Presiden Prabowo Tinjau Inovasi BRIN: Pesawat Tanpa Awak, Amfibi, Hingga Teknologi Giant Sea Wall

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto mendengarkan penjelasan langsung dari peneliti BRIN mengenai pesawat tanpa awak berteknologi pemantauan wilayah dan modifikasi cuaca saat meninjau pameran inovasi nasional di halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Foto: Ist.

Presiden Prabowo Subianto mendengarkan penjelasan langsung dari peneliti BRIN mengenai pesawat tanpa awak berteknologi pemantauan wilayah dan modifikasi cuaca saat meninjau pameran inovasi nasional di halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meninjau langsung berbagai hasil inovasi yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional di halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Sebelum berdialog dengan sekitar 150 peneliti, Presiden berkeliling meninjau pameran teknologi strategis yang dipersiapkan khusus untuk menampilkan kemampuan riset nasional.

Berbagai teknologi canggih dipajang mulai dari pesawat tanpa awak untuk operasi modifikasi cuaca, pesawat amfibi berpenumpang, hingga serangkaian teknologi penunjang pembangunan Giant Sea Wall. Pameran ini menjadi bukti nyata kemajuan riset dalam negeri yang siap diterapkan untuk kepentingan masyarakat luas.

Saat meninjau pesawat tanpa awak yang sedang dikembangkan, Presiden mendapat penjelasan lengkap mengenai spesifikasinya. Pesawat tersebut memiliki bentang sayap sekitar 5,5 meter, berat mencapai 100 kilogram, dan mampu membawa muatan hingga 20 kilogram.

“Kira-kira ukuran utuhnya memiliki bentang sayap 5,5 meter dengan berat sekitar 100 kilogram, bisa membawa muatan hingga 20 kilogram,” jelas salah seorang peneliti kepada Presiden saat memberikan penjelasan langsung di lokasi pameran.

Pesawat tanpa awak ini saat ini digunakan untuk keperluan pemantauan dan pemetaan wilayah menggunakan kamera udara. Namun ke depannya, teknologi ini direncanakan akan dimanfaatkan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca, yaitu menebarkan bahan semai ke dalam awan guna memancing turunnya hujan.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo: Belum Seluruh Janji Tuntas, Namun Sudah Mulai Selesaikan Persoalan Puluhan Tahun

“Pesawat ini saat ini digunakan untuk pemantauan dan pembuatan peta. Ke depannya akan digunakan untuk aplikasi modifikasi cuaca, dapat masuk ke dalam awan untuk menebarkan bahan penstimulasi hujan,” tambah peneliti menjelaskan fungsi strategis pesawat tersebut.

Selain pesawat tanpa awak, Presiden juga meninjau pengembangan pesawat amfibi yang dirancang khusus untuk melayani wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Pesawat ini merupakan pengembangan lanjutan dari versi standar yang pernah dipesan Kementerian Pertahanan saat Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

“Kemudian ini adalah pesawat amfibi yang sedang kami kembangkan. Ketika Bapak menjabat Menteri Pertahanan, Bapak telah memesan versi standarnya untuk TNI Angkatan Darat,” ungkap peneliti mengenalkan pesawat amfibi yang kini dikembangkan lebih lanjut oleh BRIN.

Pesawat amfibi ini dirancang mampu mengangkut hingga 15 penumpang dan dapat mendarat baik di darat maupun di atas permukaan air. BRIN menargetkan pesawat tersebut akan memperoleh sertifikasi pada tahun 2029 sebelum nantinya diserahkan kepada pihak pengguna untuk dioperasikan.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Usulkan Amnesti Khusus & Pengadilan Ad Hoc untuk Usut Pelanggaran BUMN 30 Tahun Terakhir

Presiden juga mendapat paparan mendalam mengenai sejumlah inovasi teknologi yang disiapkan BRIN untuk mendukung pembangunan Giant Sea Wall. Salah satunya adalah tanggul tegak multifungsi yang berperan sekaligus sebagai pelindung pantai, pembangkit energi listrik, serta jalur transportasi di bagian atasnya.

Selain itu, BRIN juga memperkenalkan teknologi pemecah gelombang berbahan beton utuh yang telah diterapkan di berbagai kawasan pesisir. Produk pemecah gelombang buatan dalam negeri ini telah digunakan di 11 titik pantai di Sumatera dan 20 lokasi di Pulau Jawa. BRIN juga memamerkan material ramah lingkungan berbahan limbah plastik dan pasir serta desain tanggul tanpa paku yang lebih ekonomis dan mampu menghasilkan listrik penerangan jalur.

Kehadiran Presiden Prabowo meninjau langsung beragam inovasi BRIN menunjukkan perhatian besar pemerintah terhadap pengembangan teknologi dan riset nasional. Diharapkan seluruh hasil riset tersebut dapat segera disempurnakan, disertifikasi, dan dimanfaatkan secara luas untuk kemajuan serta kemandirian teknologi bangsa Indonesia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Adik Ipar Yaqut Mundur Jadi Saksi, Hakim Perintahkan Tetap Bersaksi untuk Tiga Terdakwa Lain
DPR Sahkan UU Reforma Agraria, Atur Keadilan Tanah dan Penyelesaian Konflik Agraria
Banjir Bandang Solok Sumbar: 4 Luka, 32 Jiwa Mengungsi, Jalur Solok–Padang Terputus
DPR Siap Sahkan RUU Reforma Agraria, Atur Konflik Tanah hingga Redistribusi Lahan
KPK Usut Belasan Rumah Mewah Ipda Yayat Sudrajat Terkait Kasus Suap Bekasi
Oknum SPPG Bantul yang Ejek Korban Keracunan MBG Resmi Dipecat
Menkeu Suahasil Nazara Lantik 14 Pejabat Kemenkeu, Penyempurnaan Era Sebelumnya
MK Gelar Sidang Perdana Gugatan Ijazah Gibran Malam Ini, 21 September 2026
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Adik Ipar Yaqut Mundur Jadi Saksi, Hakim Perintahkan Tetap Bersaksi untuk Tiga Terdakwa Lain

Selasa, 22 September 2026 - 11:47 WIB

DPR Sahkan UU Reforma Agraria, Atur Keadilan Tanah dan Penyelesaian Konflik Agraria

Selasa, 22 September 2026 - 11:19 WIB

Banjir Bandang Solok Sumbar: 4 Luka, 32 Jiwa Mengungsi, Jalur Solok–Padang Terputus

Selasa, 22 September 2026 - 11:08 WIB

DPR Siap Sahkan RUU Reforma Agraria, Atur Konflik Tanah hingga Redistribusi Lahan

Selasa, 22 September 2026 - 10:42 WIB

KPK Usut Belasan Rumah Mewah Ipda Yayat Sudrajat Terkait Kasus Suap Bekasi

Berita Terbaru