Jakarta-Mediadelegasi: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meninjau langsung berbagai hasil inovasi yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional di halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Sebelum berdialog dengan sekitar 150 peneliti, Presiden berkeliling meninjau pameran teknologi strategis yang dipersiapkan khusus untuk menampilkan kemampuan riset nasional.
Berbagai teknologi canggih dipajang mulai dari pesawat tanpa awak untuk operasi modifikasi cuaca, pesawat amfibi berpenumpang, hingga serangkaian teknologi penunjang pembangunan Giant Sea Wall. Pameran ini menjadi bukti nyata kemajuan riset dalam negeri yang siap diterapkan untuk kepentingan masyarakat luas.
Saat meninjau pesawat tanpa awak yang sedang dikembangkan, Presiden mendapat penjelasan lengkap mengenai spesifikasinya. Pesawat tersebut memiliki bentang sayap sekitar 5,5 meter, berat mencapai 100 kilogram, dan mampu membawa muatan hingga 20 kilogram.
“Kira-kira ukuran utuhnya memiliki bentang sayap 5,5 meter dengan berat sekitar 100 kilogram, bisa membawa muatan hingga 20 kilogram,” jelas salah seorang peneliti kepada Presiden saat memberikan penjelasan langsung di lokasi pameran.
Pesawat tanpa awak ini saat ini digunakan untuk keperluan pemantauan dan pemetaan wilayah menggunakan kamera udara. Namun ke depannya, teknologi ini direncanakan akan dimanfaatkan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca, yaitu menebarkan bahan semai ke dalam awan guna memancing turunnya hujan.
“Pesawat ini saat ini digunakan untuk pemantauan dan pembuatan peta. Ke depannya akan digunakan untuk aplikasi modifikasi cuaca, dapat masuk ke dalam awan untuk menebarkan bahan penstimulasi hujan,” tambah peneliti menjelaskan fungsi strategis pesawat tersebut.
Selain pesawat tanpa awak, Presiden juga meninjau pengembangan pesawat amfibi yang dirancang khusus untuk melayani wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Pesawat ini merupakan pengembangan lanjutan dari versi standar yang pernah dipesan Kementerian Pertahanan saat Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
“Kemudian ini adalah pesawat amfibi yang sedang kami kembangkan. Ketika Bapak menjabat Menteri Pertahanan, Bapak telah memesan versi standarnya untuk TNI Angkatan Darat,” ungkap peneliti mengenalkan pesawat amfibi yang kini dikembangkan lebih lanjut oleh BRIN.
Pesawat amfibi ini dirancang mampu mengangkut hingga 15 penumpang dan dapat mendarat baik di darat maupun di atas permukaan air. BRIN menargetkan pesawat tersebut akan memperoleh sertifikasi pada tahun 2029 sebelum nantinya diserahkan kepada pihak pengguna untuk dioperasikan.
Presiden juga mendapat paparan mendalam mengenai sejumlah inovasi teknologi yang disiapkan BRIN untuk mendukung pembangunan Giant Sea Wall. Salah satunya adalah tanggul tegak multifungsi yang berperan sekaligus sebagai pelindung pantai, pembangkit energi listrik, serta jalur transportasi di bagian atasnya.
Selain itu, BRIN juga memperkenalkan teknologi pemecah gelombang berbahan beton utuh yang telah diterapkan di berbagai kawasan pesisir. Produk pemecah gelombang buatan dalam negeri ini telah digunakan di 11 titik pantai di Sumatera dan 20 lokasi di Pulau Jawa. BRIN juga memamerkan material ramah lingkungan berbahan limbah plastik dan pasir serta desain tanggul tanpa paku yang lebih ekonomis dan mampu menghasilkan listrik penerangan jalur.
Kehadiran Presiden Prabowo meninjau langsung beragam inovasi BRIN menunjukkan perhatian besar pemerintah terhadap pengembangan teknologi dan riset nasional. Diharapkan seluruh hasil riset tersebut dapat segera disempurnakan, disertifikasi, dan dimanfaatkan secara luas untuk kemajuan serta kemandirian teknologi bangsa Indonesia. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Tagor
Editor : Alan






