Ia meminta para pemegang kekuasaan untuk tidak hanya mendengarkan, tetapi juga memahami kritik serta meresponsnya dengan hati jernih dan pikiran terbuka. Menurutnya, respons yang tepat terhadap kritik dapat membantu memperbaiki kinerja pemerintah dan meningkatkan kepercayaan publik.
Puan juga mengingatkan bahwa kritik seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan. “Kritik tidak boleh menjadi bara yang membakar persaudaraan atau api yang memecah belah bangsa. Kritik harus menjadi cahaya yang menerangi jalan kita bersama,” tegasnya.
Pernyataan Puan ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya penggunaan media sosial sebagai platform untuk menyampaikan pendapat dan kritik terhadap pemerintah. Diharapkan, para pemegang kekuasaan dapat mengambil hikmah dari fenomena ini dan menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan di masa depan. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.









