kepolisian sempat menawarkan kepada keluarga korban untuk melakukan otopsi guna memastikan secara medis penyebab pasti kematian korban. Namun, keluarga korban menyatakan menolak tawaran tersebut. Mereka kemudian membuat surat pernyataan resmi yang menyatakan penolakan otopsi.

BACA JUGA:  Pengguna Ponsel Diimbau Jangan Asal "klik" Blast WA

Setelah proses administrasi selesai dan surat pernyataan dibuat, jenazah korban Siti Amanah kemudian diserahkan sepenuhnya kepada keluarga untuk segera dikebumikan. Pihak kepolisian menghormati keputusan keluarga dalam menghadapi musibah yang menimpa mereka.

Peristiwa ini menjadi pengingat yang mengerikan akan bahaya petir, terutama saat beraktivitas di area terbuka seperti persawahan. Kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti gerimis yang disertai badai petir, dapat menjadi ancaman serius bagi keselamatan jiwa.

Meskipun teknologi telah berkembang pesat, fenomena alam seperti petir masih menjadi ancaman yang tidak dapat diprediksi sepenuhnya. Kesadaran akan risiko dan tindakan pencegahan, seperti mencari tempat berlindung yang aman saat cuaca buruk, sangat penting untuk menghindari kejadian serupa.

Keluarga korban dan masyarakat Desa Karangwader kini berduka atas kehilangan Siti Amanah. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya alam, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Pihak kepolisian terus mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan memantau perkembangan cuaca, serta segera mencari tempat berlindung yang aman jika kondisi cuaca memburuk, demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dokter RSCM Ungkap Alasan Andrie Yunus Belum Bisa Hadir Sidang: Risiko Infeksi Tinggi dan Proses Tandur Kulit
Kubu Roy Suryo Lapor Rismon Sianipar dan Istri ke Polda Metro Jaya, Diduga Palsukan ISBN Buku ‘Gibran End Game’
KPK Terbitkan Dua Sprindik Baru Kasus Sugiri Sancoko: Usut Gratifikasi dan Pencucian Uang, Belum Ada Tersangka Baru
Bank Indonesia Kenaikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen: Langkah Jaga Rupiah dan Kendalikan Inflasi
Polres Boyolali Bongkar Sindikat Penipuan Proyek Koperasi Desa Merah Putih, 5 Tersangka Dibekuk di Jakarta
Mantan Sopir Bakar Mobil Mewah Kades Purwasaba, Polisi: Sudah Rencanakan Dua Hari Sebelum, Bukan Bom Molotov
Waspada Heat Stroke pada Anak Saat Cuaca Panas Ekstrem: Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Kasus Korupsi Alutsista: Brigjen TNI Teddy Hernayadi Divonis Seumur Hidup, Menhan Sjafrie Ungkap Ketegasan Hukum Militer

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:25 WIB

Dokter RSCM Ungkap Alasan Andrie Yunus Belum Bisa Hadir Sidang: Risiko Infeksi Tinggi dan Proses Tandur Kulit

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:50 WIB

Kubu Roy Suryo Lapor Rismon Sianipar dan Istri ke Polda Metro Jaya, Diduga Palsukan ISBN Buku ‘Gibran End Game’

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:33 WIB

KPK Terbitkan Dua Sprindik Baru Kasus Sugiri Sancoko: Usut Gratifikasi dan Pencucian Uang, Belum Ada Tersangka Baru

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:48 WIB

Bank Indonesia Kenaikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen: Langkah Jaga Rupiah dan Kendalikan Inflasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:21 WIB

Polres Boyolali Bongkar Sindikat Penipuan Proyek Koperasi Desa Merah Putih, 5 Tersangka Dibekuk di Jakarta

Berita Terbaru