Ritual Gondang Mandudu Bersama Pastor Belanda

Rabu, 28 September 2022 - 23:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

In Memoriam 35 Tahun Amin Aloysius Turnip. Foto: D|Ist

In Memoriam 35 Tahun Amin Aloysius Turnip. Foto: D|Ist

Yang dipetik dari tradisi yang dilestarikan adalah bagaimana ‘menyatukan’ religi sejumlah pihak serta melestarikan tradisi. “Mungkin, hanya sedikit generasi milenial yang mengetahui mandudu,” katanya.

Mandudu bagi banyak orang merupakan upacara meminta berkat kepada Sang Pencipta melalui perantara arwah leluhur. Para peserta berdoa semalaman penuh dengan diiringi gondang sabangunan serta perkusi etnik. Ada yang mengadakan kegiatan bersamaan dengan mangalahat horbo. “Yang saya ingat, bila acara diadakan, tidak boleh ada setitik cahaya. Peserta menggunakan mata hati,” tambah Mandalasah Turnip.

BACA JUGA: In Memoriam 34 Tahun Amin Aloysius Turnip

Memang, kata Mandalasah, musik menjadi suatu cara Kristen dalam menyembah Tuhan. “Musik dan lagu juga menjadi cara bagi orang Kristen untuk terkoneksi dengan Tuhan. Dengan musik kita dapat melakukan pujian dan penyembahan, bahkan tak jarang musik berisikan tentang ayat-ayat Alkitab,” katanya.

BACA JUGA:  Kriya Ulos dan Gorga Batak Harus Mendunia

Dia pun membuat sebuah kesimpulan. “Tentang apapun yang dilakukan mendiang ayah dengan orang dituakan di kampong bersama pastor, intinya merupakan sesuatu gambaran yang dibutuhkan hanya ketulusan hati seseorang untuk menyampaikan permohonannya kepada tuhannya, dengan rasa kebersaman, niat tulus dan iklas dalam melakukannya. Bagai kunci hidup dan kehidupan,” sebutnya.

Mandalasah masih mengingat, dudang-dudang yang mengalun ritmis. Irama tersebut kadang mendatangkan sensasi transendental bahkan mistis. “Irama gak boleh berhenti dan tetap dibunyikan sepanjang acara. Irama tersebut adalah doa,” kenangnya sambil mengatakan Amin Turnip (alm) menuntut anak-borunya untuk hidup seimbang mikro dan makrosmos, antara batin individu dengan alam sekitar. “Dalam Katolik kan ada requem. Hampir sama,” tambah Mandalasah Turnip.

BACA JUGA:  Mendekatkan Ingatan Lapangan Merdeka Medan sebagai Cagar Budaya Situs Proklamasi

Melalui mandudu, warga di Samosir dan pelosok wilayah lain semakin dekat dengan Katolik dengan ragam inkulturatif. Warga Katolik pun semakin paham ragam acara, adat-istiadat Bangso Batak.

Selain berdisiplin soal filosofi adat, Amin Turnip pun sangat ketat pendidikan yang dibuktikan 11 anak dan boru menyelesaikan pendidikan kesarjanaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tahun Kuda Api 2026: Ini Daftar Shio yang Diprediksi Paling Beruntung
Pemprov Sumut Tegaskan 5 Komitmen Lestarikan Budaya Melayu, Siap Jadi Bagian Diplomasi Budaya Nasional
Kajati Sumut Dr. Harli Siregar Dinobatkan Sebagai Warga Kehormatan Melayu Medan
Ramalan Zodiak Besok, 19 April 2025: Taurus, Gemini, Libra, Leo
Dihadiri Ibu Negara, Ny Kahiyang Ayu Hadiri Puncak Peringatan HKG dan Jambore Nasional PKK
Rotua Wendeilyna Simarmata Menyorot Makna Pemberian Ulos
Pengurus KMDT Provinsi Bali Resmi Dikukuhkan
KMDT: Aksi Bersih-Bersih Jelang Aquabike 2023 Libatkan Ribuan Pelajar
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:17 WIB

Tahun Kuda Api 2026: Ini Daftar Shio yang Diprediksi Paling Beruntung

Senin, 17 November 2025 - 17:32 WIB

Pemprov Sumut Tegaskan 5 Komitmen Lestarikan Budaya Melayu, Siap Jadi Bagian Diplomasi Budaya Nasional

Sabtu, 8 November 2025 - 16:55 WIB

Kajati Sumut Dr. Harli Siregar Dinobatkan Sebagai Warga Kehormatan Melayu Medan

Jumat, 18 April 2025 - 22:57 WIB

Ramalan Zodiak Besok, 19 April 2025: Taurus, Gemini, Libra, Leo

Sabtu, 18 Mei 2024 - 13:35 WIB

Dihadiri Ibu Negara, Ny Kahiyang Ayu Hadiri Puncak Peringatan HKG dan Jambore Nasional PKK

Berita Terbaru