Ritual Gondang Mandudu Bersama Pastor Belanda

Rabu, 28 September 2022 - 23:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

In Memoriam 35 Tahun Amin Aloysius Turnip. Foto: D|Ist

In Memoriam 35 Tahun Amin Aloysius Turnip. Foto: D|Ist

“Aktivitas mendiang ayah sebagai pengiring dalam ritual Gondang Mandudu, kedekatan dan kebersamaan dengan Pastor Guido de Vet OFMCap asal Belanda”

In Memoriam 35 Tahun Amin Aloysius Turnip BA pada 27 September 2022, Ir Mandalasah Turnip SH anak ke lima dari sebelas bersaudara mendiang Amin Aloysius Turnip sedikit menguak kisah.

Dia pun mengungkap kisah dalam ingatannya atas aktivitas sang ayah sebagai pengiring dalam ritual Gondang Mandudu. “Waktu itu saya berumur enam tahun, belum masuk Sekolah Dasar karena belum tujuh tahun. Masih ingat dengan kedekatan dan kebersamaan mendiang ayah dengan Pastor Guido de Vet OFMCap asal Belanda (Pastor di Paroki Katedral Tahun 1961-1962),” sebut Mandalasah Turnip, Rabu (28/9), saat hendak bertolak dari Bandara Kualanamu Internasional menghadiri Rakernas KMDT di Jakarta.

BACA JUGA:  Pusdikra & Mediadelegasi Inisiasi Seminar Kurikulum

Menurutnya, peranan sang ayah hingga kini tidak tergantikan dalam kemampuan mengikuti ritual sangat sakral yang bisa membuat nyawa melayang. “Gendang Mandudu, sekitar tahun 70-an ritual mandudu mereka laksanakan di Huta Lintong, Huta Peajolo, Huta Siparapat, semuanya di wilayah Kecamatan Simanindo, Samosir,” katanya.

Memang katanya, dalam pelaksanaan ritual itu selalu ada para tungga ni huta (tokoh yang dituakan), pengurus gereja dan pastor. “Saya ingat itu Pastor Guido de Vet OFMCap,” kata suami Conny M Br Sagala SH MH ini.

Pada saat itu, kata Mandalasah lagi, dia masih bertanya-tanya dalam pikiran melihat aktivitas almarhum ayahnya dengan kesehariannya sebagai PNS guru Agama Katolik di SD Negeri dan SMP di Samosir.

BACA JUGA:  In Memoriam 34 Tahun Amin Aloysius Turnip

“Ayah memang aktif membuat acara gondang mandudu, yang saat saya anggap cukup menakutkan, karena hanya dilakukan pada malam hari, lampu api (belum ada listrik) dipadamkan dan tak boleh berisik, harus benar-benar hening,” kenang Mandalasah atas keistimewaan mendiang ayahnya itu.

Tiap mandudu digelar, kata Mandalasah, pasukan musik etnik lengkap, termasuk sordam, ikut serta bersama massa. Prosesi dilakukan mengelilingi kampung dengan musik dan irama-irama khas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tahun Kuda Api 2026: Ini Daftar Shio yang Diprediksi Paling Beruntung
Pemprov Sumut Tegaskan 5 Komitmen Lestarikan Budaya Melayu, Siap Jadi Bagian Diplomasi Budaya Nasional
Kajati Sumut Dr. Harli Siregar Dinobatkan Sebagai Warga Kehormatan Melayu Medan
Ramalan Zodiak Besok, 19 April 2025: Taurus, Gemini, Libra, Leo
Dihadiri Ibu Negara, Ny Kahiyang Ayu Hadiri Puncak Peringatan HKG dan Jambore Nasional PKK
Rotua Wendeilyna Simarmata Menyorot Makna Pemberian Ulos
Pengurus KMDT Provinsi Bali Resmi Dikukuhkan
KMDT: Aksi Bersih-Bersih Jelang Aquabike 2023 Libatkan Ribuan Pelajar
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:17 WIB

Tahun Kuda Api 2026: Ini Daftar Shio yang Diprediksi Paling Beruntung

Senin, 17 November 2025 - 17:32 WIB

Pemprov Sumut Tegaskan 5 Komitmen Lestarikan Budaya Melayu, Siap Jadi Bagian Diplomasi Budaya Nasional

Sabtu, 8 November 2025 - 16:55 WIB

Kajati Sumut Dr. Harli Siregar Dinobatkan Sebagai Warga Kehormatan Melayu Medan

Jumat, 18 April 2025 - 22:57 WIB

Ramalan Zodiak Besok, 19 April 2025: Taurus, Gemini, Libra, Leo

Sabtu, 18 Mei 2024 - 13:35 WIB

Dihadiri Ibu Negara, Ny Kahiyang Ayu Hadiri Puncak Peringatan HKG dan Jambore Nasional PKK

Berita Terbaru