Prof. Sihol Situngkir jadi Ketua Tim Perumus ‘Ngopi Kebangsaan’

Senin, 20 Maret 2023 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Prof. Dr Sihol Situngkir, MBA (keempat kanan) foto bersama dengan para tokoh dan pemuka agama yang menjadi narasumber forum diskusi 'Ngopi Kebangsaan

Prof. Dr Sihol Situngkir, MBA (keempat kanan) foto bersama dengan para tokoh dan pemuka agama yang menjadi narasumber forum diskusi 'Ngopi Kebangsaan", di rumah dinas Wakil Wali Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (18/3) pekan lalu. Foto: dok

Medan-Mediadelegasi: Guru Besar Universitas Negeri Jambi Prof. Dr Sihol Situngkir, MBA dipercaya menjadi Ketua Tim Perumus diskusi bertajuk ‘Ngopi Kebangsaan’ yang digelar Reformasi Humanis Etika Madani (RHEMA) di rumah dinas Wakil Wali Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (18/3) pekan lalu.

Selain sebagai ketua tim perumus, Prof Sihol Situngkir yang juga Promotor Program Doktoral di Universitas Negeri Jakarta dalam acara Ngopi Kebangsaan tersebut ditunjuk sebagai pemandu diskusi.

Acara Ngopi Kebangsaan di Solo merupakan yang kedua digelar setelah sebelumnya berlangsung di Jakarta pada Januari 2023, seperti dirangkum mediadelegasi.id Medan, Senin (20/3).

RHEMA menetapkan Kota Solo sebagai tempat kedua penyelenggaraan acara tersebut karena dinilai sebagai salah satu kota dengan toleransi tinggi dan memiliki pondasi yang kuat dari nilai-nilai agama berpadu dengan nilai-nilai budaya.

Nilai-nilai tersebut bukan sesuatu yang baru dibentuk, melainkan sudah ada sejak turun temurun.

Ketua pelaksana ‘Ngopi Kebangsaan’ yang juga Ketua Umum RHEMA Dwi Urip Premono dalam sambutannya menuturkan kepada para hadirin bahwa kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka beserta jajaran pemerintah kota setempat.

Tujuan dari kegiatan ‘Nopi Kebangsaan adalah semangat kesetaraan dan semangat toleransi.

“Kita awali dengan para tokoh agama, karena mereka memilikiperan penting sebagai “opinion leader” yang bisa didengar oleh umatnya,” kata Dwi Urip Premono.

Pihaknya berharap apa yang disarikan dari kegiatan Ngopi Kebangsaan kali ini dapat menjadi sumbangan pemikiran dan ide moral bagi bangsa Indonesia.

Sementara, Wakil Wali Kota Solo diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakot Solo, Tamso menuturkan bahwa kerukunan umat beragama merupakan pilar kerukunan nasional yang harus terus dipelihara.

BACA JUGA:  Sumut Perkuat Hubungan dengan Enam Negara Sahabat, Fokus pada Kerja Sama Bilateral

“Kerukunan hidup antarumat beragama berarti keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, mebghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” paparnya.

Forum diskusi bertajuk Ngopi Kebangsaan kali ini menghadirkan narasumber, yakni Dr. Aloysius Budi Purnomo, Pr dari unsur Katolik yang juga adalah pengajar program doktor ilmu lingkungan Unika Soegijapranata Semarang, dan Retno Ratih, M.Th, MA selaku pendeta Gereja Kristen Jawa Manahan Solo.

Pemateri lainnya adalah Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Solo KH. Muhammad Mashuri, SE, M.Si, Sugito, S.Pd dari Dewan Pengurus Sapta Darma Solo, Ida Bagus Komang Suarnawa dari unsur Agama Hindu, Bhante Dammamito dari unsur Agama Buddha, Js Tjhie Djiwatman dari Dewan Rohaniawan Matakin Solo.

Sugito mewakili Dewan Penguru Sapta Darma Solo membuka pemaparan dengan mengangkat pesan ‘Jauhkan dari Kedengkian’.

Dalam korelasinya dengan hubungan keseharian, ia menjelaskan bahwa dalam bingkai kehidupan berbangsa dan bernegara harus diawali dengan menjauhi rasa dengki.

Sementara itu, Bhante Dammamito yang juga mewakili Bhikku Pembinaan Umat Buddha Yogyakarta mengutarakan soal strategi demi mencapai kebahagiaan yang ditinjau dari ajaran Buddhis.

“Kalau hidup kita didasari saling memberi dan berbagi, maka kita dapat rukun antara satu dengan yang lain. Lalu menjadi orang suka berkumpul dan berkata-kata yang menyenangkan,” tambahnya.

Narasumber lainnya, yakni Js Tjhie Djiwatman dari Dewan Rohaniawan Matakin Solo memaparkan tentang upaya merajut kerukunan yang mesti didasari dengan menjauhi rasa permusuhan.

Pernyataan hampir senada juga diutarakan Ida Bagus Komang Suarnawa yang juga Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia atau PHDI Kota Surakarta.

BACA JUGA:  PARHOBAS Klaim Bobby-Surya Unggul Hasil Hitung Cepat

Menurutnya, ajaran luhur agama adalah konsep pengajaran yang berdasar pada nilai kebenaran dan keadilan, sebagaimana terkandung di dalam Pancasila.

Sedangkan Romo Aloysius Budi Purnomo, Pr menganalogikan semangat harmonisasi yang mampu dihidupkan dengan adanya peran dari masing-masing anak bangsa yang memang sudah ditakdirkan untuk dilahirkan berbeda.

“Keberagaman itu indah ketika dihayati tanpa prasangka dan curiga. Menghargai keberagaman merupakan cerminan dari keimanan,” tuturnya.

Mewakili umat Kristen, Pimpinan Gereja Kristen Jawa jemaat Manahan Solo, Pendeta Retno Ratih dalam paparannya antara lain mengenalkan ajaran Kristiani yang bertumpu kepada kasih.

“Konsep kasih memiliki arti yang sangat luas tanpa memandang perbedaan latar belakang, termasuk ketika hasus mengasihi orang yang memusuhi diri kita sendiri,” kata Retno.

Ia mengingatkan bahwa jika permusuhan diselesaikan dengan permusuhan permusuhan, maka dipastikan tidak akan menciptakan perdamaian.

Dalam konteks keimanan, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Solo KH. Muhammad Mashuri, menegaskan bahwa konsep tertinggi dalam keimanan dalam ajaran Islam adalah memahami dan mempraktikkan apa yang dimaksud dengan hakikat.

Ditambahkannya, ketika seorang penganut ajaran Islam sudah mencapai level hakikat, maka dirinya sudah “selesai” dengan dirinya sendiri, sehingga dia tidak akan mengganggu hak orang lain.

Karena itu, ia menyayangkan jika sampai saat ini masih ada penganut agama Islam yang mengusung fanatisme berlebihan hingga menjadi dasar pembenaran untuk melanggar hak orang lain.

“Banyak yang masih melanggar hak orang lain dan banyak yang masih fanatik berlebihan,” ujar Kyai Mashuri. D|Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB