Sambut AKB, PHRI Sumut Imbau Perhotelan Siapkan Ruang Isolasi untuk OTG

Rabu, 23 September 2020 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana

Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana

Medan-Mediadelegasi: Hotel dan restoran di Sumatera Utara siap menyambut pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Selain menjalankan standar Protokol Kesehatan (Prokes) juga  menyiapkan ruang isolasi untuk Orang Tanpa Gejala (OTG).

Hal di atas itu dikatakan, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Sumatera Utara (PHRI Sumut), Denny S Wardhana kepada kru Media, Rabu (23/9) di Medan.

Dia menegaskan, prinsipnya PHRI Sumut siap menyongsong AKB di seluruh hotel dan restoran, meski pada masa pandemi covid, persisnya sejak awal maret hingga juni mengalami drop atau penurunan kunjungan tamu dan berbagai even yang diselenggarakan.

Namun meski mengalami penurunan, berbagai langkah sudah disiapkan, termasuk imbauan ke seluruh pengelola hotel dan restoran agar tetap melaksanakan aturan prokes sesuai arahan yang disampaikan pemerintah.

“Standar prokes wajib dijalankan di semua tempat, baik hotel dan restoran pada masa AKB ini, guna memutus mata rantai penyebaran virus covid, kita berharap kondisi normal bisa secepatnya pulih, sehingga dunia pariwisata terkhusus di Sumatera Utara bisa bangkit kembali,” tutur pria yang juga pengelola Garuda Plaza Hotel itu.

Sebagaimana petunjuk Pimpinan Pusat PHRI, jelasnya, seluruh PHRI yang ada di setiap provinsi di Indonesia untuk turut berpartisipasi aktif dalam memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Desease Nineteen (Covid-19).

BACA JUGA:  Telkom University Berjaya di WURI 2025, Masuk 50 Besar Universitas Paling Inovatif Dunia

Hal terpenting adalah membantu pemerintah dalam hal penyediaan sarana bagi masyarakat maupun para tenaga kesehatan yang secara bersama-sama berjuang, agar keluar dari wabah ini serta terciptanya situasi dan kondisi seperti sediakala.

“Pemerintah Pusat meminta kepada para pengelola perhotelan, termasuk di Sumatera Utara, terkhusus hotel bintang dua dan tiga agar menyiapkan tempat isolasi untuk masyarakat yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) sehingga mudah dipantau perkembangannya,” urainya.

Sedangkan untuk hotel berbintang empat dan lima, sambung pria yang khasnya memakai kacamata itu, diimbau agar dipersiapkan tempat yang diperuntukkan bagi para tenaga kesehatan baik dokter dan paramedis maupun tenaga keperawatan.

Namun sayangnya, perihal kesiapan hotel terhadap jumlah kamar yang dibutuhkan untuk fasilitas membantu pemerintah memutus mata rantai Covid-19 itu, PHRI Sumut enggan berikan rincian. “Kalau itu terkait dengan privasi, kita sifatnya menunggu hasil verifikasi BNPB,” tandasnya.

Akan tetapi, lanjutnya, sembari menunggu verifikasi PHRI Sumut mempersiapkan langkah-langkah apa yang akan diperlukan, termasuk persiapan pelatihan bagi karyawan hotel dalam memberikan pelayanan nantinya, tentunya pelayanan tersebut sesuai standar aturan yang sudah ditetapkan BNPB.

BACA JUGA:  SMSI Medan Fasilitasi Kegiatan Musisi Mengamen di Masa Pandemi

Pandemi, Bisnis Hotel dan Restoran Menurun

Di sisi lain dia juga menjelaskan bahwa dampak pandemi sangat memukul dunia pariwisata, sehingga banyak pengelola hotel dan restoran berpikir keras untuk bisa bertahan dengan kondisi saat ini.

“Implikasi wabah pendemi ini banyak memberikan efek hingga mengakibatkan tingkat hunian hotel dan restoran mengalami penurunan omzet secara drastis ,” ungkapnya.

Imbasnya, lanjut Denny S Wardhana, berpengaruh pada kemampuan dalam pembiayaan seperti gaji karyawan, pembayaran listrik, air, kontribusi pajak ke pemerintah dan lain sebagainya.

Antisipasi akan hal itu, PHRI Sumatera Utara sudah menyiapkan langkah-langkah cepat di antaranya kerjasama dengan berbagai pihak terus dibangun, serta dikomunikasikan secara baik dan penyatuan visi untuk segera keluar dari situasi sulit seperti saat ini.

Dia juga menambahkan, PHRI Sumut optimis bahwa Bisnis Pariwisata terkhusus perhotelan dan restoran akan bangkit pascapandemi yang terjadi sejak maret lalu.

“Namun untuk cepat keluar dari pandemi, kuncinya ada pada masing-masing diri kita dengan selalu mematuhi aturan dan imbauan pemerintah, yakni memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun,” tutupnya. D|Med-67

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru