Medan-Mediadelegasi: Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keheranannya terhadap sejumlah pihak yang memprotes kebijakan efisiensi anggaran negara. Padahal, menurutnya, langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat keuangan negara dan memastikan dana publik digunakan secara tepat sasaran.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara. Ia menegaskan bahwa efisiensi bukan sekadar kebijakan teknokratis, melainkan bagian dari tanggung jawab moral pemerintah dalam mengelola uang rakyat.
“Di banyak negara, efisiensi adalah hal yang wajar. Tapi di sini justru ada yang turun ke jalan menolak efisiensi,” ujar Prabowo dengan nada heran.
Presiden menjelaskan bahwa kebijakan penghematan belanja telah menghasilkan pengelolaan anggaran yang lebih sehat, sekaligus menutup celah pemborosan dan potensi kebocoran. Ia menilai langkah ini sejalan dengan amanat konstitusi untuk menciptakan sistem ekonomi yang adil, efisien, dan berkelanjutan.
Prabowo juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah untuk terus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Kita harus bekerja keras untuk memastikan bahwa uang rakyat digunakan dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh ada pemborosan, tidak boleh ada kebocoran,” tegas Prabowo.









