Prof Dr H Abbas Pulungan, Aktifis, Pendidik dan Peneliti

- Penulis

Minggu, 24 Juli 2022 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abbas Pulungan (kiri), akhir Maret 2022 berziarah ke kampung halamannya di Panyabungan, Madina. Dia menyempatkan diri bersilaturahmi dan menyerahkan sejumlah judul buku karyanya kepada Dr H Muhammad Darwis Dasopang MAg, Rektor IAIN Padangsidimpuan (kanan).Foto: dokumen iainpadangsidimpuan.ac.id

Abbas Pulungan (kiri), akhir Maret 2022 berziarah ke kampung halamannya di Panyabungan, Madina. Dia menyempatkan diri bersilaturahmi dan menyerahkan sejumlah judul buku karyanya kepada Dr H Muhammad Darwis Dasopang MAg, Rektor IAIN Padangsidimpuan (kanan).Foto: dokumen iainpadangsidimpuan.ac.id

BACA JUGA: KH Miftachul Akhyar Marwah bagi MTQ ke 38 Sumut

Panggilan Prof kemudian melekat dalam diri Abbas sebagai Gubes membidangi keilmuan diampunya. Keseriusannya semakin terukur dalam meningkatkan kualitas dirinya juga SDM universitasnya.

Prof Abbas terus berkarya tidak saja sebagai pendidik tetapi juga mengabdikan dirinya sebagai peneliti terutama peneliti bidang pendidikan. Dia menyadari andil seorang peneliti begitu pening dan strategis guna memecahkan masalah-masalah pendidikan terutama yang yang berkitan dengan kulaitas proses pendidikan dan pengajaran kualitas atau mutu hasil pendidikan, efisiensi dan efektivitas pendidikan, relefansi pendidikan dan lain-lain.

Tidak sampai di situ kajian-kajian sejarah juga menjadi perhatiannya. Di sini Pak Abbas menemukam akan pengetahuan tentang kejelasan petistiwa yang pernah terjadi agar peristiwa tersebut mendapatkan penjelasan akurat, karena sejarah memiliki konsep heuristik, kritik, iterpretasi dan historiografi.

BACA JUGA:  Corona, Narkoba dan Nyawa Wartawan

Perpaduan pendidik dan peneliti mewujudkan Prof Abbas Pulungan tidak saja sebagai seorang teorisasi tetapi juga praktisi matang dan handal di bidangnya. Berbagai karyanya yang kemudian menjadi ukuran bagian dari keberhasilannya memadukan itu. Karya-karyanya begitu menarik untuk dibaca, apalagi berbagai penelitian yang dilakukan bersentuhan dengan aspek sejarah, sosial dan pendidikan di masyarakat, dia eksplorasi dan kupas secara komprehensif.

Di antara menjadi karyanya adalah Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Mandailing (2020), Islam di Kepulauan Nias Sebuah Pulau Terluar di Indonesia (2016) dan karya lainnya menghiasi wujud eksistensinya sebagai peneliti ataupun penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat
Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS
Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.
Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi
Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers
Menunggu Komitmen Tegas Pemerintah Jalankan Moratorium Eksploitasi Hutan Danau Toba
Program Ziarah Spiritual Selaras dengan Dokumen Abu Dhabi
Menjaga Agar Kemarahan Rakyat tak Meledak

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:11 WIB

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat

Senin, 24 November 2025 - 22:31 WIB

Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:18 WIB

Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.

Selasa, 19 Maret 2024 - 22:39 WIB

Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi

Sabtu, 13 Januari 2024 - 15:37 WIB

Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers

Berita Terbaru