Sekretariat Ormas Jadi Sarang Judi di Medan

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penggerebekan Kantor Sekretariat Ormas Yang Dijadikan Sarang Judi, Kamis (29/01/2026). Foto: Ist.

Penggerebekan Kantor Sekretariat Ormas Yang Dijadikan Sarang Judi, Kamis (29/01/2026). Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Sebuah sekretariat organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, yang seharusnya menjadi wadah kegiatan sosial dan kemasyarakatan, justru terbongkar sebagai markas perjudian ilegal. Aktivitas terlarang ini disebut-sebut dikelola langsung oleh ketua ormas berinisial FS bersama istrinya, EH, dengan perputaran uang yang mencapai jutaan rupiah setiap hari.

Penggerebekan Kantor Sekretariat Ormas

Penggerebekan yang dilakukan oleh aparat kepolisian pada Kamis (29/01/2026) berujung pada penangkapan empat orang yang berada di lokasi kejadian. Mereka masing-masing berinisial MH (19) yang berperan sebagai bandar sekaligus kasir, DH (29) yang bertugas sebagai penjaga pintu masuk, serta dua orang pemain judi berinisial HS (29) dan A (57).

Sementara itu, dua sosok yang diduga sebagai pengendali utama dari bisnis haram ini, yaitu FS dan istrinya EH, hingga kini masih masuk dalam daftar buronan pihak kepolisian. Pengejaran terhadap keduanya terus dilakukan untuk mengungkap jaringan perjudian yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan bahwa praktik perjudian yang beroperasi di sekretariat ormas tersebut menghasilkan omzet yang tidak kecil. Menurutnya, dari satu unit mesin judi saja, pemasukan harian bisa menembus angka jutaan rupiah.

“Kalau dilihat dari hasil sementara, pendapatan per hari bisa ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Itu baru dari satu mesin, sementara ada indikasi mesin lain yang sedang diperbaiki,” ujar Kombes Jean Calvijn Simanjuntak kepada wartawan saat memberikan keterangan pers terkait penggerebekan tersebut.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/terjamin-probis-sumut-dapat-kucuran-dana-rp472-miliar

Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh dari para tersangka yang berhasil ditangkap, aktivitas perjudian di dalam sekretariat ormas itu telah berjalan selama sekitar tiga bulan. Namun, pihak kepolisian belum berhenti sampai di situ dan masih terus melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan perjudian ini.

“Dari hasil pemeriksaan awal, operasionalnya sudah berlangsung kurang lebih tiga bulan. Tapi penyidik masih menggali keterangan lanjutan untuk memastikan peran masing-masing,” jelasnya.

BACA JUGA:  BKAG Kota Medan Audiensi dengan Wali Kota, Perkuat Kerukunan Antar Gereja

Yang lebih mengejutkan lagi, lokasi perjudian tersebut menerapkan sistem keamanan berlapis yang sangat ketat. Tidak semua orang bisa keluar-masuk begitu saja dengan leluasa. Polisi mengungkap bahwa setiap orang yang hendak masuk ke dalam markas judi itu harus mengucapkan kode khusus berupa nama penjaga yang bertugas pada saat itu.

Temuan ini kembali menyorot praktik penyalahgunaan fasilitas ormas yang seharusnya digunakan untuk kegiatan sosial dan kemasyarakatan, namun justru dijadikan kedok untuk melakukan aktivitas melanggar hukum yang meresahkan masyarakat.

Pihak kepolisian memastikan akan terus memburu para pelaku yang masih buron dan menindak tegas segala bentuk praktik perjudian yang meresahkan masyarakat. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi ormas-ormas lain agar tidak menyalahgunakan fasilitas yang ada untuk kegiatan ilegal. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan
Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum
DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi
Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut
LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal
Kejati Sumut Geledah Kantor Satker PKP Sumatera II Terkait Dugaan Korupsi Rusun Rp64 Miliar
Rico Waas Apresiasi Kinerja Jajaran, Pemko Medan Borong Dua Penghargaan Nasional
Komisi VIII Pastikan Kesiapan Layanan & Mitigasi Kedaruratan di Embarkasi Medan

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WIB

Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:10 WIB

DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:05 WIB

Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut

Rabu, 29 April 2026 - 15:11 WIB

LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal

Berita Terbaru