Tingkat suku bunga The Fed adalah salah satu instrumen penting yang digunakan untuk mengendalikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Ketika The Fed menurunkan suku bunga, hal ini dapat mengurangi daya tarik investasi di AS, sehingga dana berpotensi mengalir ke negara-negara lain, termasuk Indonesia. Perpindahan dana ini dapat meningkatkan permintaan terhadap rupiah, yang pada akhirnya akan menguatkan nilainya.
Sebaliknya, jika The Fed menaikkan suku bunga, investasi akan cenderung kembali ke AS karena imbal hasil yang lebih tinggi. Hal ini dapat menyebabkan aliran modal keluar dari Indonesia, yang dapat menekan nilai tukar rupiah. Oleh karena itu, setiap keputusan The Fed selalu menjadi perhatian utama bagi bank sentral dan pelaku pasar di seluruh dunia.
Meskipun demikian, kebijakan moneter Bank Indonesia juga memainkan peran krusial dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Dengan mempertahankan BI Rate di 5 persen, BI memberikan sinyal bahwa mereka akan terus berupaya menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi. Keputusan ini juga bertujuan untuk menjaga daya saing ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Sementara itu, pergerakan rupiah sepanjang pekan ini akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap kebijakan yang diumumkan oleh The Fed. Jika pidato Jerome Powell ternyata lebih dovish dari ekspektasi, rupiah berpotensi menguat lebih kuat. Sebaliknya, jika pidato Powell bersifat lebih hawkish atau lebih konservatif, tekanan terhadap rupiah bisa berlanjut.
Penting untuk dicatat bahwa nilai tukar rupiah tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan moneter. Faktor lain seperti kinerja ekspor dan impor Indonesia, sentimen investor global, dan harga komoditas juga turut berperan. Namun, dalam jangka pendek, kebijakan bank sentral seringkali menjadi faktor dominan yang menentukan arah pergerakan mata uang.
Secara keseluruhan, pasar finansial memasuki pekan yang penuh dengan antisipasi. Keputusan-keputusan yang akan diambil oleh The Fed dan Bank Indonesia akan menjadi penentu utama pergerakan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari mendatang. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk terus memantau setiap perkembangan dengan cermat.
Sebagai informasi tambahan, nilai tukar rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada 12 September 2025 tercatat berada di level Rp 16.391 per dolar AS. Data ini memberikan gambaran tentang posisi rupiah pada akhir pekan sebelumnya dan menjadi acuan bagi pergerakan di awal pekan ini. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






